Perubahan Penyaluran Zakat Pribadi H. Hudaya, Disosialisasikan di Ponpes Al Barkah

oleh
Foto: Ruslan Ependi/ waktunews.com,
Sosialisasi: searah jarum jam. Sekretaris Baznas Cianjur, H. A. Fatoni Rozy, H. Atang Al Barkah serta H. Darajar saat sosialisasi perubahan sistem penyaluran zakat pribadi H. Hudaya Karim di Ponpes Al Barkah, Warujajar, Cianjur.

CIANJUR – Sosialisasi penyaluran zakat oleh Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kabupaten Cianjur yang diwakili oleh Sekretarisnya H. Ahmad Fatoni Rozy dan H. Darajat Hudaya Karim sebagai perwakilan keluarga besar H. Hudaya (pemilik Toko Sinar Simpati) sebagai pihak yang wajib mengeluarkan zakat.

Acara sosialisasi penyaluran zakat tersebut dilaksanakan di Komplek Pondok Pesantren Al Barkah pimpinan KH. Abdul Qodir Rozy yang beralamat di Jalan KH. Hasyim Asyarie, Warujajar Kelurahan Solokpandan, Cianjur pada pukul 4 sore kemarin, (15/05/2018).

H. Darajat Hudaya Karim, atasnama keluarga besar menjelaskan, penyaluran kewajiban zakat adalah kegiatan rutin yang dilaksanakan setiap tahun.

“Saya hanya ditugaskan oleh Bapak (H. Hudaya Karim) untuk mewakilinya. Beliau kan sudah sepuh,” katanya.

H. Darajat mengutarakan, sosialisasi tersebut dihadiri oleh 80 RT dan RW. Selain itu, guru ngaji dan para pini sepuh masyarakt pun diundang juga.

Foto: Ruslan Ependi/ waktunews.com,
H. Darajat Hudaya Karim menyerahkan kain sarung secara simbolik kepada Ketua RT 01/16 Solokpandan (Helmi) sebagai ucapan terima kasih sudah bersedia menjadi petugas penyalur zakat pribadi orang tuanya.

Jadi, sekali lagi, lanjut H. Darajat, apa yang saya lakukan hanya mengemban amanah untuk mewakili orang tua dalam sosialisasi penyaluran zakat beliau. Kenapa sampai perlu mengundang para RT, RW serta pini sepuh masyarakat ?, karena pengalaman tahun-tahun kebelakang, saat dibagikan oleh petugas zakat yang bukan orang setempat, banyak zakat yang dikembalikan kepihak keluarga kami. Alasannya, pemilik rumah yang penerima zakat tidak ada ditempat. Nah, kalau diamanatkan kepada RT, RW serta pini sepuh masyarakat kan bisa disimpan, lalu diberikan zakat kami setelah si penerimanya ada di rumah.

“Tidak ada urusan dengan posisi saya sebagai bakal calon legislatif. Insya Allah, tanpa bercampur dengan hal inipun, saya mampu jalan sendiri,” tukasnya.

Sedangkan Sekretaris Baznas Cianjur, H. Ahmad Fatoni Rozy membenarkan apa yang diutarakan H. Darajat. Menurutnya, keluarga besar H. Hudaya Karim sudah lebih dari 30 tahun membagikan zakat kepada masyarakat Cianjur.

“Awalnya, H. Hudaya menitipkan ke Mama (KH. Adul Qodir Rozy), lalu dibentuklah tim penyalur. Yang asalnya oleh petugas Baznas, jadi oleh para RT dan RW, dengan alasan mereka ini yang lebih tahu siapa saja masyarakatnya,” tuturnya.

Senada dengan H. Darajat, H. Fatoni Rozy pun menolak alasan lain acara tersebut selain dari sosialisasi penyaluran zakat keluarga besar H. Hudaya Karim.

“Tidak ada urusan dengan hal-hal yang lain, Titik,” pungkasnya dengan tegas. (Ruslan Ependi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

[+] kaskus emoticons nartzco