Dilarang Ngabuburit di Rel Kereta Api!

oleh
Foto: Istimewa

BANDUNG – Manager Humas PT KAI Daop 2 Bandung, Joni Martinus, menegaskan bahwa jalur kereta merupakan jalur yang dilindungi undang-undang. Maka dari itu, Joni melarang masyarakat berada di rel kereta api untuk kepentingan apa pun, termasuk ngabuburit karena dapat membahayakan keselamatan.

Menurut UU 23 tahun 2007 tentang Perkeretaapian, Jalur Kereta Api adalah jalur yang terdiri atas rangkaian petak jalan rel yang meliputi ruang manfaat jalur kereta api, ruang milik jalur kereta api, dan ruang pengawasan jalur kereta api, termasuk bagian atas dan bawahnya yang diperuntukkan bagi lalu lintas kereta api.

“Dengan karakteristik jalur yang khusus seperti itu maka jalur kereta api tidak bisa dimanfaatkan secara sembarangan, karena menyangkut keselamatan perjalanan kereta api,” paparnya dalam Siaran Pers yang diterima Waktunews.com, Minggu (27/5/ 2018).

Joni menyampaikan, tidak boleh ada orang yang berada di lintasan kereta api karena sangat membahayakan. Hal ini dinyatakan dalam pasal 181 ayat (1) UU 23 tahun 2007 tentang Perekeretaapian.

Dalam ayat 1 pasal tersebut menyatakan bahwa setiap orang dilarang berada di ruang manfaat jalur kereta api menyeret, menggerakkan, meletakkan, atau memindahkan barang di atas rel atau melintasi jalur kereta api, atau menggunakan jalur kereta api untuk kepentingan lain, selain untuk angkutan kereta api.

“Pelanggaran terhadap pasal 181 ayat (1) berupa pidana penjara paling lama 3 (tiga) bulan atau denda paling banyak Rp 15.000.000 (lima belas juta rupiah), sebagaimana yang dinyatakan dalam pasal 199 UU 23 tahun 2007,” tambahnya.

Joni mengimbau agar masyarakat turut membantu menjaga keselamatan perjalanan kereta api dan juga memberi pengertian, atau teguran apabila ada masyarakat yang bermain atau melakukan kegiatan di jalur kereta api. (M Reza Fauzie)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

[+] kaskus emoticons nartzco