Puasa dan Keamanan jadi Alasan Wisatawan Tinggalkan Puncak Cianjur

oleh

 

Foto: Farhaan Muhammad Ridwan/ waktunews.com,
Sejumlah villa yang biasa ramai oleh wisatawan Arab mulai ditinggalkan seiring datangnya Bulan Suci Ramadhan. Selain itu, faktor keamanan pun jadi penyebab beralihnya wisatawan ke kawasan Warungkaleng, Bogor.

PACET – Kunjungan Warga Negara Asing (WNA) asal Arab Timur Tengah saat Bulan Ramadhan tiba, menurun. Kondisi ini berdampak pada perekonomian sejumlah perusahaan yang berada di sekitarnya dan masyarakat setempat, (30/05/2018).

Kepala Desa Sukanagalih, Dudung menuturkan, menurunnya kunjungan witasawan Arab saat bulan puasa karena banyak yang pulang ke negeri asalnya, untuk melaksanakan ibadah di tempat asalnya. Sehingga saat ini kawasan Sukanagalih sepi dari wisatawan Timteng.

“Ya, kalau bulan puasa mereka jarang kesini. Nanti setelah Idul Fitri, biasanya wisatawan timteng kembali membludak,” tutur Dudung.

Sementara itu, salah seorang Supervisor Money Chager, Ahmad Ilham mengakui, kepulangan wisatawan Arab Timteng ke negara masing – masing, berimbas pula pada lesunya bisnis penukaran mata uang. Selain itu, Wisatawan Arab pun lebih memilih daerah Warungkaleng-Bogor ketimbang daerah Sukanagalih saat bulan puasa tiba.

“Biasanya dalam kondisi normal, dalam sehari kami bisa menerima sekitar 5.000-7.000 dollar dalam sehari. Akan tetapi sekarang hanya 3000-5000 dollar sehari,” akunya.

Menurutnya, biasanya setelah Lebaran Idul Fitri kunjungan WNA asal Timteng meningkat drastis. Akan tetapi tahun ini kondisinya mungkin aka jauh berbeda. Hal ini melihat dari kecenderungan WNA Timteng banyak yang lebih memilih ke Warungkaleng.

”Berdasarkan informasi yang kami terima, di Warungkaleng wisatawan Timteng jumlahnya lebih banyak,” tuturnya.

Dikatakannya, menurunnya para wisatawan asal Timteng kemungkinan besar karena kerap menjadi korban pencurian. Sehingga timbul penilaian bahwa areal real estate dan vila di Sukanagalih tak aman bagi mereka. Misalnya, kebiasaan wisatawan asal Timteng adalah menyewa vila karena harganya lebih murah. Namun saat meninggalkan vila untuk berwisata ke Cibodas atau Jangari, tiba kembali lagi ke vila, barang-barangnya sudah hilang.

“Kami berharap keamanan bagi mereka terjamin, agar mereka datang lagi ke wilayah Pacet, Cipanas, dan sekitarnya,” tukasnya. (Farhaan Muhammad Ridwan)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

[+] kaskus emoticons nartzco