Joko Purwanto Gandeng Batan Sosialisasikan Padi dari Nuklir bernama Si Denok

oleh
Foto: Farhaan Muhammad Ridwan/ waktunews.com,
H. Joko Purwanto (kanan) saat menerima menyerahan varietas padi unggulan hasil rekayasa nuklir dari Deputi Kepala Batan Bidang Pendayagunaan Teknologi Nuklir, Hendig Winarno, yang disaksikan pihak pejabat Pemkab Cianjur

CIANJUR – Merasa peduli dengan kondisi hasil padi Kabupaten Cianjur yang menurun, anggota Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) dari Daerah Pemilihan (Dapil) Cianjur dan Kota Bogor, H. Joko Purwanto bersama Badan Tenaga Nuklir Nasional (Batan) gelar sosialisasi dan desiminasi hasil penelitin dan pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi nuklir. Salah satunya yaitu produk padi unggul si denok yang disosialisasikan kepada para petani.

Joko Purwanto mengatakan, Kabupaten Cianjur dikenal sebagai kabupaten yang mempunyai padi unggul seperti varietas Pandan Wangi, namun kondisi pertanian cianjur sekarang ini sudah sangat memprihatinkan. Nampak hasil kuantitas pertanian padi semakin tahun terus menyusut,

“Kuantitas produksi beras Pandan Wangi yang sangat terkenal itu, sekarang sangat menurun tergilas industry. Miris sekali,” katanya.

Pihaknya siap mendorong para petani Cianjur untuk meningkatkan produktifitas pertanian salah satunya dengan menawarkan produk hasil dari rekayasa teknologi nuklir hasil bekerjasama Batan dan pemerintah daerah kabupaten Cianjur.

“Nama jenis padi unggulannya yaitu Si Denok,” ucap Joko Purwanto.

Sedangkan Deputi Kepala Batan Bidang Pendayagunaan Teknologi Nuklir, Hendig Winarno memaparkan, Batan melakukan berbagai pengembangan teknologi nuklir, salah satunya pengembangan di bidang pertanian dengan melakukan rekayasa pada varitas padi unggul yang lebih baik dan dapat meningkatkan produktifitasnya.

“Hasil dari pada rekayasa di bidang pertanian padi Si Denok ini cukup baik dari segi kualitas dan kuantitas. Diantaranya, padi ini lebih pulen dan produktifitasnya dapat lebih tinggi,” paparnya.

Lebih lanjut dijelaskannya, tanaman ini memiliki umur 103 hari yang memiliki potensi hasil hingga mencapai 9,1 ton/ha GKG. Tekstur dari hasil tanaman ini terbilang sangat lembut dan pulen ketika sudah diolah. Padi ini juga memiliki ketahanan dari serangan hama seperti wareng batang coklat biotipe 1, 2 dan biotipe 3.

“Tak hanya itu, Si Denok juga sangat cocok ditanam di daerah yang memiliki ketinggian 600 meter dari permukaan laut atau lebih tepatnya di daerah persawahan,” tukasnya. (Farhaan Muhammad Ridwan)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

[+] kaskus emoticons nartzco