Hidangkan Kuliner Tradisional, Rencana Open House Pemkab Cianjur Diapresiasi Pelaku UMKM

oleh
Foto: Ruslan Ependi/ waktunews.com,
Diapresiasi: Mario Devys sebagai pelaku dan motivator dunia UMKM mendukung penuh langkah Bupati dan Wakil Bupati Cianjur yang akan menghidangkan Bubur Ayam, Sate Maranggi, Soto dan Nasi Kuning pada jamuan Open Houe bertajuk Rindu Kampung Halaman Hari Jumat (15/06/2018) mendatang.

CIANJUR – Agenda Open House Bupati dan Wakil Bupati Cianjur bertajuk Rindu Kampung Halaman diapresiasi pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM). Hal itu dikarenakan agenda yang rencananya akan dilaksanakan pada Hari Jumat Tanggal 15 Juni mendatang ini, para tamu akan dijamu dengan berbagai jenis kuliner khas Cianjur, (12/06/2018).

Mario Devys, seorang entrepreneur berskala UMKM menyambut baik gagasan Bupati Cianjur yang akan menyajikan bubur ayam, soto, sate maranggi dan nasi kuning akan mampu mengangkat nama Cianjur ke kancah kuliner nasional.

“Selama ini Pemkab telah mempromosikan Cianjur dengan kuliner buburnya,” katanya.

Mario memaparkan, khusus untuk bubur saja, jika melihat asumsi satu RW saja ada satu tukang bubur, dengan jumlah desa sebanyak 360. Maka Cianjur memiliki sedikitnya 1000 tukang bubur ayam. Jika dihitung nilai ekonominya, dengan penghasilan rata – rata tukang bubur menjual 50 mangkok  per hari maka lebih dari 7, 5 milyar rupiah berputar dari bubur ayam perbulan. Belum lagi jika melihat serapan tenaga kerja, tentunya cukup besar untuk menggerakkan roda ekonomi dan pengentasan kemiskinan.

“Ditambah pula dengan pengenalan Bupati akan komoditas kuliner lain seperti Soto, Sate Maranggi dan Nasi Kuning. Ini akan mengangkat pamor masakan khas tradisional tersebut dimata masyarakat,” paparnya.

Menurut pemilik usaha olahan pertanian, sayur kering dan nasi liwet instan ini, sudah sewajarnya Pemkab Cianjur meningkatkan derajat kuliner jalanan menjadi jamuan pemerintah.

“Saya mengapresiasi kerja nyata dan perhatian Pemkab Cianjur terhadap produk UMKM yang selama ini termarjinalkan,” ujarnya.

Dirinya berharap, kuliner khas Cianjur seperti bubur ayam dan yang lainnya, bisa menjadi jamuan resmi pemkab Cianjur. dan menjadikannya sebagai produk  kuliner yang mendunia.

“Jamuan makan bubur ayam ini menurut saya adalah simbol pemerataan ekonomi,” pungkasnya. (Ruslan Ependi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

[+] kaskus emoticons nartzco