Mentri Yohana: Sekolah Ramah Anak, Wadah Menggali Potensi Anak

oleh

 

Foto: Farhaan Muhammad Ridwan/ waktunews.com,
Mentri PPPA Yahana Yambise menekankan segala hak anak harus terpenuhi demi pengembangan penggalian potensi yang maksimal.

CIPANAS  – Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA), Yohana Yembise menghadiri Percasmi secara rutin dilaksanakan lima tahun sekali dan tahun ini mengangkat tema “Anak Indonesia Cinta Tuhan, Cinta Sesama”. (29/06/2018)

Mentri PPPA dalam sambutannya memaparkan, upaya ini merupakan wujud nyata dari upaya pemenuhan hak anak atas pemanfaatan waktu luang, kreatifitas dan budaya yang tercantum dalam Konvensi Hak Anak (KHA).  Percasmi juga sebagai upaya mengembangkan diri dan menggali potensi yang ada pada diri anak – anak. Dan kegiatan ini dapat dijadikan sarana dalam mencetak generasi anak yang sehat, cerdas, ceria, berakhlak mulia dan cinta tanah air.

“Kegiatan Percasmi ini adalah wadah bagi anak-anak untuk menghabiskan waktu luang dengan kegiatan yang bermanfaat,” Papar Menteri Yohana.

Menurutnya, Konvensi Hak Anak mengamanatkan 5 Kluster Hak Anak diantaranya, hak sipil dan kebebasan, hak lingkungan dan pengasuhan alternatif. Lalu ada pula  hak kesehatan dasar dan kesejahteraan, hak pendidikan, pemanfaatan waktu luang, kegiatan Budaya serta hak perlindungan khusus. Dengan memenuhi 5 Kluster Hak Anak tersebut, maka dipastikan anak akan terjaga kehidupannya sehingga dapat menapaki masa kanak-kanaknya secara optimal.

Foto: Farhaan Muhammad Ridwan/ waktunews.com,
Pembukaan Perkemahan Ceria Anak dan Guru Sabtu Minggu (Percasmi) yang diselenggarakan oleh Persekutuan Gereja – gereja di Indonesia (PGI) tahun 2018 di Cipanas, sebagai lasah satu bentuk Sekolah Ramah Anak yang berupaya memenuhi standar Konvensi Hak Anak Internasional.

Untuk itu, lanjut Mentri Yohana, Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Kemen PPPA) menginisiasi Sekolah Ramah Anak (SRA) dalam rangka pemenuhan hak-hak dasar anak. Sekolah Ramah Anak pada dasarnya meliputi 3 pilar yaitu Sekolah, Orang Tua dan Anak bersama-sama menciptakan kondisi sekolah yang bersih, rapih, indah, inklusif, sehat, aman dan nyaman. SRA juga harus memastikan anak terhindar dari ancaman yang ada di sekolah, seperti ancaman dari kekerasan, karakter buruk, makanan tidak sehat, lingkungan yang membahayakan, rokok, Napza, dan bencana. Sampai dengan Juni 2018, sudah ada 8.599 Sekolah Ramah Anak yang tersebar di 31 Provinsi dan 195 Kab/kota seluruh Indonesia.

“Selain Sekolah Ramah Anak, Kemen PPPA juga mengembangkan sekolah-sekolah berbasis agama menjadi sekolah ramah anak termasuk Gereja Ramah Anak yang sudah mulai di inisiasi oleh beberapa gereja di Indonesia. Harapan saya dengan adanya PERCASMI PGI 2018 ini menjadi peneguhan kembali komitmen bagi peningkatan pemenuhan hak dan perlindungan anak Indonesia demi kepentingan terbaik bagi anak,” pungkasnya. (Farhaan Muhammad Ridwan)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

[+] kaskus emoticons nartzco