Demi Korban Sutet, Massa Mang Gawel Ontrog PLN

oleh
Foto: Asep Hendrayana/ waktunews.com
Massa Mad Peka menuntut PLN bertanggungjawab atas pengobatan serta masa depan pendidikan seorang anak, korban kelalaian PLN dalam pengelolaan teknis Sutet di Cianjur.

CIANJUR – Para pengunjukrasa yang tergabung dalam Masyarakat Advokasi Peduli Kemanusiaan datangi gedung PLN Area Cianjur, di Jalan DR Muwardi (By Pass). Mereka menuntut pertanggungjawaban PLN atas musibah yang menimpa Enda Supriadi (7). Selasa (17/7/2018).

Koordinator aksi, Deni Sunarya alias Mang Gawel menjelaskan, Enda Supriyadi adalah anak yang tersengat aliran Saluran Udara Tegangan Ekstra Tinggi (SUTET) di dekat rumahnya di Desa Sukamanah, Kecamatan Cugenang. Musibah yang menipa Enda, diduga karena da unsur kelalaian dari pihak PLN.

“Pasalnya, fakta di lapangan ditemukan adanya kabel bertegangan tinggi tapi tak terbungkus pengaman,” jelas Mang Gawel.

Menurutnya, mengacu pada UU Nomor 30 tahun 2009, PLN harus melindungi dan bertanggung jawab terhadap pengguna listrik negara apabila terjadi kelalaian teknis yang dapat mengakibatkan korban masyarakat. Untuk itulah PLN wajib bertanggung jawab atas pengobatan Enda hingga sembuh, dan menjamin masa depan pendidikan Enda hingga ke perguruan tinggi.

Pengunjuk rasa yang diterima oleh Asisten Manager PLN Area Cianjur, Agung Wicaksono PLN sendiri mempersilahkan perwakilan pengunjuk rasa untuk diterima sebagai audiens.

Melalui Agung, pihak PLN mangaku sudah menjenguk Enda langsung ke rumah orang tuanya. Dan pihak PLN hanya menyanggupi memberi santunan sebesar Rp. 25 juta dan memberikan biaya Rp1 juta per bulan. Namun hal tersebut ditolak oleh para pengunjuk rasa.

“Kami sudah menawarkan pengobatan medis. Namun keluarga korban bersikukuh melakukan pengobatan alternatif,” katanya.

Hingga akhir Audiensi, tidak didapat kesepakatan dari keduabelah pihak. Dan  masing-masing diberi waktu untuk memikirkan masalah ini. Bila saja dalam tiga hari ke depan belum ada keputusan, pihak pengunjuk rasa mengutarakan akan menempuh jalur hukum. (Asep Hendrayana)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

[+] kaskus emoticons nartzco