Abah Entis, Veteran Perang Kemerdekaan Bernasib Tragis

oleh
Foto: Asep Hendrayana/ waktunews.com
Abah Entis veteran perang kemerdekaan RI dari Organisasi Pertahanan Rakyat bernasib mengenaskan. Dirinya harus hidup miskin dengan kondisi buta kedua matanya.

Naringgul – Veteran perang kemerdekaan bernama Abah Entis (71) warga Kampung Datarkubang RT 03/06 Desa Naringgul Kecamatan Naringgul Kabupaten Cianjur, bernasib memilukan. Delapan tahun dirinya harus tinggal di gubuk mungil serta reyot berukuran 3 x4. Dengan dinding bilik beratapkan asbes gubuk tersebut pun berdiri diatas lahan milik orang lain. .

Abah Entis menerangkan, jangankan untuk membangun rumah, dengan kondisi kedua matanya yang buta disebabkan penyakit katarak yang ia derita sejak dua tahun lalu, kini dirinya hanya mengandalkan biaya hidup sehari – hari dari kiriman anaknya yang kerja diluar daerah.

“Kedua mata abah sudah tidak bisa melihat, tidak bisa bekerja untuk menafkahi keluarga. Kalau untuk makan sehari hari dapat bantuan beras raskin dan terkadang dikasih sama tetangga,” ujarnya.

Abah Entis bercerita, sedikit banyaknya dia pernah ikut berjuang untuk kemerdekaan NKRI dengan bergabung di  Organisasi Pertahanan Rakyat (OPR). Hal ini diutarakan bukan bermaksud untuk meminta imbalan. Namun rasa bangga karena pernah menyumbangkan dan membantu kemerdekan Negara Indonesia tercinta ini.

“Abah belum pernah mendapatkan ataupun meminta bantun,” ucapnya.

Harapannya memiliki rumah yang layak seperti orang lain hanya agar anak keturunannya tidak terlunta-lunta dikemudian hari. Begitu juga kesehatan kedua matanya bisa melihat kembali, agar si abah bisa bekerja dan kembali menapkahi anak istri.

“Tapi sekarang abah engak punya apa-apa. Jangankan membangun rumah dan berobat kedua mata abah, buat makan saja susah,” tutur Bah Entis dengan lirih.

Ketua RW 06 Datarkubang Idam Heli (38) membenarkan kondisi hidup seorang veteran perang kemerdekaan lingkungannya yang tinggal digubuk tidak layak huni serta kedua matanya tidak bisa melihat.

“benar, beliau warga disini,” katanya.

Pihaknya mengaku sudah pernah mengajukan bantuan melalui Desa Naringgul, tapi sampai saat ini belum ada realisasinya. Baik itu bantuan untuk pembangunan rumah maupun untuk pengobatan kedua mata Abah Entis.

“Kalau untuk makan,sehari – hari, abah mendapat bantuan beras Rasta/Raskin setiap datang beras,” akunya.

Gubuk yang sekarang abah Entis tempati, lanjutnya, didapat dari bantuan warga masyarakat setempat. kalau bahan bangunannya dari pribadi sendiri. Dulu Abah Entis terkendala dengan surat – surat kependudukan seperti KTP dan kartu keluarga. Tapi  sekarang sudah mempunyai memilikinya.

“Mudah-mudahan saja dengan sudah lengkapnya persayaratan abah bisa mendapatkan bantuan baik dari Pemerintah atau Dermawan,” tutupnya. (Asep Hendrayana)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

[+] kaskus emoticons nartzco