Calon Wali Murid Anggap PPDB SMAN 1 Cianjur Menyimpang

oleh
Foto: Ruslan Ependi/ waktunews.com
Dedi (52) Calon Wali Murid merasa kecewa ponakannya yang bernilai ujian tinggi harus gagal masuk SMAN 1 Cianjur gara-gara sekolah tersebut lebih memprioritaskan keluarga guru ketimbang peraturan baku dari Mentri Pendidikan.

CIANJUR – Sistem Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) di Sekolah Menengah Atas Negri (SMAN) 1 Cianjur dinilai orang tua/ wali calon murid menyalahi aturan baku. (22/07/2018).

Hal tersebut terungkap setelah Dedi Toser (52), salah seorang wali calon siswa yang mendaftar di SMAN 1 Cianjur dinyatakan tidak lulus. Padahal nilainya cukup tinggi.

“Saya heran, nilai bagus, rangking di SMPnya ke dua. Tapi tidak diluluskan,” katanya.

Dedi lalu mendatangi pihak sekolah guna mempertanyatakan hal tersebut. Jawaban yang diterimanya ternyata ada kebijakan yang menurutnya sangat arogan dan menyalahi Permendikbud Nomor 14 Tahun 2018 Tentang Penerimaan Peserta Dididk Baru.

“Ternyata ada surat edaran dari Kepala Sekolah untuk memprioritaskan keluarga para guru disana terlebih dahulu,” ungkap Dedi.

Dalam surat tersebut, lanjut Dedi, pada poin 2 sub poin 4 disebutkan, proses seleksi dilakukan memalui pemeringkatan oleh system IT berdasarkan jarak domisili. Khusus bagi calon peserta didik anak guru SMAN 1 Cianjur dapat diprioritaskan tanpa melihat jarak domisili.

“Surat ini ditandatangani langsung oleh Kepala Sekolahnya atasnama Haruman Taufik Kertanegara,” tambahnya.

Dedi menjelaskan, keponakannya mendaftar berbarengan dengan dua temannya yang juga dari Kecamatan Cibeber. Untuk urusan nilai, ponakannya tersebut memiliki NHUN yang tinggi, yakni 307,5, dan tidak diloloskan. Tapi dua temannya yang nilainya dibawah ternyata lolos.

“Ternyata ada system pemaslahatan guru di Poin 2, sub poin 4 tadi,” ungkap Dedi.

Menurutnya, apa yang dilakukan oleh pihak SMAN 1 Cianjur sudah melanggar aturan baku tentang PPDB. Terutama soal jonasi yang dikebiri oleh kebijakan KS dengan surat edarannya. Terutama soal Pemaslahan guru Poin 2 sub poin 4 yang memprioritaskan anak guru terlebih dahulu.

“Bagi saya ini pelanggaran. Dan Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat wajib memberikan sangsi tegas terhadap pihak SMAN 1 Cianjur,” pungkasnya. (Ruslan)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

[+] kaskus emoticons nartzco