P2TP2A akan Terus Perangi Kekerasan Terhadap Anak dan Perempuan

oleh
Foto: Asep Hendrayana/ waktunews.com
Kabid Advokasi P2TP2A Cianjur berjanji, walaupun angka kekerasan terhadap anak dan perempuan menurun di tahun 2018, namun seluruh aktivis perlindungan anak dan perempuan akan terus mensosialisasikan gerakan anti KDRT serta pentingnya perlindungan terhadap anak dan perempuan di Kabupaten Cianjur.

CIANJUR – Pusat Pelayanan Terpadu Perberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A) Kabupaten Cianjur terus melakukan sosialisai di sejumlah titik yang dianggap rawan tindak kekerasan terhadap anak. Hal tersebut dilakukan untuk menekan angka  kekerasan dalam rumah tangga, khususnya terhadap anak di Kabupaten Cianiur.

“Tahun ini kami  mengadvokasi  25 kasus. Beda dengan tahun sebelumnya, sekitar 150 kasus,” ujar Kepala Bidang Advokasi P2TP2A Lidya Indiani Umar, usai menghadiri acara Hari Anak Nasional di Gedung Amanah Primkopol Polres Cianjur, Senin (23/7/2018).

Lidya menyebutkan, kasus yang ditanganinya kebanyakan tindak pidana kekerasan terhadap anak dan perempuan seperti pelecehan seksual, pemerkosaan ataupun perlakuan pencabulan lainnya.

“Itu semua sudah masuk ketahap persidangan. Namun belum ada amar putusan,” ucapnya.

Menurut Lidya yang juga mantan aktivis LBH Cianjur ini, kekerasan terhadap  anak bisa terpicu dari efek negatif dari kemajuan teknologi. Mereka, para anak terprontal keseringan nonton gadget, lalu mencontohnya, dan akhirnya terjadilah kekersan seksual.

“Namun tahun ini yang jadi korban rata-rata umur 6 sampai 16 tahun. Beda dengan tahun sebelumnya, 2 – 3 tahun sudah menjadi korban. berarti sudah ada penurunan,” katanya.

Namun P2TP2A tidak hanya sampai disitu, lanjut Lidya, seluruh aktivis yang konsen pada perlindungan anak dan perempuan akan terus bersosialisasi dalam pencapaian penurunan angka kekerasan anak. Karena hasil survei dan laporan titik rawan kekerasan masih terjadi didaerah Cianjur kota dan Ciranjang.

“Seperti salah satu contoh dimana ada satu akun di sosmed club LGBT. Makanya kami akan terus bergerak dan bersosialisasi,” pungkasnya. (Asep Hendrayana)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

[+] kaskus emoticons nartzco