Dinkes Cianjur Beberkan Kondisi Azizah Penderita Gizi Buruk

oleh
Foto: Asep Hendrayana/ waktunews.com
dr. Irfan Nurfauzi Kabid Kesmas pada Dinkes Kabupaten Cianjur yang ditemani Kasi Kesehatan Keluarga dan Gizi Hj. Teni Hernawati memaparkan kondisi Azizah anak penderita gizi buruk akibat pola makan dan pola asuh yang salah.

CIANJUR – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Cianjur memaparkan kondisi terbaru Azizah (9) warga Kecamatan Leles, yang diduga menjadi korban kekerasan dan menderita gizi buruk.

Kepala Bidang (Kabid) Kesmas pada Dinkes Kabupaten Cianjur, dr. Irfan Nur Fauzi menjelaskan, berdasarkan analisa Bidang Kesehatan Masyarakat (Kesmas) Dinkes Kabupaten Cianjur, Azizah dinyatakan menderita gizi buruk. Pasalnya, di usianya yang ke sembilan tahun hanya berbobot sekitar 11 kilogram. Sedangkan pada umumnya di usia tersebut, anak seharusnya memiliki berat 30 kilogram.

“Sejak awal Azizah memang sudah terindikasi menderita gizi buruk. Indikasinya terlihat dari kondisi tubuh anak yang kering,” jelasnya, Senin (30/07/2018).

Irfan memaparkan, kondisi ini sebelumnya sudah terindikasi sejak Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) Leles memeriksa kondisi Azizah di rumahnya. Pada saat itu, puskesmas sempat merawat Azizah. Namun karena keterbatasan alat, sehingga puskesmas pun merujuk Azizah ke rumah sakit (RS).

“Puskesmas sudah berperan sangat aktif dalam persoalan ini. Mereka didampingi polsek setempat, merawat dan merujuk Azizah ke RS untuk mendapatkan penanganan yang lebih serius,” ujarnya.

Menurutnya,  Azizah bisa mengalami kondisi kesehatan seperti ini diakibatkan oleh pola makan dan asuh yang kurang baik. Maka dari itu, pihaknya berupaya untuk memperbaiki kondisi kesehatan Azizah.

“Semua anak Indonesia pada umumnya berhak mendapatkan pelayanan kesehatan. Oleh sebab itu, tugas kami yang juga harus mensukseskan program nasional dalam pengentasan penderita gizi buruk,” ungkap Irfan.

Irfan menegaskan, kasus gizi buruk di Cianjur mengalami penurunan yang drastis dibandingkan tahun – tahun sebelumnya. Hari ini saja, disebutkannya, penderita gizi buruk baru mencapai angka 24 kasus.

“Tahun-tahun sebelumnya angka ini mencapai jumlah ratusan anak. Tapi sekarang, berkat pelayanan yang dimaksimalkan masing-masing puskesmas, bisa kami tekan jauh,”  pungkasnya. (Asep Hendrayana)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

[+] kaskus emoticons nartzco