Dinkes Cianjur Catat Tahun 2018 Anak Derita Gizi Buruk Menurun Drastis

oleh
Foto: Ruslan Ependi/ waktunews.com
Alm. Siti Jahara Zahira (3) anak penderita gizi buruk yang lahir prematur di Samarinda lalu pindah ke Cianjur. Dinkes mencatat penurunan drastis penderita gizi buruk di Cianjur dari angka 323 Tahun 2016 menjadi 24 anak di Tahun 2018 ini.

CIANJUR – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Cianjur memastikan jika kasus gizi buruk di Kabupaten Cianjur terus mengalami penurunan setiap tahunnya. Dinkes berjanji akan terus melakukan upaya pencegahan, baik untuk gizi buruk ataupun penyakit lain yang menghambat tumbuh kembang anak.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Cianjur Tresna Gumilar, melalui Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat (Kabid Kesmas) dr Irvan Nur Fauzy mengatakan, tercatat hanya ada 24 kasus gizi buruk di Cianjur hingga Juli 2018 ini. Angka tersebut menurun drastis dibandingkan 2017 yang mencapai 176 kasus.

“Bahkan kalau dibandingkan dengan 2016, lebih drastis lagi. Mengingat pada dua tahun lalu jumlahnya mencapai 323 kasus. Kami pun pastikan jika hingga akhir tahun angkanya pasti rendah, jauh dari tahun lalu,” katanya, Senin (30/07/2018).

Menurutnya, deteksi dini terus dilakukan untuk melakukan penanganan secara cepat. Di antaranya, indikator dilihat berat badan per umur dan tinggi badan berdasarkan berat badan juga.

“Meskipun ada tanda lain secara medis yang bisa lebih memastikan,” ucapnya.

Kabid Kesmas mengutarakan, untuk menangani gizi buruk di Cianjur, pihaknya terus terjun ke lapangan. Diantaranya dengan melatih para kader di Posyandu guna melakukan penanganan masalah gizi berbasis masyarakat.

“kami lakukan pemberian makanan dan penyuluhan yang dilakukan oleh tim kesehatan,” ujar dr. Irfan.

Selain gizi buruk, lanjut dia, Dinkes Cianjur juga tengah berfokus pada pendataan Cerebral Palsy (CP) atau gangguan gerak yang mempengaruhi otot, gerakan dan keterampilan motorik anak. Hal itu pun akan mempengaruhi pada tumbuh kembang dan asupan gizi pada anak.

“Data pasti penderita CP memang belum ada. Namun memang CP juga akan mempengaruhi pada tumbuh kembang dan gizi, kalau tidak ditangani, arahnya akan menjadi gizi buruk,” pungkasnya. (Asep Hendrayana)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

[+] kaskus emoticons nartzco