Sembarangan Menafsirkan Al Qur’an, Ustad Kupluk Dianggap Menistakan Rosululloh

oleh
Foto: Ruslan Ependi/ waktunews.com
Ketua PC MDS Rijalul Ansor Cianjur, KH. Cepy Hibbatullah berserta para santrinya harapkan adanya klarifikasi dan permintaan maaf dari Ustad Evie Effendie yang dianggapnya telah salah dalam menafsirkan Al Qur’an, serta diduga melakukan penistaan nama baik Rosululloh SAW.

CIANJUR – Video Ustad Evie Effendi yang menafsirkan Al Qur’an Surah Ad Dhuha sebagai pernyataan Allah akan kesesatan ummat manusia sejak lahir. Bahkan sekelas Nabi Muhammad sendiri dalam keadaan sama sesatnya, karena saat masih kecil belum menjadi nabi. ((4/8/2018).

Video tersebut banyak ditanggapi miring, bahkan jadi bahan tertawaan oleh kalangan ulama muda di Kabupaten Cianjur sebagai salah satu contoh kebodohan manusia dalam menafsirkan ayat-ayat Al Qur’an tanpa ilmu. Termasuk oleh Ketua Pengurus Cabang (PC) Majlis Dzikir dan Sholawat (MDS) Rijalul Ansor Kabupaten Cianjur KH. Cepy Hibbatullah.

Menurut ajengan yang juga pimpinan Pondok Pesantren Hibbatussa’diyyah Nagrak, Cianjur ini, perbedaan pendapat para ahli tafsir terhadap ayat Dhoolanfahada tidak sampai berartikulasi negatif. Semuanya bersepakat pada narasi yang positif.

“Ustad kupluk (Evie Effendi) itu justru menyatakan Rosulullohnya yang sesat,” katanya.

Ini bahaya, lanjut Ajengan Cepy, karena buat apa ada irhas kepada calon nabi ?! Dan sesuai dalil atau hujjah yang tepat, Rosululloh itu, sejak lahir hingga masuk fase kenabian tidak pernah berbuat fahis, tidak beribadah terhadap son’am ataupun tuhan berhala lainnya.

“Sejak kecil, Rosululloh tidak melakukan perbuatan yang menjurus kepada kemusrikan atapun kekafiran. Jadi dimana letak sesatnya Rosul ?,”  ucap bapak 4 anak ini.

Menurutnya, pemaknaan kembali kepada Al Qur’an itu kembali pada ahli tafsir Al Qur’an agar tidak salah. Salah satunya tafsir Ruhul Bayan yang menyatakan ayat Dhoolanfahada bermakna, yang sesat itu ummat atau masyarakatnya, pada saat itu. Maka datanglah hidayahnya lewat Rosululloh.

“Jadi bukan Rosulullohnya yang sesat,” tegasnya.

Dalam pandangannya, dengan menyebutkan sesatnya Rosul saat masih kecil adalah sebuah penistaan terhadap Nabi Besar, Rosululloah SAW. Sekali lagi, ini karena semua ahli tafsir sudah mengingatkan jangan sekali-kali memaknai kandungan Al Qur’an akal kita sendiri.

“Saya harap, Ustad Evie Effendie mengklarifikasi serta memohon maaf kepada seluruh ummat Islam,” pungkasnya. (Ruslan Ependi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

[+] kaskus emoticons nartzco