Daniel Tumiwa Dibutuhkan Keahliaannya Oleh Pelaku UMKM

oleh
Foto: Asep Hendrayana/ waktunews.com
Sosok yang ahli dalam ekonomi digital seperti Daniel Tumiwa dibutuhkan pelaku UMKM guna memasarkan produk Cianjur ke pangsa nasional, bahkan internasional. Nampak Daniel Tumiwa (kiri), Kang Orik, Esya Mahendra (Ketua PWI Cianjur) dan Muhammad Ihsan.

CIANJUR –  Dalam sesi berbagi pengalamannya di Kantor Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Cabang Cianjur, Daniel Tumiwa, sebagai Calon Anggota Legislatif (Caleg) dari Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Daerah Pemilihan (Dapil) Cianjur dan Kota Bogor, merasa heran karena produk-produk unggulan Cianjur dikuasai orang luar daerah. (9/8/2018).

Daniel mengaku, ketika mencari produk-produk khas Cianjur, ternyata tidak dijual oleh pedagang-pedagang asli orang Cianjur juga. Hal ini sejalan dengan data yang menunjukkan masih sedikitnya usaha kecil dan menengah yang memanfaatkan kemajuan bangsa digital.

“Saya mencatat, dari 55 juta UKM, yang masuk ke pasar online belum sampai 1 persen,” ucapnya.

Daniel merasa prihatin dengan tingginya angka perempuan usia produktif yang tidak mandiri secara ekonomi, ataupun berprofesi sebagai pekerja berupah minim di Cianjur.  Bahkan banyak pula perempuan yang berangkat menjadi Tenaga Kerja Wanita ke luar negeri. Padahal ekonomi digital dan pemanfatan digital akan membuka peluang seluas-luasnya bagi penduduk di usia produktif.

“Digital ini membuka peluang untuk seluruh warga Cianjur untuk belajar lebih cepat dan gratis. Potensi ini menjadi lahan pekerjaan serta penghasilan dengan pasar yang lebih besar. Ini juga peluang bagi kaum laki-laki yang sulit mencari pekerjaan di perusahaan-perusahaan. Mengingat rekrutmen lebih banyak untuk perempuan,” ungkapnya.

Dengan latar belakang ekonomi digitalnya, Daniel merasa harus dapat memberdayakan lebih banyak orang secara ekonomi. Program-program yang telah dirumuskan kedepannya, akan banyak menyasar perempuan dan pemuda. Karena dua kelompok ini lah yang selama ini paling kurang mendapat perhatian.

“Beberapa kegiatan pemberdayaan akan kami lakukan. Program-program yang akan disinergikan dengan pemerintah daerah Cianjur ini, akan kami bangun dengan semangat partisipatif, kolaboratif dan kreatif. Bersama kita bangun Cianjur yang lebih maju dengan memanfaatkan dunia digital. Dan mari sama-sama membangun bangsa,” tambahnya.

Sementara itu, Pelaku UMKM Cianjur, Ahmad Fikri yang akrab disapa Kang Orik menuturkan, selama mengeluti usaha, dirinya cukup kesulitan untuk memasarkan hasil produk ke tingkat nasional. Meskipun ditingkat lokal dan regional sudah cukup terkenal.

“Memang perlu adanya Wakil Rakyat yang faham dan ahli dalam pemasaran lingkup digital yang saat ini menjadi kebutuhan sebagai penunjang utama bagi pengusaha kecil yang tidak memiliki  modal besar untuk membuka galery atau toko,” ujarnya.

Menurut Kang Orik, selama ini Wakil Rakyat yang datang hanya menawarkan proposal untuk menambah modal atau alat. Namun yang diharapkan pelaku UMKM adalah mereka yang memiliki pemikiran untuk menciptakan pasar bagi pelaku UMKM.

“Sosok Daniel Tumiwa sebagai Pakar Ekonomi  Digital, saya rasa bisa menjadi keterwakilan pelaku UMKM di Cianjur, untuk duduk di parlemen,” pungkasnya. (Asep Hendrayana)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

[+] kaskus emoticons nartzco