700 Ulama Muda Nyatakan Dukung Jokowi – KH. Makruf Amin, dan Siap Perangi Benalu Ideologi NKRI

oleh
Foto: Ruslan Ependi/ waktunews.com.
Ketua Umum FKMC, KH. Cepy Hibbatullah didampingi KH. Dede Badri As Syuyuti sebagai salah seorang putra keturunan pendiri Ponpes Al Musri Ciranjang, dihadapan wartawan nyatakan dukungan terhadap Pasangan Jokowi – KH. Makruf Amin. Dalam prakteknya, FKMC akan melawan setiap hoaks, fitnah dan politisasi agama yang marak terjadi.

CIANJUR – Lebih dari 700an para ulama muda pengasuh Pondok Pesantren (Ponpes) se Kabupaten Cianjur, berkumpul di Ponpes Al Musri Ciranjang, Cianjur, untuk melakukan deklarasi keberadaan Forum Kyai Muda Cianjur (FKMC). (20/9/2018).

Ketua Umum FKMC KH. Cepy Hibbatullah mengatakan, dipilihnya Ponpes Al Musri sebagai tempat deklarasi dikarenakan beberapa kyai muda memang alumni dari Ponpes yang didirikan oleh alm. KH. Ahmad Faqih.

“Termasuk saya juga alumninya,” katanya.

Ulama muda yang biasa disapa Ajengan Hibbat ini menjelaskan,  Forum Kyai Muda Cianjur adalah kumpulan para pengasuh Pondok Pesantren se Kabupaten Cianjur menyatakan diri mendukung dan siap memenangkan pasangan Bapak Ir. H. Joko Widodo dan KH. Ma’ruf Amin sebagai Presiden dan Wakil Presiden RI periode 2019 -2024.

“Hal ini dilakukan, selain karena kinerja Pak Jokowi yang baik, sosok dari KH. Makruf Amin adalah ulama, sekaligus orang tua bagi kami,” jelasnya.

Ajengan Hibbat, yang juga Ketua Pimpinan Cabang Majlis Dzikir dan Sholawat Rijalul Ansor Kabupaten Cianjur, dengan tegas mengemukakan keberadaan (FKMC)  Pengasuh Pondok Pesantren Se Kabupaten Cianjur menolak Politisasi Agama dan isu SARA.

“Mempermainkan isu SARA, menyebarkan Hoaks, fitnah dan memperalat agama untuk kepentingan sesaat fardu dilawan dan ditolak oleh semua elemen masyarakat,” tegasnya.

Selain itu, lanjutnya, kami dari Forum Kyai Muda pengasuh Pondok Pesantren Se Kabupaten Cianjur menolak praktek radikalisasi atasnama agama dan tagar 2019 ganti presiden.

“Radikalisme dan taggar 2019 ganti presiden adalah benalu demokrasi dalam NKRI,” tambahnya.

Dalam mencermati kembali maraknya aksi – aksi intoleransi dan tanda-tanda kemunculan kelompok berideologi transnasional atasnama agama, Forum Kyai Muda pengasuh Pondok Pesantren Se Kabupaten Cianjur siap melawan dan berhadapan langsung. Baik secara keilmuan yang didasari khasanah keilmuan Islam maunpun dalam pengerahan massa.

“Tegas kami nyatakan, menolak Gerakan yang akan merubah Ideologi Negara Kesatuan Republik Indonesia, yaitu Pancasila dan UUD 1945,” pungkasnya. (Ruslan Ependi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

[+] kaskus emoticons nartzco