Biang Kerok Penyerangan Majlis Dzikir dan Sholawat Alumni Gentur di Sukabumi Dicokok Polisi

oleh
Foto: Ruslan Ependi/ waktunews.com.
Dicokok: Para terduga pelaku penghasutan dan pengrukasan Majlis Dzikir dan Sholawat pimpinan Kyai Mamay saat diamankan pihak Kepolisian setempat.

SUKABUMI – Beberapa orang diamankan pihak Polres Sukabumi karena diduga kuat sebagai provokator menyerangan Majlis Dzikir dan Sholawat di Kanpung Ciawitali Desa Pangkalan Kecamatan Cikidang Kabupaten Sukabumi pimpinan Kyai Mamay yang juga alumni dari Pondok Pesantren Gentur Warungkondang, Cianjur pada hari Sabtu, (23 September2018).

Mereka yang terindikasi kuat sebagai provokator sekaligus pelaku menyerangan dan pengrusakan bangunan majlis dzikir dan sholawat tersebut, masing-masing berinisial Wan Ketua RT setempat, Bud selaku ketua pemuda dan Dih.

Deni Sunarya alias Mang Gawel yang bertindak atasnama santri Gentur menyatakan, kejadian diatas buntut dari ketidak pahaman para pelaku pada persoalan agama. Selain itu, pelaku juga dianggap terlalu gampangnya menghukumi suatu persoalan tanpa melakukan proses tabayun terlebih dahulu.

“Para pelaku sebelumnya, pada tanggal 10 September kemarin sudah melakukan pencemaran nama baik Ponpes Gentur, dengan menyatakan dihadapan media bahwa, ajaran Kyai Mamay yang alumni Gentur itu adalah aliras sesat. Ini penghinaan bagi kami,” ujar Mang Gawel.

Menurutnya, dzikir dan sholawat bukanlah kegiatan asing bagi masyarakat muslim Indonesia. Dzikir adalah cara manusia mengingat akan kekuatan dan kekuasaan Yang Maha Adi kodrati yakni Allah SWT. Sedangkan Sholawat adalah cara ummat muslim menyatakan kecintaannya terhadap Muhammad bin Abdullah yang diutus Allah sebagai RosulNya.

“Sesatnya disebelah mana ?! Bila Dzikir dansholawatan dibilang sesat, kami akan tuntut mereka dengan pasal penistaan agama,” tegasnya.

Akibat dari dua peristiwa yang memojokan Ponpes Gentur Warungkondang Cianjur ini, lanjut Mang Gawel, para alumni dan santri dari berbagai penjuru Indonesia pada jengkel. Dari komunikasi yang terjalin, semua alumni dan santri menghendaki adanya proses hukum dan penahanan terhadap siapapun yang menjadi biang keroknya, dan siapapun yang terlibat.

“Ini sudah menyangkut akidah Islam Ala Ahlussunnah Wal Jamaah yang kami yakini,” pungkasnya. (Ruslan Ependi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

[+] kaskus emoticons nartzco