Lapas Kelas IIB Musnahkan Barang Sitaan dari Warga Binaan

oleh
Foto: Asep Hendrayana/ waktunews.com.
Lapas Klas II B Cianjur musnahkan berbagai barang bukti berupa benda – benda yang dilarang dimiliki warga binaan.

CIANJUR – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Klas II B Cianjur musnahkan berbagai barang bukti berupa benda – benda yang dilarang dimiliki warga binaan. kamis, (27/09/2018)

Kepala Lapas Klas II B Cianjur Gumilar Budi Rahayu membeberkan bahwa barang bukti tersebut merupakan hasil razia reguler yang terjadwal yang rutin dilakukan dalam satu bulan empat kali.

“Ada juga barang bukti penyitaan hasil razia insidentil. Artinya, ketika ada info A1, kami langsung lakukan razia,” bebernya.

Lebih detail, ia nenjelaskan barang bukti tersebut merupakan hasil razia selama periode Januari 2016 hingga September 2018.  Barang hasil razianya tersebut berupa telepon seluler sebanyak 191 buah, senjata tajam sebanyak 82 buah, charger sebanyak 124 buah, headset sebanyak 76 buah, power bank sebanyak 103 buah, aki kecil sebanyak 7 buah dan kompor sebanyak 65 buah.

“Kami musnahkan dengan cara dibakar dalam drum. Sebagiannya lagi kami musnahkan dengan cara lain karena dikhawatirkan menimbulkan ledakan” jelas Gumilar Budi Rahayu.

Menurutnya, selain memperketat pengawasan masuknya barang-barang terlarang,  jajaran Lapas Klas II B Cianjur juga mewaspadai praktik penyelundupan narkoba ke dalam Lapas. Karena itu, pemeriksaan bagi pengunjung maupun kalangan pegawai Lapas selalu mengikuti standard operasional prosedur yang ditetapkan.

“Kami berkomitmen menegakkan aturan sebagai bagian dari implementasi program Zero Harlinar (handphone, pungli, dan narkoba),” beber Gumilar.

Gumilar menegaskan, setiap warga binaan yang ketahuan melanggar aturan, sanksi hukumnya sudah jelas. Mereka tak akan mendapatkan remisi (pemotongan masa hukuman), atau masuk di sel khusus.

“Ada sanksi administrasinya. Setiap warga binaan yang melanggar bisa dikenakan sanksi register F, ataupun sel tutupan sunyi,” tegasnya.

Sementara itu, Kepala Bidang Pembinaan Registrasi Pengentasan Anak dan Informasi Kantor Kementerian Hukum dan HAM Jabar, Radi Setiawan mengatakan, pemusnahan barang bukti hasil razia itu menjadi bukti keseriusan terhadap pemberantasan Harlinar di lingkungan Lapas. Fokus razia pada kepemilikan telepon seluler, alat-alat elektronik, serta barang terlarang lainnya.

“Dengan adanya razia yang dilaksanakan rutin maupun insidentil itu bisa meminimalkan atau mengeliminasi terjadinya hal-hal tak diinginkan di dalam lapas,” tandasnya singkat. (Asep hendrayana)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

[+] kaskus emoticons nartzco