PGRI Cianjur Perjuangkan Guru Honorer Lewat Musyawarah

oleh
Foto: Istimewa.
Ketua PGRI Cianjur Jumiati siap memperjuangkan nasib guru honorer dan honorer K2 soal batas usia penerimaan tes CPNS muali dari daerah hingga pemerintah pusat.

CIANJUR – Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kabupaten Cianjur tengah memperjuangkan hak para guru honorer. Baik yang sudah masuk kategori 2, hingga honorer biasa. Pemerintah pusat pun didorong untuk membuat kebijakan yang menjamin kesejahteraan para guru honorer. (28/9/2018).

Ketua PGRI Kabupaten Cianjur, Jumati mengatakan, pihaknya sudah menggelar musyawarah dan rapat secara internal hingga di tingkat provinsi. Dari rapat tersebut, muncul beberapa tuntutan kepada pemerintah pusat, agar proses penerimaan CPNS yang berdasarkan pada SK Menpan RB No. 36 dan 37 tahun 2018 untuk ditunda hingga Menpan RB membuat Surat Keputusan baru mengenai pembatasan usia CPNS.

“Selain itu, PGRI mendesak kepada pemerintah agar segera mengeluarkan PP tentang Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja sebagai penjabaran dari UU ASN No.5 tahun 2014,” kata Jumati.

Foto: Farhaan Muhammad Ridwan/ waktunews.com.
Kondisi ruang kelas yang kosong karena para guru honorer di wilayah Cipanas mogok mengajar akibat protes pada batas usia 35 tahun yang dipatok pemerintah pusat dalam penerimaan tes CPNS bagi para honorer.

Jumiati menerangkan, pihaknya akan berkomunikasi dengan Bupati dan Wakil Bupati Cianjur untuk memberikan jaminan kesejahteraan bagi semua guru honorer. Jika honorer K2 sudah diberi insentif, guru honorer lainnya pun diharapkan bisa diberi isentif serupa.

“Meskipun nanti nilainya tak sama. Yang penting ada perhatian pemerintah kepada guru honorer. Apalagi mereka dihadapkan pada dua masalah, terkait batasan usia dan tidak adanya kuota PNS untuk Cianjur,” ujar Jumiati menerangkan.

Ditanya terkait aksi mogok para guru honorer di Pacet, Jumati mengaku tidak akan melarangnya selama masih pada tujuan memperjuangkan hak para guru honorer itu sendiri.

“Itu sah-sah saja, asal tetap untuk perjuangan. Tapi kami akan tetap dengan jalan secara musyawarah dari daerah hingga ke pusat,” pungkasnya. (Farhaan Muhammad Ridwan)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

[+] kaskus emoticons nartzco