Demi Kemanusiaan, SBY Usul Penghentian Kampanye di Daerah Terdampak Bencana Sulteng

oleh
Foto: Ruslan Ependi/ waktunews.com.
SBY apresiasi langkah cepat Presiden Jokowi menyambangi wilayah terdampak bencana di Sulteng. SBY juga menyarankan penghentian kegiatan kampanye di daerah bencana demi menunjukan rasa solidaritas, dan sekaligus membantu pemerintah untuk mengatasi bencana ini. Baik pada fase tanggap darurat, maupun nanti pada saat rehabilitasi dan rekonstruksi.

JAKARTA – Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Demokrat Soesilo Bambang Yudhoyono (SBY) melalui akun twitter Andi Arief yang mengunggah video saran dan masukan mengenai penanganan bencana di Palu, Sigi dan Donggala Provinsi Sulawesi Tengah (Sulteng) diapresiasi masyarakat netizen. (3/10/2018).

Dalam video berdurasi 2.20 menit tersebut, SBY menceritakan pengalamannya waktu menjadi Presiden RI yang ke 6 saat terjadi bencana di Aceh dan Pulau Nias. SBY meyakini bencana yang terjadi di Sulteng dan Pulau Nias sama besarnya dalam hal jumlah korban.

“Skalanya besdar dan jumlah korbannya juga besar,” kata SBY.

Pimpinan tertinggi partai berlambang Bintang Mersi ini juga mengapresiasi langkah Presiden Jokowi yang cepat tanggap, dengan waktu yang singkat langsung berada di lokasi bencana. Dengan demikian, dalam pandangan SBY, seorang pimpinan dengan cepat pula mampu mengambil keputusan menyangkut operasi tanggap darurat.

“Selain cepat dan tepat, melainkan juga efektif,” imbuhnya.

Menurut Sang Jendral, kondisi darurat bencana di Sulteng ini, disarankan agar khusus di wilayah Sulteng yang terimbas bencana, semua kegiatan kampanye Pemilihan Umum (Pemilu) dihentikan untuk sementara.

“Kita harus menunjukan rasa solidaritas, dan sekaligus membantu pemerintah untuk mengatasi bencana ini. Baik pada fase tanggap darurat, maupun nanti pada saat rehabilitasi dan rekonstruksi,” ujarnya.

Ayahanda dari Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) ini lalu menceritakan kondisi pada saat Pilpres 2009 lalu. Dimana saat itu dirinya masih menjabat sebagai Presiden RI sekaligus juga sebagai Calon Presiden yang maju berkompetisi kembali, dan dijadwalkan melaksanakan kampanye. Namun saat mendengar informasi ada bencana jebolnya Tanggul Situgintung, baik dirinya maupun Yusuf Kalla yang menjabat sebagai Wakil Presiden yang juga sekaligus rivalnya pada Pilpres tersebut, langsung secara spontan dan bersama-sama menghentikan kampanye masing- masing.

“kami berdua bergandengan tangan, menuju kelokasi bencana Tanggul Situgintung dan bersama berusaha mengatasinya,” papar SBY dalam balutan kemeja hijaunya.

SBY juga memaparkan betapa kompleknya pengalaman saat menangani bencana tsunami di daerah Aceh dan sekitarnya. Saat itu, bukan hanya penanganan terhadap korban bencana yang sangat besar, namun juga dihadapkan pada situasi konplik dengan Gerakan Aceh Merdeka (GAM). Maka dirinya secara langsung mengintruksikan semacam gencatan senjata kepada pihak GAM dan tentunya pihak TNI dibawah komandonya sendiri.

“Agar bersama-sama menghentikan opresai militer,” tutup SBY. (Ruslan Ependi).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

[+] kaskus emoticons nartzco