Wabup Cianjur Buka Work Shop Penguatan Implementasi PIS – PK Tahun 2018

oleh
Foto: Istimewa.
Wakil Bupati Cianjur H. Herman Suherman (tengah) membuka Workshop Program Indonesia Sehat dengan Pendekatan Keluarga (PIS – PK) yang diselenggarakan oleh Dinkes Kabupaten Cianjur, mengacu pada Sistem Kesehatan Nasional (SKN) tahun 2012. Kegiatan ini ini memiliki visi dan misi pencapaian pemenuhan hak asasi manusia dalam bidang kesehatan. Kadinkes Cianjur Tresna Gumilar (kiri) sebagai penanggungjawab kegiatan tersebut.

CIANJUR – Wakil Bupati Cianjur H. Herman Suherman membuka Workshop Program Indonesia Sehat dengan Pendekatan Keluarga (PIS – PK) yang diselenggarakan oleh Dinas kesehatan (Dinkes) Kabupaten Cianjur, mengacu pada Sistem Kesehatan Nasional (SKN) tahun 2012, di Aula Gramedia Kompas. Pacet pada hari Senin 1 Oktober 2018 kemarin.

Kegiatan workshop ini merupakan implementasi pembangunan kesehatan

Peserta yang hadir pada kegiatan tersebut antara lain, petugas Puskesmas dan Lintas Sektor dari 45 Puskesmas di Kabupaten Cianjur dengan jumlah 135 orang, terdiri dari Kepala Puskesmas, Pengelola Program dan Kepala Desa. Sedangkan narasumber menghadirkan dari Kementrian Kesehatan RI yaitu dr. Made Diah dan dr. Marion dari Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Jabar.

Dalam sambutannya Wabup Cianjur mengatakan, Puskesmas, dibantu Pemerintah Desa harus dapat mensosialisasikan jenis-jenis pelayanannya. Penguatan dilakukan dengan workshop sebagai implementasi PIS-PK.

“Penetrasi bentuk layanan kesehatannya dengan mendatangi langsung ke setiap rumah – rumah masyarakat. Aksesnya kita dekatkan,” katanya.

Lebih lanjutnya Wakil Bupati menyampaikan, capaian kinerja Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Cianjur terkait penguatan program kesehatan diantaranya, tahun 2017, berkat kerjasama semua elemen, Kabupaten Cianjur meraih pencapaian IPM tertinggi di Jawa barat pada jenjang Kabupaten. IPM ini meliputi bidang kesehatan dan bidang ekonomi diposisi kedua dan juga bidang pendidikan.

“Saya mengapresiasi penerapan PIS-PK di setiap Puskesmas, dan diharapkan masyarakat bisa mendapatkan pelayanan kesehatan yang lebih tinggi dan lebih bermutu kedepannya,” ujarnya.

Sedangkan Kepala Dinas (Kadis) Kesehatan Kabupaten Cianjur Tresna Gumilar menjelaskan, PIS-PK merupakan instrumen pelayanan primer Puskesmas yang harus diperkuat. Sehingga jika Puskesmas kuat dalam pelayanannya, masyarakat tidak usah ke Rumah Sakit.

“Agenda ini memiliki visi dan misi pencapaian pemenuhan hak asasi manusia,” jelas Tresna.

Menurutnya, tujuan kegiatan ini, agar peserta mendapatkan gambaran pelaksanaan program PIS-PK tahun 2018. Peserta bisa mendapatkan informasi tentang kesiapan sumber daya bagi pelaksanaan PIS-PK, mendapatkan komitmen lintas sektoral dan kesepakatan target pencapaian keluarga sehat, serta membuat kesepakatan pelaksanaan PIS-PK tahun 2019 kedepannya.

“Terkait kegiatan ini Dinas Kesehatan dapat mengidentifikasi permasalahan-permasalahan kesehatan yang ditemukan di antaranya Stunting, AKI, AKB, TB Paru, sanitasi serta masalah kesehatan lainnya,” tutup Tresna dihadapan peserta Work Shop. (Ruslan Ependi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

[+] kaskus emoticons nartzco