Pemkab Cianjur Utamakan Penertibkan PKL Tanpa Kekerasan

oleh
Foto: Farhaan Muhammad Ridwan/ waktunews.com.
Seorang pelaku PKL di lokasi yang tertibkan mencoba beradu argumen dengan pihak Pemkab Cianjur yang diwakili oleh SatPol PP, dibantu oleh aparat Polres Cianjur serta pihak TNI.

CIANJUR – Para pedagang kaki lima depan Raja Factory Outlet, Cipanas, bertahan dan rela berhadap-hadapan dengan petugas gabungan dari Satpol PP, Polri serta TNI yang akan menertibkan bangunan Pedagang Kaki Lima (PKL) tersebut, Kamis (11/10).

Kapolres Cianjur AKBP Soliyah menerangkan, kegiatan ini merupakan bentuk sosialisasi dan juga berurusan dengan kesejahteraan. Maka dari itu diharapkan jangan sampai ada permasalahan di lapangan, namun harus secara pendekatan dan persuasif kepada para PKL tersebut.

“Saya harapkan jangan sampai ada gesekan antara petugas dengan para PKL, bagaimana caranya mereka (PKL) itu bisa membongkar dengan sendirinya,” terangnya.

Ia menuturkan, saat ini pihaknya fokus ke lokasi PKL yang ada di depan Raja FO dan tidak boleh menyebar ke wilayah lain.

Kabag Ops Polres Cianjur Kompol Warsito mengatakan, Petugas gabungan sebelumnya telah melakukan apel kesiapan di dekat lokasi. Apa yang dilakukannya itu, sesuai dengan arahan dari wakil bupati Cianjur untuk mengkoordinir pengamanan kegiatan Satpol PP Kabupaten Cianjur dalam penertiban PKL.

“Sebelumnya Pemda Cianjur sudah melakukan rapat pembahasan para PKL di Jalur Raya Cipanas,” katanya.

Ia menjelaskan, saat ini kegiatannya hanya bersiafat sosialisasi. Hal ini dilaksanakan agar para pedagang mau membongkar dengan kesadarannya masing-masing, demi menjaga adanya anggapan bahwa Cianjur itu tidak aman.

“Dalam kegiatan ini tidak ada yang menggunakan kekerasan fisik ataupun kekerasan bahasa. Kita selalu menjaga, jangan sampai ada permasalahan yang muncul di lapangan,” jelasnya.

Sedangkan Dewi Susanti (28) salah seorang pedagang mengaku, ia sudah berjualan di lokasi tersebut selama 28 tahun. Menurutnya ia merasa sedih karena mata pencaharian akan hilang.

“Mau dibongkar, tapi relokasinya di tempat strategis. Bukan di pasar,” katanya.

Ia mengatakan, di belakang lokasi PKL yang sekarang dirinya berjualan ada lahan kosong jadi bisa berjualan agak mundur.

“Sekuat kami akan bertahan di sini. Ada 30 pedagang yang menggantungkan hidup dari berdagang,” katanya. (farhaan muhammad ridwan )

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

[+] kaskus emoticons nartzco