PKL Cipanas Pasrah Kiosnya Dibongkar SatPol PP

oleh
Foto: Farhaan Muhammad Ridwan/ waktunews.com.
Satpol PP Kabupaten Cianjur yang dibantu aparat Kepolisian dan TNI membongkar paksa kios – kios para PKL Cipanas. Wabup Cianjur menjanjikan relokasinya ke Pasar Cipanas dengan konfensasi bebas pajak selama satu tahun.

CIPANAS –  Pedagang kaki lima (PKL) di jalan raya Cimacan pasrah tidak melakukan perlawanan saat kios tempat mereka berjualan dibongkar Satpol PP Cianjur, Jumat (19/10).

Wakil Bupati Cianjur, Herman Suherman menjelaskan pembongkaran tersebut sudah sesuai kesepakatan dengan para pedagang. Didalam kesepatan tersebut, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Cianjur menjamin keberlangsungan usaha para pedagang dengan menempatkannya di pasar Cipanas, dan memberi kompensasi bebas pajak selama satu tahun.

”Kita beri waktu satu minggu dan deadline-nya tadi malam jam 00.00. Hari ini kita bongkar dan Alhamdulillah, kondusif. Barang dagangannya kita amankan dan kembalikan ke para pedagang,” ujarnya.

Herman menambahkan, rencananya, lahan bekas jualan PKL itu akan ditanami pepohonan untuk mengantisipasi banjir.

Sementara Kepala Bidang Penegakkan Perda Satpol PP Cianjur, Robbi Erlangga mengatakan, pembongkaran dilakukan karena pedagang di jalan raya Cimacan tidak membongkar kios mereka sendiri, sesuai kesepakatan antara koordinator pedagang dengan Pemkab Cianjur. Sehingga akhirnya, pembongkaran pun dilakukan oleh aparat.

“Seharusnya, hari kemarin (Kamis, Red) itu dibongkar oleh mereka sendiri. Pada kenyataannya, hari kemarin tidak ada pembongkaran. Terpaksa hari ini, kami bersama jajaran DIM bangunan liar melaksanakan pembongkaran secara paksa,” katanya.

Sedangkan Dewi (28), salah seorang pedagang yang kiosnya dibongkar mengaku pasrah dan merasa kecewa terhadap pembongkaran ini.

“Mau gimana lagi, tempat kita sudah dibongkar, kita cuma bisa pasrah,” keluhnya.

Dewi mengaku bingung akan berjualan di mana, karena tidak punya tempat lain untuk berjualan. Dirinya enggan menempati tempat relokasi yang sudah disediakan pemerintah di pasar Cipanas.

” Kita para pedagang gak mau di sana, awalnya kita dijanjikan di terminal atas. Tapi ternyata malah ditempatkan di pojok basement, sulit dapat pembeli,” tukasnya. (Farhan Muhammad Ridwan)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

[+] kaskus emoticons nartzco