Disangka Dukung Capres Tertentu, ASN Cianjur Dilaporkan LRJ ke Bawslu

oleh
Foto: Ruslan Ependi/ waktunews.com.
Ketua LRJ Agus Muljani (kanan) saat menyambangi Kantor Bawaslu Kabupaten Cianjur guna memberikan surat tembusan sekaligus laporan soal dugaan ketidaknetralan seorang ASN berinisial HN.

CIANJUR – Seorang Aparat Sipil Negara (ASN) yang juga dekan dan dosen Fakultas Hukum Universitas Suryakencana (Unsur) Cianjur berinisial HN diadukan Laskar Rakyat Jokowi (LRJ) ke Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Cianjur karena Tanggal 18 oktober kemarin, saat acara Wisuda Unsur di Agra Hotel Cipanas, HN berfose bersama dua mahasisnya dengan bentuk jari seolah mendukung Pasangan Capres tertentu pada Pemilihan Presiden (Pilpres) Tahun 2019 mendatang. (20/10/2018).

Ketua LRJ Kabupaten Cianjur Agus Muljani menerangkan, pada hari Sabtu 20 Oktober 2018  pihaknya telah melayangkan surat permintaan klarifikasi kepada HN.

“Sudah kami tempuh itu,” terang Agus.

Agus mengatakan, HN adalah itu menjabat sebagai dekan dan juga dosen pada Fakultas Hukum Unsur Cianjur. Artinya, yang bersangkutan itu seorang ASN dan harus netral dari praktik dukung mendukung diajang politik praktis.

“Larangan tersebut sudah lama ada,” katanya.

Foto: Istimewa.
HN dan dua mahasiswa yang menurut dugaan LRJ menunjukan sombol dukungan kepada salah satu pasangan Capres/Cawapres 2019 mendatang.

Ketua LRJ lalu menjelaskan, apa yang diadukannya ke Bawaslu Cianjur karena HN telah mengunggah gambar di media sosial, yang diduga keras bermuatan dukungan politik pada salah satu pasangan Capres/Cawapres dengan simbol dua jari (pasangan Nomor 02).

“Patut di duga, saudari  HN, sebagai ASN dan juga dosen ini telah mengajak mahasiswanya untuk melakukan fose dengan menunjukkan dua jari,” jelasnya.

Agus lalu memaparkan, sebagaimana diatur dalam pasal 2 huruf f Undang-Undang Nomor 5 Tahun 2014 tentang ASN bahwa, setiap pegawai ASN tidak berpihak dari segala pengaruh manapun dan tidak memihak kepada kepentingan siapa pun. Oleh karenanya, LRJ meminta klarifikasi dari sdr. Henny Nuraeni.

“Kami juga menembuskan surat permintaan klarifikasi ini ke Bawaslu Kabupaten Cianjur sebagai laporan. Dan kami berharap Bawaslu cepat tanggap serta menindaklanjutinya,” Tutup Agus.

Sayangnya, baik dari pihak Bawaslu Cianjur dan Unsur Cianjur belum memberikan jawaban saat persoalan ini dikompirmasikan melalui pesan aplikasi WA ke nomor handphone masing – masing. (Ruslan Ependi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

[+] kaskus emoticons nartzco