Program BSPS Sentuh Masyarakat Kecamatan Sukaresmi

oleh
Foto: Farhaan Muhammad Ridwan/ waktunews.com.
Kades Cikancana Iyus Rustam (jaket Loreng) saat meninjau 1 dari 50 unit rumah penerima Program Pembangunan Sejuta Rumah dari pemerintah pusat melalui Kementria PUPR RI dengan BSPS sebagai program keterusannya. Program ini direalisasikan di Kecamatan Sukaresmi sebanyak 100 unit rumah.

CIANJUR – Program Nasional Pembangunan Sejuta Rumah dari pemerintah pusat melalui Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), dengan Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) sebagai program keterusannya realisasikan pembangunan 50 unit rumah di Desa Cikancana Kecamatan Sukaresmi, Cianjur. (26/10/2018).

Kepala Desa Cikancana Iyus Rustam Fredi menjelaskan, saat ini Pemdes Cikancana memang tengah merealisasikan program pembangunan melalui BSPS berjumlah 50 unit. Dasar program nasional ini mencakup pembangunan perumahan swadaya yang ditujukan bagi Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR).

“Perumahan swadaya ini diartikan sebagai perumahan yang dibangun atas prakarsa dan upaya masyarakat. Pemerintah kemudian membagi pemenuhan rumah swadaya ini ke dalam dua kategori yakni pembangunan rumah baru dan peningkatan kualitas Rumah Tak Layak Huni (RTLH),” jelasnya.

Iyus Rustam memaparkan, upaya untuk mengurangi RTLH dan pemenuhan Program Nasional Pembangunan Sejuta Rumah, Kementerian PUPR merilis program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS). Selain terdapat di dalam amanat RPJMN 2015 – 2019, penyaluran BSPS juga dilandasi oleh Undang-Undang Nomor 1 tahun 2011 tentang perumahan dan Kawasan Permukiman Pasal 54 ayat (3) huruf b.

“Bantuan pembangunan rumah bagi MBR dari pemerintah dapat berupa stimulan rumah swadaya. BSPS merupakan pengungkit kesadaran swadaya dari masyarakat agar di lingkungannya tak ada lagi RTLH,” papar Iyus Rustam.

Dirinya mengharapkan, program ini bisa meningkatkan kesadaran keswadayaan dalam pembangunan atau peningkatan kualitas rumah beserta Prasarana, Sarana, dan Utilitas Umum (PSU).

“Besarnya bantuan Rp 15 juta, dalam bentuk bahan bangunan, dan diberikan secara bertahap. Jika dinilai masih kurang, pembangunan sendiri dilakukan secara gotong royong,” katanya.

Selain Desa Cikancana, lanjut Iyus Rustam, bantuan tersebut juga diberikan ke Desa Rawabelut dengan 25 unit dan Desa Ciwalen sebanyak 25 unit. Untuk bisa mendapatkan BSPS, MBR yang tinggal di dalam RLTH tak bisa semata-mata mengajukan sendiri, melainkan harus diawali oleh usulan bupati atau wali kota.

“Hal ini sesuai dengan peraturan Menteri PUPR nomor 13 tahun 2016 untuk memilih calon penerima bantuan (CPB). Adapun kriteria CPB yang dimaksud antara lain adalah warga negara Indonesia (WNI), masuk kategori MBR dengan penghasilan di bawah Rp 4 juta, dan memiliki atau menguasai tanah,” tukasnya. (Farhan Muhammad Ridwan) 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

[+] kaskus emoticons nartzco