Keluarga Korban Pesawat Lion Air JT 610 Asal Cianjur Tunggu Kabar

oleh
Foto: Farhaan Muhammad Ridwan/ waktunews.com
Mertua salah seorang korban jatuhnya pesawat Lion Air JT 610 di perairan Karawang, Iis Sholihah (66) tetap berharap menantunya tersebut bisa diketemukan dalam keadaan selamat.

CIANJUR – Iis Sholihah (66) tidak pernah menyangka bahwa menantunya yang bernama Muhammad Nasir (31) dikabarkan menjadi salah satu korban jatuhnya pesawat Lion Air JT 610 di perairan Karawang, Jawa Barat, pada Senin (29/10) kemarin.

“Begitu kemarin anak saya dapat telepon bahwa suaminya menjadi salah satu penumpang yang jatuh, langsung dia bergegas pergi ke jakarta,” tuturnya di kediamannya Jalan Mangunsarkoro Gang Rinjani 2 Rt 03/14 Kelurahan Sayang Kecamatan Cianjur.

Iis mengatakan, awal informasi tersebut ia dapatkan dari perusahaan dimana menantunya bekerja bahwa, pria asal Aceh yang baru menikahi putrinya Dian Daniati (27) tiga tahun lalu. Menjadi salah satu penumpang pesawat Lion Air JT 610 jurusan Jakarta – Pangkalpinang.

Diakuinya, menantu yang baru memberikan satu cucu tersebut, sebelumnya kejadian ia sempat merasakan firasat buruk.

“Memang beberapa hari lalu sebelum kejadian, di samping lagi sakit, hati saya terus bergetar tidak tenang. Dalam batin saya bertanya-tanya, mau ada apa ini,” ujarnya.

Meskipun demikian, dirinya masih berharap besar menantunya tersebut bisa ditemukan dengan selamat. Dan bisa berkumpul lagi dengan keluarganya.

“Saya mengharapkan menantu saya selamat. Dimata saya sebagai menantu yang baik hati, bertanggung jawab dan sayang sama keluarganya,” harapnya sambil meneteskan air mata.

Sementara itu, petugas pelayanan kantor Jasa Raharja Cabang Cianjur, Suryadi Kusamah mengatakan, pihaknya memastikan bahwa penumpang yang berdomisili di Cianjur ini hanya satu orang yaitu atas nama Muhammad Nasir.

“Iya kang,kami pastikan korban pesawat Lion Air JT 610 di Kabupaten Cianjur hanya satu orang,” paparnya saat bersamaan menyambangi kediaman keluarga korban.

Suryadi mengatakan, data korban tersebut ia dapatkan dari kantor Jasa Raharja Pusat untuk mendata keluarga korban di wilayah masing-masing cabang Jasa Raharja.

“Mendata keluarga korban maskapai ini, kami laksanakan serentak semua korban se-indonesia,” pungkasnya. (farhan muhammad ridwan)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

[+] kaskus emoticons nartzco