Masyarakat Berkebun di Lahan HGU PT. MPM yang Terindikasi Terlantar

oleh
Foto: Farhaan Muhammad Ridwan/ waktunews.com.
Masyarakat Desa Batu Lawang Kecamatan Cipanas menanami lahan HGU milik PT. MPM yang terindikasi terlantar dengan tanaman holtikultura. Indikasi terlantar tersebut berdasarkan surat ke tiga dari BPN Provinsi Jabar.

CIANJUR – Badan Pertanahan Nasional (BPN) Provinsi Jawa Barat mengeluarkan surat peringatan ke III (terakhir) pada (10/2) tahun 2012 kepada PT Maskapai Perkebunan Moelia (MPM), yang menyebutkan areal Hak Guna Usaha (HGU) seluas 542,8964 Ha dari total HGU seluas 1.020,8964 Ha di Desa Batu Lawang Cipanas terindikasi terlantar. (1/11/2018).

Diketahui lahan HGU tersebut tersebar di tiga desa yakni, Desa batulawang Kecamatan Cipanas, Desa Sukanagalih Kecamatan Pacet dan Desa Cibadak Kecamatan Sukaresmi. Pantauan dilapangan, banyak lahan HGU yang sebelumnya diperuntukan untuk perkebunan teh, kini menjadi perkebunan sayur mayur. Ada pula yang menjadi pemukiman masyarakat.

“Ya, tanah HGU PT MPM sudah teridikasi terlantar, itu berdasarkan surat peringatan ke I, II, dan ke III. Bahkan sudah keluar juga surat dari BPN Wilayah Jabar yang terbaru tanggal 20 April 2017 yang menyatakan tanah HGU atas nama PT MPM dari total luas 1.020,8964 Ha, hanya 62,5014 Ha yang dikuasai PT MPM, dan ditanami teh, emplasmen dan kolam air tawar,” ujar Tokoh Masyarakat Cianjur Wilayah Utara Dedi Lauhul Paris.

Dijelaskannya hasil dari identifikasi BPN, sisanya, tanah yang dikelola dan dikuasai masyarakat seluas 958,3950 Ha. Tanah tersebut digunakan untuk kebun campuran, pemukiman, pemakaman, lapang olahrga, sekolah, hingga ada juga kondisinya yang masih semak belukar.

“Jadi saat ini kondisinya tanah HGU dimanfaatkan oleh masyarakat. Ini karena selama ini masyarakat menilai tanah tersebut terindikasi terlantar selama berpuluh – puluh tahun tidak dimanfaatkan untuk perkebunan teh,” jelas Dedi.

Dedi memaparkan, seluruh putusan dan peringatan dari BPN Kanwil Jabar ini sudah tertuang ke dalam berita acara hasil inventarisasi dan verifikasi data penggarap tanah HGU PT.MPM yang terindikasi terlantar lewat data base tahun 2010 (no.05/VIII/september/P3M/2015). Adapun hasil analisisnya bahwa, PT MPM Ciseureuh berdasarkan surat pernyataan tanggal 29 september 2016 telah menyatakan kesanggupan untuk melaksanakan penanaman dilahan yang belum ditanami, sesuai dengan peruntukan yang diberikan yaitu tanaman teh. Namun kenyataanya, hingga saat ini masih banyak lahan yang belum ditanami teh.

“Makanya, warga berharap pihak kementrian ATR/BPN segera menertibkan lahan PT.MPM yang secara yuridis, dan fakta dilapangan belum dimanfaatkan lagi peruntukannya sebagai tanaman teh,” paparnya.

Sementara itu, Koordinator Lapangan PT MPM Dendi Hardimulia mengatakan, pihaknya mulai menggandeng petani penggarap berbarengan dengan sosialisasi program untuk penertiban lahan dari 12 HGU yang dimiliki PT MPM.

“Ada lahan yang masih digarap warga dan kami berusaha menertibkan. Kami tak akan merugikan masyarakat, mereka akan jadi binaan, diberi waktu sampai panen hortikultura yang mereka tanam. Lalu mereka akan kami gandeng,” katanya saat ditemui awak media.

Dia menuturkan, program untuk para petani penggarap akan diregister setiap tahunnya. Para petani  akan diberi honor perbulan dari upah hariannya. saat ini pihaknnya membantu mengkoordinir warga dan petani penggarap agar mereka sejahtera. Untuk permasalahan semua titik pihaknya masih menunggu BPN yang akan menentukan semua titik koordinatnya. Sedangkan untuk sistem kerjasama  bagi hasil, pihaknya akan bermusyawarah lagi.

“Kami ini memiliki HGU total 1020 hektare. Sedangkan masa berlaku HGU tersebut sampai 2022 dan masih hak MPM. Apabila di lokasi ada bangunan dan lainnya, maka sepenuhnya diserahkan kepada proses hukum. Ke depan, kami akan terus melakukan penertiban dan akan membentuk tim,” tutur Dendi.

Dendi menerangkan, saat ini petani penggarap kebanyakannya menanam tumbuhan hortikultura seperti bawang dan tanaman sayuran. “Ke depan kami persiapan pembibitan teh dan kopi. Program lainnya akan disosialisasikan lebih lanjut,” pungkasnya. (Farhan Muhammad Ridwan)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

[+] kaskus emoticons nartzco