Desa Sindanglaya Bangga BUMDes Budi Daya Lelenya Diapresiasi Kemendes RI

oleh
Foto: Farhaan Muhammad Ridwan/ waktunews.com.
Dadang Fason Haji saat menjelaskan keberadaan BUMDes Sindanglaya yang menjalankan usaha budi daya ikan lele metode bioflok dihadapan Pejabat Kemendes RI.

CIANJUR – Pemerintahan Desa (Pemdes) Sindanglaya merasa bangga Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) dari sektor budidaya ikan lele yang dikelola Karang Taruna setempat dijadikan  proyek percontohan Kementrian Desa RI melalui Subdit Sumber Daya Air Pertanahan dan Maritim. (9/11/2018).

Pejabat Kepala Desa Sindanglaya Muhtar mengutarakan, apa yang diuapayakan BUMDes dengan jenis usaha budi daya ikan lele dengan metode bioflok oleh Organisasi Karang Taruna mendapatkan perhatian khusus dari Kemendes RI.

“Alhamdulillah, artinya, apa yang dilakukan tidak sia-sia dan membuahkan hasil baik,” katanya.

Dirinya berharap, kedatangan rombongan dari Kemendes yang disertai dengan berbagai macam bantuan berupa penambahan media bioflok untuk budi daya ikan lele, Becak Motor (Caktor), pakan ikan serta benih lele ini, bisa dimanfaatkan dan dikelola dengan baik.

“Semoga bisa ditularkan kreatifitas ini untuk para pemuda yang lain. Dan semoga saja menjadi acuan meningkatnya taraf hidup ekonomi masyarakat Sindanglaya,” ucapnya.

.Ketua Karang Taruna Nagasari Unit RW 9 Kampung Babakan Dadang Fason Haji mengaku, pihaknya sangat menyambut baik dengan adanya bantuan dari Kemendes RI. Hal ini diyakini bisa mendorong pemberdayaan masyarakat dalam pengembangan budi daya ikan lele di Sindanglaya.

“Insya Allah, ini akan mendorong kemajuan usaha lele kami,” akunya.

Menurut Dadang, untuk pengembangan budi daya ikan lele dengan metode bioflok, tidak bisa dilakukan sembarangan. Misalnya, harus diperhatikan kadar air PH 5 sampai 7, dan kandungan nutrisi serta proteinnya (ppm) 750 sampai 850.

“berbeda dengan budi daya konfensional dikolam tanah,” paparnya.

Dijelaskannya, air yang dihasilkan bekas budidaya ikan lele metode bioflok kaya akan manfaat lain. Yakni bisa digunakan sebagai pupuk untuk penanaman sayuran.

“Seperti selada, sawi ataupun tanaman sayuran lainnya,” jelasnya.

Untuk masa depan jenis usaha yang dirintisnya bersama BUMDes Sindanglaya ini, Dadang merasa optimis. Karena meski baru dirintis, pihaknya sudah menerima permintaan pasar dari Negara Brunai Darussalam sebesar 20 ton per minggu.

“Intinya, Dengan adanya bantuan dari Kemendes RI ini, usaha kami akan semakin meningkat dalam memenuhi kuota permintaan pasar tadi,” imbuhnya.

Pendamping Lokal Desa, Kecamatan Cipanas, Helmy Hilmansyah mengungkapkan, pihaknya berawal dari hasil obrolan dengan salah seorang perwakilan yang memiliki gagasan di bidang ikan air tawar, dan mengajukan ke pendamping desa, hingga akhirnya ke Kemendes.

“Alhamdulillah, karena melihat potensi desa, yang salah satunya bisa mengelola ikan lele dengan sistem bioflok, sehingga kami memfasilitasi itu. Dan pengembangan ini sistem pertanian Lektes akan jadi unit usaha Bumdes,” Tutup Helmy. (Farhan Muhammad Ridwan)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

[+] kaskus emoticons nartzco