Pemkab Cianjur Upayakan Menekan Jumlah Pengidap LGBT

oleh
Foto: Farhaan Muhammad Ridwan/ waktunews.com
Acara Desiminasi Penanganan Konflik Sosial guna mempetakan penyebaran dan sekaligus mencari solusi dalam penanganan prilaku penyimpangan LGBT di Kabupaten Cianjur.

CIPANAS – Desiminisasi Penanganan Konflik Sosial terutama masalah Lesbian Gay Biseksual dan Transgender (LGBT) di Kabupaten Cianjur terus dilakukan oleh jajaran Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Cianjur, guna mengurangi dampak sosial yang akan terjadi kedepan.

Sekretaris Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kabupaten Cianjur Tatang Basari menuturkan, populasi LGBT ini sekitar 1000 orang se – kabupaten Cianjur berdasarkan data pemerintah setempat, KPA (Komisi Penanggulangan Aids), dan KPAI (Komisi Perlindungan Anak Indonesia). Perkembangannya hingga kini, selalu mangalami peningkatan penularan pertahunnya.

“Ini meresahkan karena sudah sampai ke pelosok. Pendekataan yang dilakukan kami (Pemkab. Red) dengan cara persuasif. Baik melalui bidang pendidikan maupun ruang lingkup pemerintah,” ujarnya.

Menurutnya, beberapa faktor yang bisa mempengaruhi peningkatan LGBT di daerah seperti, niat. Seseorang yang tadinya tidak ada niat, bisa berbuat arah menjadi berniat ikut dalam penyimpangan perilaku negatif tersebut.

“Yang pasti masa depan orang tersebut akan kurang baik, dan akan sesat,” katanya.

Tatang menambahkan, Pemkab Cianjur sudah berupaya untuk menekan penyebaran LGBT dari berbagai sector. Seperti sosialisasi, ataupun pendekatan persuasif kepada pengidap LGBT.  Berdasarkan penelitian, kami lakukan rekrutmen terus-menerus, seperti dalam hal bisnis Multi Level Marketing (MLM).

“Penyimpangan ini lebih cepat dibandingkan dengan penyimpangan perilaku lain,” imbuhnya.

Sementara Sekretaris MUI Kecamatan Cipanas Ustad Abdul Aziz Hamdan memaparkan, bahwa ini merupakan salah satu ujian manusia sejak zaman Nabi Luth, AS. Dan hal ini masuk dalam katagori perbuatan zina yang jelas hukumnya adalah adalah, haram. Ketika sesuatu itu haram, maka jelas perbuatannya adalah dosa besar..

“Upaya kita, sebenarnya kembali lagi terhadap kesadaran kita sendiri sebagai umat musim. Artinya, kembali lagi dari iman seseorang,” paparnya.

Sedangkan Pejabat Kepala Desa Sindanglaya Muchtar menyatakan, sangat mengapresiasi langkah dari Pemkab Cianjur yang terus menekan penyebaran prilaku LGBT. Makanya, untuk mensukseskan sosialisasi kepada masyarakat, pihaknya mengundang para tokoh masyarakat, tokoh agama dan tokoh pemuda se wilayah Cipanas.

“Diharapkan melalui sosialisasi dan diskusi seperti ini masyarakat luas bisa terbuka pemikirannya dan mengetahui bahaya LGBT. Kami pun akan mensosialisasikan bahaya LGBT ini kepada warga masyarakat,” tandasnya. (Farhan Muhammad Ridwan)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

[+] kaskus emoticons nartzco