Deding Ishak Rampungkan Bak Air dan Pipanisasi Bersama Kemensos RI

oleh
Foto: Farhaan/ waktunews.com.
Anggota Komisi VIII DPR RI Deding Ishkak (kanan) bersama masyarakat dan Kemensos RI resmikan Tugu Kampung Keserasian Sosial.

CIANJUR – Anggota DPR – RI Komisi VIII Deding Ishak dan Kementrian Sosial (Kemensos) RI bersama masyarakat Kampung Selaawi Desa Cibodas Kecamatan Pacet rampungkan pembuatan bak penampungan air bersih dan pipanisasi. (19/11/2018).

Anggota DPR RI Komisi VIII Deding Ishak menjelaskan, kedatangannya kali ini sama sekali tidak ada unsur politik. Tapi semata-mata menjalankan tugas sebagai anggota DPR RI yang saat ini bekerjasama dengan Kemensos RI dalam menyalurkan berbagai program-program di bidang perlindungan sosial yang salah satunya adalah kegiatan keserasian sosial.

“Fokus kami adalah pencegahan. Jadi kami yang jemput bola turun ke masyarakat. Misalnya melalui Kampung Keserasian Sosial,” jelasnya

Pihaknya mengatakan, selama ini terus melakukan pembinaan, pemantauan dan memberikan motivasi kepada masyarakat pada pelaksanaan program di kampung keserasian sosial agar bisa berjalan dengan baik. Yakni demi membangun dan memperkuat kerukunan warga untuk menciptakan harmonisasi sosial di masyarakat pada daerah rawan konflik.

“Program ini diharapkan bisa mencegah dan mengatasi konflik sosial,” katanya.

Di Kabupaten Cianjur ini, lanjut Deding, ada empat daerah yang menerima manfaat dengan dibentuk forum keserasian sosial. Tugasnya adalah memetakan hingga menyelesaikan permasalahan sosial yang terjadi.

“Diharapkan, terbentuknya Forum Keserasian Sosial ini menjadi media penyampai pesan dan aktivitas perdamaian di masyarakat,” imbuhnya.

Ketua Forum Keserasian Sosial “Selaawi Jinawi” Desa Cibodas Ade Kusmawardi menerangkan, selesainya pembangunan bak penampungan air dan pipanisasi ini ditandai dengan peresmian tugu keserasian sosial. Sekaligus pembukaan sarasehan keserasian sosial tematik 2.

“Alhamdulillah pekerjaan fisik bak penampungan air dan pipanisasi untuk sekitar 1000 orang warga bisa selesai. Ini berkat kerjasama yang baik dari masyarakat dan semua pihak,” ujarnya.

Diakuinya, sebelum ada bak penampungan air bersih ini, permasalahan yang terjadi di Kampung Selaawi  ialah pemanfaatan air bersih yang sulit. Karena selama ini ketika tanggul jebol berpotensi tidak adanya air bersih ke masyarakat baik untuk pertanian maupun kebutuhan sehari – hari.

“Melalui forum keserasian sosial inilah pembahasan, hingga solusi ditemukan,” pungkasnya. (Farhan Muhammad Ridwan)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

[+] kaskus emoticons nartzco