Perketat Peredaran Narkoba, BNN Luncurkan Program Desa Bersinar

oleh
Foto: Farhaan/ waktunews.com
Penandatanganan komitmen dan peluncuran Program Desa Bersinar oleh BNN RI diikuti semua unsur pemerintahan di Kabupaten Cianjur. Baik itu Pemkab, Polres dan Dandim 0608/Cianjur.

CIANJUR  – Penandatanganan komitmen sekaligus peluncuran program Pelopor Desa Bersinar yang digagas Badan Narkotika Nasional (BNN) dilakukan Bupati Cianjur, Kapolres Cianjur, dan Dandim  0608/Cianjur, bertempat di Gedung Assakinah. Hal ini dilaksanakan untuk menyikapi peredaran narkotika yang tak hanya merambah wilayah perkotaan. Namun sudah memasuki wilayah desa. (19/11/2018).

Kegiatan tersebut diikuti anggota Babinsa, Bhabinkamtibmas, Kepala Desa/Lurah plus Kepala Puskesmas (Kapus) yang ada di wilayah Kabupaten Cianjur. Pada kesempatan itu, BNN juga meluncurkan buku panduan Desa Bersinar (bersih narkoba), dan penandatanganan komitmen bersama dalam menciptakan Desa Bersinar.

Kepala BNN RI, Komjen Pol Drs Heru Winarko, mengatakan, kondisi saat ini belum ada desa yang benar – benar bersih dari penyalahgunaan narkoba. Sehingga langkah sosialisasi sebagai upaya preventif  terus dilakukan.

“Pernah ada sayembara di sebuah kabupaten, dimana bupatinya menyediakan hadiah bagi desa yang benar – benar bersih dari narkoba. Dan ternyata tak ada satupun pemenangnya,” kata Winarko.

Winarko mengemukakan, Program Desa Bersinar melibatkan tiga pilar yaitu TNI (Babinsa), Polri (Bhabinkamtibmas) dan Pemerintah Daerah termasuk Kades, Lurah, dan Kapus tersebut diharapkan bisa menjadi ujung tombak dalam mencegah dan memberantas peredaran narkotika yang sudah sangat memprihatinkan.

“Untuk merealisasikan program tersebut, BNN provinsi Jabar melalui BNN Cianjur menggelar kegiatan optimalisasi dan percepatan program pencegahan, pemberantasan, rehabilitasi, penyelahgunaan dan peredaran gelap Narkoba melalui peran tiga pilar,” jelasnya.

Menurutnya, sosialisasi yang dilakukannya tersebut diamanatkan oleh UU No 35 Tahun 2009 Tentang Narkotika. Program Pencegahan Pemberantasan, Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkoba (P4GN),  serta pemahaman bahaya radikalisme di wilayah Jabar sudah dilakukan di sembilan kabupaten/kota.

“Selain pencegahan dan pemberantasan, BNN pun menyelenggarakan program rehabilitasi. Program ini diperuntukan bagi masyarakat korban peredaran narkoba dan tidak dipungut biaya karena ditanggung oleh negara,” ujarnya

Program rehab ini dibagi menjadi dua, lanjut Winarko. Pertama, rawat jalan yang dikhususkan bagi korban narkotika pemula, dan kedua rawat inap, ditujukan bagi korban yang sudah kecanduan. Sedangkan bagi masyarakat yang akan mengikuti program rehab bisa meminta bantuan aparat desa atau Lurah, mulai dari tingkat RT atau RW, Babinsa, Bhabinkamtibmas, kemudian dibawa ke Puskesmas dan dirujuk ke BNN kabupaten/kota setempat.

“Sebelum direhab korban akan dilakukan asesment oleh tim terpadu  untuk mengetahui tingkat kecanduan, pengaruh psikologis, dan kondisi kesehatan,” ujarnya.

Dalam acara ini  juga dilakukan penyerahan baju Pelopor Desa Bersinar, penyerahan piagam penghargaan, serta penyerahan kaos Relawan Antinarkoba. Kegiatan ini juga diisi dengan diskusi panel dengan pembicara Kabid Pencegahan dan Pemberdayaan Masyarakat BNNP Jabar, Drs Wuryanto Sugiri (Strategi P4GN Menuju Desa/Kelurahan Bersih Narkoba),  Kabid Rehabilitasi BNNP Jaba, Anas Saefudin (Dampak Negatif Akibat Penyalahgunaan Narkoba dari Sudut Pandang Medis), dan Kabid Pemberantasa BNNP Jabar, AKBP Daniel Y Kantiandagho (Aspek Hukum Bagi Penyalaghunaan dan peredaran Narkoba). (Farhan Muhammad Ridwan)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

[+] kaskus emoticons nartzco