Majlis Hakim PN Cianjur Putuskan Tanah Kantor Kecamatan Cikalongkulon Milik Ahli Waris

oleh

 

Foto: Farhaan/ waktunews.com
Para Ahli Waris Raden Obing bergembira atas putusa PN Cianjur yang mengembalikan status kepemilikan tanak yang diatasnya berdiri Kantor Kecamatan Cikalongkulong Kabupaten Cianjur.

CIANJUR – Majlis Hakim Pengadilan Negri (PN) Cianjur akhirnya putuskan ahli waris Raden Obing Mukorobin berhak atas kepemilikan tanah Kantor Kecamatan Cikalongkulon melaui Surat Putusan terhadap Perkara No. 7/Pdt.G/2018/PN. Cjr, yang dipimpin oleh Ketua Majelis Hakim Lusiana Amping didampingi Hakim Anggota Erlinawati dan M. Syafrizal Fakhmi H pada, Rabu (28/11).

“Akhirnya. Alhamdulillah, PN Cianjur mengabulkan gugatan para Ahli Waris Raden Obing Mukorobin,” ujar Kuasa Hukum Ahli Waris, Abar Tasyri Amaruloh, SH.

Abar menjelaskan, Ahli Waris Raden Obing Mukorobin mengajukan gugatan terhadap Camat Cikalongkulon dan Bupati selaku Kepala Pemerintahan Daerah Kabupaten Cianjur, terkait penguasaan atas tanah milik ahli waris yang pada saat ini telah dibangun menjadi sarana Kantor Kecamatan Cikalongkulon.

“Majelis Hakim sudah sangat tepat dalam mempertimbangkan putusan hukumnya sesuai dengan fakta-fakta persidangan. Termasuk telah melihat dan memeriksa saksi-saksi, baik dari para penggugat maupun dari pihak tergugat,” jelasnya.

Abar memaparkan, berdasarkan Pasal 1365 Kitab Undang-Undang Hukum Perdata, dalam gugatan yang disampaikan Para Penggugat, setidaknya ada lima unsur yang telah terpenuhi, yaitu adanya perbuatan, dan perbuatan itu melawan hokum, lalu timbul atau adanya kerugian, terus adanya kesalahan dan yang terakhir adanya hubungan sebab akibat (kausalitas) antara perbuatan melawan hukum dengan akibat yang ditimbulkan. Yaitu, dengan adanya sertifikat hak pakai No. 8 /Sukagalih Tahun 2004 seluas 2.806 M2, dan kerugian yang dialami Para Penggugat.

“Dalam fakta persidangan, pihak tergugat tidak dapat membuktikan dalil yang diajukan kehadapan majelis. Termasuk adanya bukti yang bertentangan antara bukti satu dengan bukti lainnya. contohya adalah sertifikat Hak Pakai No. 8 Tahun 2004 yang menurut tergugat dikatakan diperoleh melalui ruilslag/jual beli, namun faktanya, di dalam sertifikat tersebut tertulis bahwa asal tanah berasal dari tanah negara,” jelasnya.

Sementara itu salah seorang ahli waris yang merupakan cucu dari RH. Ibrahim Jaya Perbata (pencipta Maen Po aliran Cikalongan) Nana Lasmana mengatakan, bahwa tanah yang saat ini dikuasai oleh pemerintah kabupaten Cianjur untuk kepentingan Kantor Kecamatan Cikalongkulon adalah merupakan tanah pusaka/warisan turun temurun dari Raden Obing Mukorobin bin R.H. Ibrahim Jaya Perbata yang belum dibagikan kepada para ahli warisnya.

“Sebelum dijadikan fasilitas Kantor Kecamatan Cikalongkulon, tanah tersebut pernah dipinjamkan kepada Nata Miharja selaku Kepala Desa Sukagalih Kec. Cikalongkulon, untuk digunakan sebagai fasilitas kantor desa, karena saat itu desa Sukagalih belum memiliki kantor. Dan sebagian lagi digunakan sebagai fasilitas pasar desa,” katanya.

Akan tetapi semenjak pasar desa tersebut terbakar, malah pemerintah kabupaten Cianjur membangun fasilitas kantor yang kemudian dijadikan kantor kecamatan Cikalongkulon. (Farhan Muhammad Ridwan) 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

[+] kaskus emoticons nartzco