Warga bersama Aparat Negara Sepakat Jaga Kawasan TNGGP

oleh
Foto Farhaan/ waktunews.com
Penandatanganan kesepakatan dalam menjaga dan melestarikan Kawasan TNGP oleh perwakilan peserta sosialisasi dan elemen aparat negara pada sesi akhir acara Sosialisasi Pencegahan dan Pengamanan Hutan Pada Kawasan Konservasi TNGGP, yang dilaksanakan oleh BPPHLHK Jabalnusra bersama Pengelola TNGGP.

CIPANAS – Balai Pengamanan dan Penegakan Hukum Lingkungan Hidup dan Kehutanan (BPPHLHK) Jabalnusra bersama Taman Nasional Gunung Gede Pangrango (TNGGP) gelar Sosialisasi Pencegahan dan Pengamanan Hutan Pada Kawasan Konservasi TNGGP demi menjaga berbagai ancaman perusakan kawasan Konservasi seperti penebangan liar, perburuan liar dan lainnya. Sabtu (1/12).

Kepala Bidang PTN Wilayah Cianjur 1 TNGP Diah Qurani memaparkan, peran serta dan pemahaman masyarakat sangatlah penting dalam menjaga keberlangsungan dan meningkatkan keamanan konservasi hutan ataupun ekosistem kawasan. Dengan demikian, pelibatan semua elemen baik itu masyarakat, TNI dan Polri, juga dalam rangka mencari solusi penanganan dan tekanan ancaman untuk melestarikan Flora, Fauna serta Daerah Aliran Sungai (DAS), termasuk pemanfaat potensi pariwasata.

“Makanya upaya sosialisasi dan pendekatan secara persuasif kepada masyarakat sekitar kaki gunung gede pangrango terus kami lakukan. Dalam sosialisasi ini kami libatkan juga 12 kepala desa, TNI dan Polri. Sehingga kita bisa saling memahami keadaan dalam menjaga kawasan TNGGP bersama-sama,” ujar Diah memaparkan.

Lebih lanjut Diah menjelaskan, kerusakan hutan pada umumnya diakibatkan pembukaan lahan untuk perkebunan. Hal ini tentu saja akan menimbulkan fenomena baru bagi kawasan yang selama ini menggantungkan pada keberadaan hutan hingga dibutuhkan ikhtiar demi perlindungan, pengamanan dan kawasan hutan  dari kerusakan.

“Permasalahan yang dihadapi yakni adanya penggarapan, penebangan liar, perburuan liar, pengunjung ilegal hingga aksi vandalisme ataupun sampah yang dibuang oleh para pendaki. Ini patut kita waspadai bersama, sehingga berbagai upaya kita lakukan,” jelasnya.

Saat ini kuota pendakian 600 orang per hari, Lanjut Diah, mereka menjadi ancaman tersendiri bilamana tidak bisa menjaga lingkungan kawasan TNGGP. Dari itu, dibutuhkan kerjasama dari semua pihak agar kawasan TNGGP bisa terjaga dengan baik karena melestarikan dan mengelola kawasan TNGGP adalah peran semua pihak. Bukan hanya kewajiban pemerintah.

“Kami pun tutup acara ini dengan perumusan dan penandatanganan kesepakatan dalam menjaga dan melestarikan Kawasan Taman Nasional oleh  perwakilan peserta sosialisasi. Harapannya, langkah ini semoga efektif dalam menjaga keberlangsungan kawasan TNGGP,” bebernya.

Perwakilan Polsek Pacet Ipda Cecep Yusuf menerangkan, sosialisasi pencegahan dan pengamanan pada kawasan konservasi Taman Nasional Gunung Gede Pangrango ini banyak manfaatnya. Dengan kawasan hutan  yang  terpelihara dan terjaga otomatis suasana dan cuacanya sejuk.

“Pemanfaatan dan penggunaan kawasan hutan harus dilaksanakan secara tepat dan berkelanjutan dengan mempertimbangkan fungsi ekologi, sosial dan ekonomi,” jelasnya.

Ditegaskannya, patut diketahui dan diwaspadai bersama, upaya perusakan hutan terutama berupa pembalakam liar, penambangan dan perkebunan tanpa ijin telah menimbulkan kerugian negara. Sangsinya, pidana pasal 82 menerangkan orang perseorangan yang dengan sengaja melakukan penebangan pohon dalam kawasan hutan yang tidak sesuai, dan melakukan penebangan pohon dalam kawasan hutan secara tidak sah sebagai manusia dalam pasal 12 huruf C dipidana dengan pidana penjara paling singkat 1 tahun dan paling lama 5 tahun serta pidana denda paling sedikit 500 Jt dan paling banyak 2,5 Miliar

“Jadi, persoalan perlindungan kawasan hutan itu ada payung hukumnya,” tukasnya. (Farhan Muhammad Ridwan)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

[+] kaskus emoticons nartzco