Pemerintah Latih Ibu Rumah Tangga Menjadi Wirausaha Baru

oleh
Foto: Ruslan/waktunews.com
Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Cianjur bekerjasama dengan PKBM Nurul Falah melaksanakan Pendidikan Kecakapan Wirausaha (PKW) bidang menjahit tata busana terhadap para Ibu Rumah Tangga. Tujuan dari kegiatan ini adalah dalam rangka meningkatkan derajat perekonomian keluarga.,

CIANJUR – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Cianjur dalam rangka meningkatkan derajat perekonomian keluarga, bekerjasama dengan Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) Nurul Falah melaksanakan Pendidikan Kecakapan Wirausaha (PKW) bidang menjahit tata busana terhadap para Ibu Rumah Tanggadi (IRT) di Desa Maleber Kecamatan Karangtengah, (7/12/2018).

Kepala Seksi (Kasi) Pendidikan Masyarakat (Dikmas) Pendidikan Luar Sekolah Paudni PO Disdikbud Cianjur Muksin Said menerangkan,saat ini kebanyakan peran ibu rumah tangga hanya mengurus keluarga dan mengandalkan penghasilan suami tanpa ada aktifitas lain. Padahal para ibu juga bisa wirausaha di rumah tanpa harus meninggalkan kewajibannya sebagai IRT.

“Nah, untuk mewujudkan peran ibu menjadi wirausaha, pemerintah membantunya melalui program Pendidikan Kecakapan Wirausaha(PKW),” terang Muksin Said saat membuka PKW bidang menjahit tata busana

Muksin menjelaskan, tujuan program PKW adalah untuk mencetak wirausaha baru, demi membantu kesejahteraan masyarakat Cianjur, terutama ibu rumah tangga. Dan kesempatan mengikuti program PKW ini untuk membuka peluang mencapai keberhasilan hidup, terutama untuk bidang wirausaha.

“Harapan kami agar peserta bisa mengaplikasinya , karena tata busana mempunyai peluang usaha tinggi,” jelasnya.

Kepala Desa Maleber Karangtengah Deden Jamaludin mengaku, pihaknya merasa terbantu dengan adanya program PKW yang dapat mengurangi tingkat pengangguran di desa yang dipimpinnya.

“Program ini diharapkan dapat berkelanjutan tiap taun,” tuturnya.

Sementara Ketua PKBM Nurul Falah Deni Abdul Kholik memaparkan, Program PKW tahun 2018 ini merupakan bantuan dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI dengan kejuruan menjahit tata busana selama 200 jam. Adapun  jumlah peserta yang mengikuti PKW sebanyak 25 orang dari ibu rumah tangga.

“Setelah selesai nanti, dilanjutkan dengan pendampingan kelompok usaha mandiri” imbuhnya

Deni menerangkan, untuk materi pembelajaran pertama peserta membuat pola tata busana, dilanjutkan kepada praktek mesin jahit. “Alhamdulillah peserta sangat antusias, mudah-mudahan taun depan dapat melaksanakan PKW lagi,” tutupnya. (Ruslan Ependi).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

[+] kaskus emoticons nartzco