DPKPP Terima Audiens CAI pada Persoalan Land Mark Alun – Alun Cianjur

oleh
Foto: Ruslan Ependi/ waktunews.com
Pihak DPKPP Cianjur yang didampingi oleh pengembang serta konsultan proyek Land Mark Alun – alun Cianjur, saat menerima audiensi dari CAI pimpinan Farid Sandi.

CIANJUR – Dinas Perumahan Kawasan Pemukiman Pemukiman dan Pertanahan (DPKPP) Kabupaten Cianjur melalui Bidang Perumahan dan Kawasan Pemukiman, menerima audiens dari Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Cianjur Aktivis Independen (CAI) guna memperbincangkan persoalan proyek Land Mark Alun – alun Cianjur pada Kamis (13/12/2018).

Pihak CAI yang berjumlah belasan orang tersebut diwakili oleh koordinatornya Farid Sandi, menyatakan ada kejanggalan pada jenis pasir yang digunakan pada bangunan tembok. Selain itu, keberadaan sub kontraktor pada pengadaan rumput sintetis juga dinilainya bermasalah. Hal ini mengingat sub kontraktor itu dilarang oleh Negara.

Kepala Bidang Perumahan dan Kawasan Pemukiman Yedi Indraguna menyatakan, pihaknya yang didampingi oleh pengembang proyek Land Mark dan Konsultannya berterima kasih kepada pihak CAI  mengkritisi kegiatan yang menelan biaya hamper 50 milyar tersebut.

“Kita juga butuh masukan dari pihak masyarakat,” katanya.

Yedi lalu menjelaskan keberadaan sub kontraktor itu tidak bermasalah, karena saat lelang terjadi di tahun 2017. Sedangkan pelarangan adanya sub kontraktor muncul di tahun 2018.

“Jadi saat lelang itu, pelarangan belum terjadi,” jelasnya.

Sedangkan untuk menindaklanjuti adanya temuan pihak CAI pada kualitas bangunan, Yedi menegaskan masih dalam tanggungjawab pihak pengembang. Progres yang sudah mencapai 98% tersebut pun belum dibayarkan oleh Pemkab Cianjur karena pekerjaannya sendiri belum selesai.

“Tidak benar kalau ada issue diluaran yang menyatakan Pemkab Cianjur sudah membayar pengembang pada proyek Land Mark Alun – alun Cianjur. Dan sejak awal hingga nanti akhir pengerjaannya, selalu dalam pengawasan pihak DPKPP Cianjur,” tegasnya.

Sementara dari pihak pengembang yang didampingi oleh konsultan pengerjaannya menerangkan, yang disubkan itu adalah pengadaan rumput sintetis. Hal ini dilakukan karena jenis rumput sintetis mempunyai spesifikasi tertentu. Untuk kualitas rumputnya sendiri, sudah bisa dijamin bagus.

“Persoalan kualitas rumput sintetis untuk Land Mark Alun – alun Cianjur, baik sebelum dan saat dikerjakan, sudah melalui uji lab oleh ITB,” tutup konsultan pendek. (Ruslan Ependi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

[+] kaskus emoticons nartzco