Diah Pitaloka Usul Bangun Pendidikan Tanggap Bencana di Bangku Sekolah

oleh
Foto: Farhaan/ waktunews.com
Anggota DPR RI Komisi VIII Diah Pitaloka bersama, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melakukan sosialisasi penanggulangan di Cipanas, dalam rangka mengurangi dampak bencana alam yang sering terjadi saat ini di wilayah Cianjur. Diah juga mengusulkan pendidikan tambahan tentang kebencanaan di sekolah dan Pondok Pesantren.

CIANJUR – Anggota DPR RI Komisi VIII Diah Pitaloka bersama, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melakukan sosialisasi penanggulangan di Cipanas, dalam rangka mengurangi dampak bencana alam yang sering terjadi saat ini di wilayah Cianjur.

Diah Pitaloka mengatakan, sebagai Anggota DPR RI dirinya ingin membangun dan lebih konsen dalam bidang pendidikan tanggap bencana alam di Kabupaten Cianjur.

“Kalau bisa ada kelas bencana di masing-masing sekolah dan pesantren yang ada di Kabupaten Cianjur,” Kata Diah.

Dijelaskan Anggota DPR RI tersebut, secara kabinet umum di Indonesia, di daerah rawan bencana BNPB semestinya dibuatkan sejenis posko logistik, ataupun kampung siaga.

“Kita belum punya mobil tanki air dan komunikasi juga di beberapa daerah belum begitu baik. Juga secara umum dan peralatan lain-lainnya, itu menjadi salah satu catatan bagi kami di Anggota DPR RI,” paparnya.

Sebagai Anggota DPR RI, memang ada Undang-Undang yang membuat BNPB geraknya agar lebih maksimal. Hal tersebut bisa menjadi salah satu aspirasi untuk anggota dewan sehingga kinerja BNPB bisa lebih baik.

“Undang-Undang maupun peraturan terkait anggaran dan lain-lain khususnya BNPB, kita bisa sama-sama perbaiki agar lebih maksimal,” jelasnya

Dalam kunjungan tersebut Kepala Bagian Hukum dan Kerjasama BNPB, Zaenal Arifin menambahkan perubahan paradigma dari tanggap darurat menjadi siaga bencana, bahwa bencana tidak lagi dianggap sebagai sesuatu yang harus diterima begitu saja. Tetapi, juga bisa diantisipasi kejadian bencana, korban dan diminimalisir dampaknya.

“Edukasi bencana sangat perlu dilakukan sebagai pembelajaran dan perkenalan awal pada mitigasi bencana, dan diharapkan dengan sosialisasi ini para peserta dapat menambah pengetahuannya dibidang bencana dan selalu siap dalam menghadapi bencana, serta mengetahui tindakan yang harus dilakukan saat evakuasi terjadi,” paparnya.

Potensi bencana di Indonesia yang paling tinggi salah satunya adalah di Kabupaten Cianjur. Dikatakan Zaenal, bahwa bencana di negeri ini merupakan prioritas nasional yang memang perlu dilakukan kegiatan seperti ini.

“Bencana itu kan datangnya secara tiba-tiba. Kita tidak bisa memprediksinya. Maka dari itu dengan adanya hal seperti ini, masyarakat minimal bisa tau titik-titik mana yang rawan bencana, dan potensi bencana itu akan terjadi,” jelasnya.

Selama 2018 ini sudah terjadi sekitar 1399 kejadian bencana di Jawa Barat. Menurut Zaenal, dalam hal ini sebetulnya Pemerintah Daerah lah yang harus lebih tanggap dan menangani bencana di daerahnya masing-masing.

“Karena pertanggungjawaban bencana itu seharusnya kepada Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah. Terutama Pemdanya itu sendiri yang harus peduli kepada masyarakat. Apalagi Cianjur ini adalah kabupaten yang paling tinggi potensi bencananya,” tukasnya. (Farhan Muhammad Ridwan)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

[+] kaskus emoticons nartzco