Ribuan Peserta Ramaikan Jalan Sehat Bersama AHY

oleh
Foto: Farhaan/ waktunews.com.
AHY saat mengikuti Jalan Sehat memperingati Hari Ibu ke 90 di Cianjur. AHY juga memperingatkan pihak manapun agar tidak menggunakan cara-cara anarkis pada ajang demokrasi di negri ini.

CIANJUR – Dalam rangka menyambut Hari Ibu ke 90, Komandan Satuan Tugas Bersama (Kogasma) DPP Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) mengikuti kegiatan jalan sehat bersama ribuan warga Cianjur, yang dimuali dari areal Lapangan Prawatasari Joglo pada Minggu (23/12/2018).

AHY menjelaskan, setiap datang ke Kabupaten Cianjur, dirinya selalu merasa senang, bahagia dan terharu melihat antusiasnya sambutan dari warga.

“Alhamdulilah saya bersama Pak Syarif Hasan bisa bertemu dan berolahraga jalan sehat dengan masyarakat Cianjur. Tentunya bisa menghibur diri dalam suasna kebersamaan,” jelasnya.

Menurutnya, kedatanganya ke Kabupaten Cianjur kali ini dalam rangka memperingati Hari Ibu ke 90. Ia berharap kaum perempuan senantiasa diberdayakan. Dan kegiatan jalan sehat seperti ini adalah sebuah kegiatan yang sangat baik agar masyarakat juga selalu sehat dan senang berolahraga. Dan tentunya yang lebih penting adalah selalu meningkatkan tali silaturahmi.

“Kita harus berterimakasi kepada para ibu yang telah membesarkan generasi penerus bangsa yang berkualitas,” katanya.

Dilain hal saat ditanya terkait pernyataan SBY yang menyebut “jangan ganggu kami” menurut Agus, kalimat tersebut ditujukan kepada semua pihak. Tahun ini adalah tahun politik yang makin hari kian memanas, namun jangan terlibat dalam praktek-praktek yang saling mengintimidasi dan saling menjatuhkan lawan politik. Kejadian perobekan dan pengrusakan bendera baligho dan atribut partai Demokrat di Pekanbaru, dirinya hadir untuk melakukan investigasi. Diyakininya, tindakan itu dilakukan oleh sekelompok orang yang secara masif dan terorganisir

“Ini adalah negara hukum, negara demokrasi yang harus menghormati satu sama lain,” ujar AHY.

Namun AHY mengaku, pihaknya hingga saat ini masih belum mengetahui pelaku utama dan motif dibalik pengrusakan bendera baligho dan atribut partai Demokrat tersebut.

“Yang kemarin tertangkap itu, hanya pekerja yang dibayar saja. Tapi tentunya ada yang memberikan order, ada yang memberikan perintah,” akunya.

Ia menerangkan, kompetisi politik harus berjalan aman, damai dan adil. Jangan sampai ada pihak-pihak tertentu dengan menggunakan cara-cara yang anarkis serta premanisme hanya sekedar untuk memberikan rasa takut bagi masyarakat dan lawan politik.

Ia berharap negara hadir dalam menegakan keadilan dan ketertiban dalam penyelenggaraan Pemilu secara keseluruhan.

“Saya berharap penyelenggara Pemilu, yang mempunyai otoritas untuk terus menegakan segala sesuatunya pada tempatnya,” pungkasnya. (Farhan Muhammad Ridwan)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

[+] kaskus emoticons nartzco