Diklatsar Banser Cianjur Demi Ulama Aqidah dan NKRI

oleh
Foto: Farhaan/ Waktunews.com.
Para peserta Diklatsar Banser, Denwatser, Panitia dan jajaran pemerintahan. Diklatsar dilaksanakan sebagai amanat peraturan organisasi yang ditujukan menjaga para Ulama, Aqidah Ahlussunnah Wal Jamaah dan keutuhan NKRI.

CIPANAS – Barisan Ansor Serbaguna (Banser) Kabupaten Cianjur menggelar Pendidikan dan Latihan Dasar (Diklatsar) selama empat hari dari Tanggal 27 hingga 30 Desember 2018 yang diikuti oleh 500 peserta, di Bumi Perkemahan Mandala Kitri Cibodas. (30/12/2018).

Ketua Pimpinan Cabang Gerakan Pemuda (PG GP) Ansor Kabupaten Cianjur Dedi Suherli menjelaskan, kegiatan Diklatsar Banser ini sebenarnya merupakan kaderisasi atau rekrutmen pemula sebagai gerbang masuk menjadi anggota Banser. Diklatsar inipun merupakan kegiatan rutin yang diatur dalam peraturan organisasi.

“Tujuan dari Diklatsar ini, menciptakan kader muda yang siap menjaga ulama, menjaga aqidah Ahlussunnah Wal Jamaah, menjaga NKRI dan menanamkan rasa cinta kebangsaan atau rasa nasionalisme,” tutur Dedi menjelaskan.

Foto: Farhaan/ waktunews.com.
Diklatsar Banser dan Denwatser yang diikuti sekitar 500 orang ini dige,leng dengan berbagai keterampilan dan wawasan agar mampu berkontribusi terhadap kemajuan pembangunan serta menjaga toleransi sesama anak bangsa.

Dedi yang juga Anggota DPRD Kabupaten Cianjur ini mengatakan, jumlah peserta Diklatsar Banser yang 500 orang ini terdiri dari perwakilan setiap kecamatan yang ada di Kabupaten Cianjur.

“Kita ingin mencetak kader-kader muda yang memang bisa bermanfaat bagi masyarakat bagi bangsa, agama,” ujarnya.

Menurut Dedi, keberadaan Banser, dimanapun juga selalu aktif dalam kegiatan-kegiatan sosial keagamaan, termasuk juga dalam rangka menjaga kerukunan toleransi. Termasuk ikut serta mengamankan Perayaan Hari Natal.

“Terlebih lagi jika menyangkut Perayaan Hari Besar Islam (PHBI), itu sudah kewajiban bagi kami mengamankan agar senantiasa berjalan lancar,” katanya.

Dilanjutkannya, Banser ini bisa menjadi salah satu kader-kader yang tangguh, karena memang di didik secara mental dan segala macamnya. Dan mereka ini  berada di semua komponen masyarakat, baik aktif menjadi perangkat desa maupun aktivis-aktivis di desa.

“Setidaknya di Pemerintah Daerah sangat membutuhkan kader-kader yang jujur, mentalitasnya kuat, dan sebagainya,” pungkasnya. (Farhan Muhammad Ridwan/ Ruslan)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

[+] kaskus emoticons nartzco