Pendapatan Berkurang, Nelayan Cidaun Cianjur Hijrah ke Pacitan

oleh
Foto: Farhaan/ waktunews.com
Nelayan yang kurang modal lebih memilih menyandarkan perahunya di dermaga akibat cuaca buruk yang menurunkan pendapatannya. Sedangkan nelayan yang punya modal memilih melalut di Pantai Pacitan selama tiga karena pendapatan disana lebih menguntungkan.

CIANJUR – Puluhan nelayan Pantai Jayanti Kecamatan Cidaun mengeluhkan kondisi cuaca buruk yang disertai gelombang air laut yang membahayakan keselamatan beberapa pekan terakhir. Akibatnya, penghasilan nelayan berkurang karena hasil tangkapan ikan nelayan turun drastis. (6/01/2019).

Beberapa  nelayan lebih memilih untuk menambatkan perahu mereka di tepi pantai dan memperbaiki jaring ikan, serta mengecat perahu mereka yang sudah memudar.

Seorang nelayan Ciadaun Kardi (38) mengatakan penghasilan melaut per hari yang dia terima rata-rata Rp150 ribu. Namun, pada saat cuaca buruk seperti sekarang ini, dia hanya memperoleh untung sekitar Rp 50 ribu setiap melaut.

“Pendapatan yang kami terima saat ini tidak sesuai dengan modal yang kami keluarkan dan juga risiko melaut yang harus kami tanggung,” kata Kardi.

Sedangkan nelayan lainya Agus (40) menerangkan, jumlah nelayan yang aktif di Pantai Cidaun berjumlah 500 orang. Namun saat ini, sebagian besar nelayan yang mempunyai modal memilih berangkat melaut di Pacitan selama tiga bulan.

“Kalau sudah musim paceklik seperti sekarang ini nelayan disini semua pergi melaut ke Pacitan. Karena di sana hasil tangkapan lebih banyak, dan nelayan bisa mendapatkan untung,” kata Agus

Agus menjelaskan, hasil tangkapan ikan di Pacitan bisa mencapai 60 kilogram sampai 80 kilogram berbeda jauh dengan hasil tangkapan di Pantai Jayanti Cidaun yang hanya 10 kilogram.

“Nelayan yang berangkat ke Pacitan kebanyakan merasa tidak sia-sia,” jelasnya.

Menurut Agus, dari hasil tangkapan para nelayan, biasanya di jual ke Tempat Pelelangan Ikan (TPI) setempat. Untuk ikan Layur Rp. 40 ribu perkilo sedangkan ikan Tongkol Rp. 25 ribu perkilo.

“Kalau dimusim seperti sekarang yang paling banyak hasil tangkapan jenis ikan layur dan tongkol,” katanya

Musim paceklik ini akan terjadi sampai bulan Maret, lanjut Agus. Dan hasil tangkapan ikan dari para nelayan  akan kembali normal.

“Biasanya sih sampai bulan Maret normal kembali hasil tangkapan ikan,” pungkasnya.(Farhan Muhammad Ridwan)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

[+] kaskus emoticons nartzco