Pakai Seragam OTT KPK, DPD PSI Sampaikan Aspirasi ke DPRD Kabupaten Cianjur

oleh
Foto: Farhaan/ waktunews.com
Rombongan DPD PSI diterima diruang kerja Ketua DPRD Kabupaten Cianjur guna menyampaikan aspirasi masyarakat konstituennya pada persoalan OTT KPK di Cianjur yang terjadi sebulan yang lalu.

CIANJUR – Rombongan Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Kabupaten Cianjur mendatangi gedung DPRD dengan memakai seragam warna orenge bertuliskan taggar Bersih – Bersih DPR serta tulisan OTT KPK dalam hurup besar menemui pimpinan badan legislatif di Kabupaten Cianjur pada Kamis 10 kemarin. (11/01/2019).

Pimpinan rombongan Daniel Simeon Tumiwa menuturkan, dirinya beserta rombongan langsung disambut dan dilayani dengan baik oleh Ketua DPRD Kabupaten Cianjur, Yadi Mulyadi di ruangnya.

“Hari Senin kami layangkan surat. hari ini, kami sudah bisa bertemu dan berdiskusi dengan pimpinan DPRD Cianjur langsung,” tuturnya.

Daniel yang juga salah seorang Caleg dari PSI untuk DPR RI ini menerangkan, pihaknya  juga meminta pendapat DPRD Cianjur terhadap Operasi Tangkap Tangan (OTT) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang menyeret Bupati Cianjur. Ini dilakukannya karena DPD PSI Cianjur selalu dicecar  berbagai pertanyaan  oleh masyarakat yang dijumpainya di lapangan mengenai persoalan tersebut.

“Saat sesi kampanye dan tatap wajah, masyarakat selalu melontarkan pertanyaan mengenai OTT Bupati. Maka dari itu kami ke sini untuk meminta pandangan Legislatif mengenai proses hukum yang menimpa Bupati,” jelas Daniel.

Selain itu, lanjut Daniel, pihaknya juga memberikan masukan terhadap anggota parlemen di Cianjur agar lebih meningkatkan fungsi pengawasannya terhadap roda pemerintahan. Hal itu dilakukan supaya hal serupa (OTT KPK red) tidak terulang di kemudian hari.

“Di lain hari, roda pemerintahan di Cianjur bisa benar-benar terbebas dari tindakan korup,” imbuhnya.

Ketua DPRD Kabupaten Cianjur Yadi Mulyadi menyatakan dirinya mengapresiasi  kedatangan tim dari DPD PSI Cianjur yang menurutnya terlihat sangat konsen dengan isu korupsi.

“Mereka kesini ingin mengetahui tentang OTT KPK yang menjerat Bupati Cianjur,” katanya.

Yadi menegaskan, pihaknya menilai hal tersebut sudah masuk ke ranah hukum, dan menyerahklan segala sesuatunya kepada KPK sebagai pihak yang berwenang agar dalam prosesnya berjalan sebagaimana mestinya.

“KPK itu sangat detail dalam menangani kasus. Kami serahkan kasus yang menjerat Pak Bupati ini kepada KPK,” pungkasnya. (Ruslan/Farhaan)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

[+] kaskus emoticons nartzco