Pemdes Cipanas dan PPL DPPTPH Cianur Ajarkan Inovasi Pembuatan Pupuk Cair dari Bonggol Pisang

oleh
Foto: Farhaan Muhammad Ridwan/ waktunews.com
PPL Kecamatan Cipanas dari DPPTPH Kabupaten Cianjur Anon Mulidah dan PLD Helmy Hilmansyah saat memberikan wawasan pembuatan pupuk organik cair kepada perwakilan 5 kelompok tani yang ada di Desa Cipanas, dengan tujuan agar kualitas dan kuantitas produk sayuran Cipanas meningkat tinggi.

CIPANAS – Pemerintah Desa (Pemdes) Cipanas Kecamatan Cipanas bekerjasama dengan Petugas Penyuluh Lapangan (PPL) Dinas Pertanian Perkebunan Tanaman Pangan dan Holtikultura (DPPTPH) Kabupaten Cianjur berupaya meningkatkan hasil produktivitas pertanian sayur mayur dengan peningkatan kapasitas petani dalam pembuatan pupuk cair, Jumat (11/1/2019).

Kepala Desa (Kades) Cipanas Dadan Busyrol Karim menuturkan, program peningkatan kapasitas para petani ini merupakan upaya dalam memberikan pencerahan karena jumlah petani sayur mayur di Cipanas pun  lumayan banyak.

“Pembuatan pupuk cair ini difasilitasi oleh PPL dari DPPTPH Kabupaten Cianjur, Ibu Anon Mulidah serta Pendamping Lokal Desa Helmy Hilmansyah,” ujarnya.

Dadan menjelaskan, untuk bahan baku pupuk cair tersebut menggunakan bonggol pisang yang diolah dengan teknik manual, agar menghasilkan produk sayuran organik dengan kualitas dan kuantitas yang tinggi.

“Tentunya diberdayakan produksi sendiri  dengan mikro organisme lokal  dan kandungan fosfor yang lumayan tinggi,” jelasnya.

Diharapkannya, para petani dari 5 kelompok ini bisa langsung melakukan praktek di lahan mereka masing – masing. Baik itu petani dari Kampung Lanbow, Pasir Haur, Sindangsari, GBO maupun yang dari Kampung Pasekon.

“Mudah – mudahan bisa digulirkan terus dengan program lainnya seperti teknik bertani dengan hidroponik,” ujarnya.

Pendamping Lokal Desa (PLD) Kecamatan Cipanas, Helmy Hilmansyah mengapresiasi kegiatan yang digelar oleh Pemdes Cipanas tersebut. Kegiatan pemberdayaan pertanian masyarakat di Cipanas sendiri sudah berlangsung sejak 2016. Dengan tujuan, pembuatan  pupuk yang sudah ada, minimalnya untuk konsumsi atau digunakan oleh para petani sendiri.

“Harapan saya, program ini berkelanjutan demi meningkatkan derajat perekonomian masyarakat Desa Cipanas,” singkatnya.  (Farhan Muhammad Ridwan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

[+] kaskus emoticons nartzco