Category : Waktu Desa

Utamakan Disiplin Kerja, Pelayanan Dimulai Jam Tujuh Pagi

Utamakan Disiplin Kerja, Pelayanan Dimulai Jam Tujuh Pagi

Foto: Farhaan M Ridwan/Waktunews.com
SILATURAHMI: Camat Pacet Kabupaten Cianjur, Muzani Saleh (paling kiri) sedang silaturahmi dengan Kepala Desa Ciherang, Acep Haryadi.

CIANJUR – Camat Pacet Kabupaten Cianjur, Muzani Saleh, berkomitmen menjalin kebersamaan demi pembangunan. Dirinya terus blusukan ke desa yang ada di wilayahnya.

“Untuk program umumnya kita masih melanjutkan program camat sebelumnya. Namun untuk mengenal Pacet, meskipun baru menjabat saya terus melakukan penataan dan pembinaan ke setiap desa, ” ujarnya.
Upaya pengenalan ini supaya dirinya lebih dekat dengan desa dan masyarakat. “Kebersamaan sangat penting dalam suksesnya program pemerintah, ” tuturnya.
Pihaknya kini mengedepankan disiplin kerja, sehingga kembali akan diwajibkan apel pagi. Ini dilakukan demi memaksimalkan pelayanan kepada warga.
“Pelayanan harus mulai dilakukan pukul 07.00 Wib dengan dimulai apel pagi. Jadi kalau ada apel pagi terlihat keseriusan mereka ingin mengabdi kepada masyarakat, ” ungkapnya.
Kepala Desa Ciherang Kecamatan Pacet, Acep Haryadi, menyambut baik dengan adanya program dan upaya camat yang baru. Pihaknya akan mendukung program pengembangan wilayah agar lebih maju sesuai visi dan misi bupati.
“Harapan kami Pacet lebih maju dengan bersama- sama untuk membangun wilayah, ” singkatnya.  (w10/mrf)
Urus Surat Pertanahan, Ketua RT Diharapkan Ikut Membantu

Urus Surat Pertanahan, Ketua RT Diharapkan Ikut Membantu

 

Foto: Shandi Risa Ali/Waktunews.com
SIMBOLIS: Sejumlah kepala desa menerima patok tanah secara simbolis.

CIANJUR – Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kabupaten Cianjur menggelar pencanangan gerakan pemasangan patok tanah, di aula Desa Benjot Kecamatan Cugenang Kabupaten Cianjur, Kamis (18/1/2018). Kegiatan tersebut dilaksanakan dalam rangka Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap PTSL 2018.

Dalam acara tersebut peserta yang hadir diberikan penyuluhan dan penyerahan patok tanah secara simbolis kepada sejumlah kepala desa. Di antaranya Kepala Desa Benjot, Gasol, Sukamanah dan Wangunjaya.

“Tanah yang belum memiliki sertifikat akan diukur dan akan diterbitkan sertifikatnya,” ujar Ketua Tim PTSL Kecamatan Cugenang, Subiadha, dalam sambutannya.

Dia menuturkan, ketua RT dan RW diharapkan membantu masyarakat dalam mengurus surat-surat pertanahan. Selain itu harus mau menjadi saksi pada saat memasang batas tanah.

“Para pemilik tanah yang berbatasan dengan tanah yang diukur harus turut hadir pada saat pemasangan tanda batas, supaya tidak menimbulkan permasalahan dikemudian hari,” ujarnya.

Kepala BPN Kabupaten Cianjur, Lutfi Zakaria, menyebutkan gerakan pemasangan patok tanah guna menghindari pergesekan dan meminimalisir permasalahan, yang disebabkan dari kepemilikan tanah.

“Saya harapkan masyarakat mau terlibat langsung saat pengukuran dan pemasangan patok tanah,” tuturnya. (w06/mrf)

Lamban, Pembangunan Desa Mekarsari Jadi Sorotan

Lamban, Pembangunan Desa Mekarsari Jadi Sorotan

 

Foto: Shandi Risa Ali/Waktunews.com
BELUM KELAR: Pembangunan aula Desa Mekarsari belum selesai menjadi salah satu sorotan masyarakat.

CIANJUR – Sejumlah pembangunan yang dilakukan Pemerintah Desa Mekarsari Kecamatan Cianjur Kabupaten Cianjur menjadi sorotan masyarakat. Salah satunya pembangunan aula yang belum selesai di sekitar kantor desa.

Kondisi bangunan yang terlihat kumuh bahkan dianggap seperti kandang merpati oleh segelintir masyarakat. Asep mislanya, salah satu warga Desa Mekarsari Kecamatan Cianjur. Saat berkunjung ke kantor desa, dia melihat aula yang belum selesai.

“Saya datang ke desa untuk mengurus surat-surat, dan melihat gedung desanya belum beres-beres. Padahal pembangunan tersebut sudah berjalan hampir dua tahun dengan cucuran dana dari pemerintah,” paparnya.

Rupanya, penilaian masyarakat terhadap pembangunan tersebut tak jauh berbeda dengan Aparatur Desa Mekarsari. Sekretaris Desa Mekarsari, Tuti, juga kesal dengan keadaan tersebut.

“Jangankan masyarakat, kami selaku perangkat desa merasa kesal dengan keadaan seperti ini. Yang kami takutkan opini dari masyarakat tentang penggunaan anggaran yang digelontorkan ke desa,” tuturnya.

Dari informasi yang dihimpun, banyak ditemukan opini negatif dari masyarakat yang mempertanyakan perihal penggunaan anggaran Dana Desa. Namun Tuti menjelaskan, pembangunan dan penggunaan dana harus sesuai aturan.

“Untuk mengklarifikasi hal tersebut bisa kami jelaskan, penggunaan dana tersebut tidak bisa digunakan semena-mena. Ada aturan yang harus kami ikuti,”.jelasnya.

Setiap pembangunan yang dilaksanakan adalah hasil dari pelaksanaan Musyawarah Rencana Pembangunan Desa (Musrenbangdes) yang dilakukan pemerintah desa bersama masyarakat. Adapun pembangunan yang terkatung-katung disebabkan karena rencana pembangunan hasil musrenbang tersebut direalisasikan oleh dana aspirasi. “Sehingga kami harus kembali memilih wilayah untuk dibangun dari dana desa,” Tuti menjelaskan.

Dia menambahkan, pada 29 Desember 2017 lalu Pemdes Mekarsari baru melakukan pencairan ADD tahap II sebesar Rp 60 juta. Namun rasanya tidak mungkin menyelesaikan pembangunan aula desa selama dua hari, jadi akhirnya disiltapkan.

“Di awal tahun 2018 kami melanjutkan pembangunan tersebut, hanya yang kami prioritaskan saat ini pelebaran jalan di depan gedung desa dulu karena TPT-nya sudah rusak,” ujarnya seraya menambahkan bahwa Pemdes Mekarsari siap melanjutkan pembangunan dan tinggal menunggu APBDes murni.

Sementara itu Ketua BPD Mekarsari, R.A Mulyadi, mengaku pihaknya sudah meminta laporan baik secara lisan maupun tulisan terkait hasil pembangunan yang dilaksanakan oleh Pemerintah Desa Mekarsari. Namun belum satu pun laporan yang masuk.

“Kami sudah meminta laporan hasil pembangunan kepada kepala desa dan Tim Pelaksana Kegiatan (TPK) secara lisan dan tulisan, tapi sampai sekarang bahkan sudah pergantian tahun anggaran, BPD belum menerima laporan apapun dari Pemerintah Desa Mekarsari,” ujarnya, Rabu (10/1).

Masih kata dia, pihaknya pun tidka pernah diajak berkoordinasi terkait pembangunan desa. “Yang lebih parah lagi dari pencairan tahap awal, BPD tidak pernah diajak berkoordinasi mengenai anggaran Dana Desa untuk pembangunan desa,” tuturnya.

Namun sayang, setiap kali dimintai kejelasan pertanggungjawaban mengenai pembangunan desa tersebut, Kepala Desa Mekarsari selalu ada alasan untuk tugas keluar desa. Sehinggam belum dapat dimintai penjelasan. (w06/mrf)

Warga Kampung Gintung Swadaya Beton Jalan

Warga Kampung Gintung Swadaya Beton Jalan

Foto: Shandi Risa Ali/Waktunews.com
SWADAYA: Warga Kampung Gintung RT 01/RW 08 Desa Mangunkerta Kecamatan Cugenang swadaya membangun jalan dengan cara dibeton.

CIANJUR – Pembangunan jalan Munjul Kampung Gintung RT 01/RW 08 Desa Mangunkerta Kecamatan Cugenang dengan cara dibeton, kembali dilanjutkan oleh swadaya masyarakat. Dana bantuan berasal dari seorang dermawan yang baru pindah ke kampung tersebut.

Sebelumnya, pembangunan jalan kabupaten itu dibangun dari DAU 2017 dengan no SPK: 620/731/SPK PL/Pemb jln/PUPR oleh CV. Bangun Kencana. Total anggaran sebesar Rp. 198.767.800 pada bulan November.

Didin,  Ketua RT 01/RW 08 Desa Mangunkerta mengerahkan warganya untuk pelaksanaan proyek pembangunan rabat beton tersebut. Hal itu sebagai rasa terima kasih warga.

“Saya selaku ketua RT mau mengerahkan masyarakat pengecoran jalan. Saya juga mengucapkan banyak terima kasih kepada para donatur dan pengguna jalan yang bersedia menyisihkan sebagian hartanya,” ujarnya.

Ia berharap, semoga jalan tersebut bisa bermanfaat untuk masyarakat, terutama para pengguna jalan.

Kepala Desa Mangunkerta, Ira Rismayati, menyambut baik dan mengucapkan banyak-banyak terima kasih kepada donator bernama M Tirto Suryo atau Muhamadin, yang telah memberikan bantuan dana untuk pembangunan jalan di kampung tersebut.

“Serta masyarakat yang telah meluangkan waktu dan memberikan bantuan tenaga dan para pengguna jalan yang menyisihkan hartanya untuk kelangsungan pembangunan jalan tersebut,” ucapnya.

Menurutnya, jalan merupakan salah satu akses untuk kelangsungan perekonomian masyarakat. Jadi sangat wajar apabila masyarakat rela meluangkan waktunya untuk perbaikan jalan. (w06/mrf)

Jembatan Penghubung Dua Desa Selesai Dibangun

Jembatan Penghubung Dua Desa Selesai Dibangun

Foto: Sandi Risa Ali/Waktunews.com
SELESAI DIBANGUN: Jembatan penghubung dua desa di Kecamatan Warungkondang selesai dibangun.

 

 

CIANJUR – Warga Kampung Rancapicung RT 02/RW 1 Desa Ciwalen Kecamatan Warungkondang Kabupaten Cianjur bahagia dengan selesainya pembangunan jembatan kali Cibinong, yang menghubungkan Desa Ciwalen dengan Desa Sukawangi. Jembatan tersebut dibangun anggaran Dana Desa (DD) sebesar Rp 65 juta.

Tembok penahan tanah (TPT) di kolong jembatan sempat amblas. Namun dengan kerja cepat dan cekat Pemerintah Desa Ciwalen, pembangunan pun dilakukan.

“Melihat TPT yang hampir amblas tergerus air, khawatir akan terjadi hal yang tidak diinginkan. Masyarakat yang diwakili oleh ketua RT menyampaikan aspirasinya untuk memperbaiki jembatan penghubung tersebut, “ucap Jahid, salah seorang pengguna jalan tersebut.

Jembatan penghubung itu diakuinya sangat membantu kegiatan masyarakat. Mislanya untuk meningkatkan perekonomian warga dan akses jalan menuju sekolah.

Tatang, seorang petani warga Kampung Rancapicung yang tak jauh dari jembatan, ikut bersyukur dan berterima kasih kepada Pemdes Ciwalen yang telah memperbaiki jembatan tersebut.

Alhamdulillah sae ayena mah pak jembatana wedel, ngahaturken nuhun kanggo Pemerintah Desa Ciwalen. Mugi-mugi sing janten manfaat kanggo ka payuna,” tuturnya.

Ditemui di lokasi pembangunan, Kasi Pelayanan Desa Ciwalen, Yana, menyebutkan  untuk anggaran di tahun 2017 semua bisa direalisasikan. Mulai pembangunan TPT, rabat beton, MCK, jalan pemakaman umum dan jembatan semua sudah selesai.

Ia berharap, ke depannya jembatan yang menghubungkan dua desa tersebut betul-betul bermanfaat untuk warga desa. “Di tahun 2018 sekarang, pembangunan dan pelayanan di Desa Ciwalen harus lebih baik lagi, agar bisa dijadikan barometer pembanguan di kabupaten Cianjur,”  harapnya. (w06/mrf)

 

Pererat Silaturahmi dengan Warga, Pemdes Cibulakan Selenggarakan Lomba Memasak Tumpeng

Pererat Silaturahmi dengan Warga, Pemdes Cibulakan Selenggarakan Lomba Memasak Tumpeng

 

Foto: Sandi Risa Ali/Waktunews.com
LOMBA: Sejumlah warga Kampung Garogol Kidul menampilkan nasi tumpeng hasil kreasinya yang dilombakan.

CIANJUR – Pemerintah Desa Cibulakan Kecamatan Cugenang Kabupaten Cianjur mengadakan lomba memasak nasi tumpeng di Kampung Garogol Kidul RT 02 dan 04 RW 05, Jumat (5/1/2018) pagi. Kegiatan tersebut diadakan salah satunya sebagai ajang silaturahmi bersama warga.

Ada 11 porsi nasi tumpeng hasil kreasi warga yang diperlombakan. Pemenang nantinya akan dilombakan kembali dengan pemenang di RT lainnya.

Cucu Sadiah, peserta asal RT 02/RW 05, mengaku senang mengikuti perlombaan tersebut. “Saya senang diadakan kegiatan ini, apalagi yang mengadakan ibu kepala desa. Jadi kami sebagai warganya merasa sangat diakui,” ucanya.

Menurutnya, kepala desa dengan warga memang sangat dekat tapi. “Namun saying, saya lupa makanan kesukaannya apa sehingga nasi tumpeng kreasi tim kami tidak keluar sebagai pemenang,” tambah Cucu.

Sementara itu, Kepala Desa Cibulakan, Dian Heryanti, menuturkan perlombaan tersebut merupakan ungkapan terimakasihnya kepada warga yang selalu menjaga kekompakan dalam setiap kegiatan.

“Saya bangga dengan warga yang masih bisa menjaga kekompakan dan berjiwa gotong-royong yang tinggi. Sebagai ucapan terimakasih sebetulnya saya ingin memberi lebih atas prestasi warga, tapi kalau diberi satu-satu rasanya tidak mungkin,” ,” kata Dian..

Jadi, tambahnya, dengan diadakannya perlombaan nasi tumpeng ini diharapkan warga dan perangkat desa bisa lebih dekat. “Sebagai penunjangnya, mereka menikmati nasi tumpeng kreasi warga,” pungkasnya. (w06/mrf)

 

Ayo! Kunjungi Desa Wisata Kampoeng Irigasi

Ayo! Kunjungi Desa Wisata Kampoeng Irigasi

 

Foto : Farhaan M Ridwan/Waktunews.com
SERU: Desa Wisata Kampoeng Irigasi di Desa Sukanagalih Kecamatan Pacet Kabupaten begitu menantang dan mengasyikan.

CIANJUR – Bermodalkan kepedulian lingkungan dengan visi mengembangkan potensi wilayah, Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Sukanagalih Kecamatan Pacet Kabupaten Cianjur mengembangkan wisata air dengan memanfaatkan aliran Bendungan Cinangka. Kini, ratusan wisatawan kerap melancong ke lokasi wisata yang diberi nama Desa Wisata Kampoeng Irigasi itu, terutama di akhir pekan.

“Lahan yang semula ditumbuhi rumput liar sudah dibersihkan. Setelah itu membuat beberapa saung peristirahatan. Setelah bersih, mulailah kami menyediakan perlengkapan sederhana untuk tubing (papalidan, red) berupa ban dalam besar, rompi pelampung dan helm adventure,” ujar Direktur BUMDes Sukanagalih Kecamatan Pacet, Abdul Hamid.

Promosi dilakukan salah satunya melalui posting foto dan berita. Misalnya dari wisatawan yang pernah berkunjung. Saat dibuka, jumlah pengunjung sangat fantastis.

“Tidak heran ketika bulan pertama dibuka bertepatan dengan liburan akhir tahun, jumlah pengunjung sangat fantastis,” tuturnya.

Berdasarkan laporan, sekitar 1.000 orang berkunjung dan berekreasi di objek wisata baru ini. Walaupun masih dengan manajemen payment seadanya, unit usaha wisata membukukan pengasilan Rp 20 juta hanya dalam kurun waktu dua minggu saja.

“Dengan fakta tersebut, maka dapat ditarik kesimpulan bahwa apapun potensi yang ada jika digali dengan kreatifitas tinggi dan kerja keras, hasil tidak akan pernah menghianati,” tukasnya. (w10/mrf)

 

Panitia Pilkades Cibulakan Dilantik

Panitia Pilkades Cibulakan Dilantik

Foto: Sandi Risa Ali/Waktunews.com
BERSAMA: Panitia Pilkades Cibulakan berfoto bersama tamu undangan dari Unsur Muspika Cugenang usai dilantik.

CIANJUR – Sebanyak 12 anggota Panitia Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) Cibulakan Kecamatan Cugenang periode 2018 – 2024 resmi dilantik. Kegiatan berlangsung di Aula Desa Cibulakan, Kamis (4/1/2018), yang dihadiri oleh Muspika Cugenang beserta RW, BPD,  tokoh masyarakat, Karang Taruna, LPM, dan tokoh pemuda.

Panitia yang dilibatkan berasal dari tujuh orang masyarakat dan lima orang dari desa. Adapun masa kepemimpinan Kepala Desa Cibulakan saat ini, Dian Heryanti, akan berakhir pada 15 November 2018 mendatang.

Kaur Pemerintahan Desa Cibulakan, Deni Mulyana, mengatakan saat ini jumlah pemilih sementara tercatat 4.619 orang. Meliputi tiga kedusunan, 23 RT, dan enam RW. Jumlah tersebut terbagi menjadi 2.332 laki-laki dan 2.287 perempuan.

“Data yang ada saat ini merupakan hasil revisi sementara yang diambil data Pilgub. Akan tetapi kami juga harus lebih teliti dan harus sesuai dengan data di RT,” kata Deni saat ditemui.

Sementara itu menjelang berakhirnya masa jabatan, Kepala Desa Cibulakan, Dian Heryanti, mengharapkan agar panitia Pilkades dapat netral dalam menjalankan tugasnya.

“Panitia harus bersikap netral pada Pilkades tanggal 24 Maret mendatang,” tuturnya. (w06/mrf)

Polda Jabar bersama Pemprov Jabar melakukan kerja sama pembinaan calon anggota Polri

Polda Jabar bersama Pemprov Jabar melakukan kerja sama pembinaan calon anggota Polri

Bandung, waktunews.com – Polda Jabar bersama Pemprov Jabar melakukan kerja sama pembinaan calon anggota Polri. Hal ini untuk mencetak calon polisi yang unggul baik dari aspek pengetahuan, keterampilan dan mental.

Surat kesepakatan kedua instansi ini ditanda tangani oleh Kapolda Jabar Irjen Agung Budi Maryoto dan Gubernur Jabar Ahmad Heryawan di Gedung Sate, Jalan Diponegoro, Kota Bandung, Senin (30/10/2017).

Agung mengatakan pembinaan ini berlaku untuk siswa kelas tiga tingkat SMA sederajat di seluruh daerah Jabar. Setiap siswa yang berniat menjadi anggota Polri akan mendapatkan pelatihan sebelum mengikuti seleksi.

“Kami akan genjot pengetahuan, keterampilan dan mental setiap siswa sebelum mengikuti seleksi nantinya. Sehingga pada saat pendaftaran nanti bisa masuk semua,” kata Agung usai kegiatan.

Ia meminta kepada Kapolres dan Pemda di Jabar untuk segera mengimplementasikan kerja sama yang terjalin saat ini. Dia berharap pembinaan melahirkan SDM unggul hingga bisa menekan penyelewengan pendaftaran Polri.

“Pendidikan harus bersih, dengan begitu bisa menghasilkan polisi bersih. Kami minta implementasi di daerah bisa berjalan dengan baik,” ucap Agung.

Jenderal bintang dua ini mengatakan setiap tahunnya Polri, khususnya di Jabar, merekrut sekitar 1.000 anggota baru. Dengan begitu, setiap tahunnya Polri mengurangi jumlah pengangguran di Jabar.

“Pemprov Jabar juga harusnya terima kasih kepada kami. Karena setiap tahun kami mengurangi seribu pengangguran di Jabar,” tutur Agung.

Gubernur Ahmad Heryawan mengatakan pembinaan ini bertujuan memberikan kesempatan lebar untuk putra daerah menjadi anggota Polri.

“Kita mencari polisi unggul, tentu secara natural kita seleksi, dengan menyiapkan dari awal (pembinaan). Sisi ini yang disentuh peningkatan SDM, bukan hanya memprioritaskan putra daerah,” ujar Aher, sapaan Heryawan.

Selain menandatangani kerja sama pembinaan calon anggota Polri, Polda Jabar dan Pemprov Jabar bergandeng tangan untuk pencegahan penyalahgunaan narkoba dan serta desa.pungkasnya (Kusnadi)

RAJAWALI BC, Ingin Lebarkan Sayap ke Seluruh Kota

RAJAWALI BC, Ingin Lebarkan Sayap ke Seluruh Kota

BANDUNG | Harian Waktu – Rajawali Bird Club (BC) meluncurkan gelaran kontes burung berkicau di Giant Pasteur, Jalan Dr Djunjunan, Minggu (9/4).  Kontes burung berkicau yang dilaksanakan Rajawali BC sebelumnya cukup rutin digelar di wilayah Bandung Raya dengan lokasi dan hari yang berbeda-beda.

Menurut Ketua DPD Jabar 1 Daday, gelaran burung berkicau yang dilaksanakan Rajawali BC DPD Jabar 1 di Giant Pasteur ini merupakan kontes yang ke-11 digelar. Rajawali BC sendiri berkomitmen mengembangkan sayap komunitas dengan menggandeng para pehobi burung kicau.

Lewat rutinitas kontes burung berkicau yang digelar, Rajawali BC berharap para pehobi  dari berbagai wilayah bisa merasakan atmosfer suara burung  burung  yang indah saat kontes berlangsung.

“Rencananya Rajawali BC juga akan mengelar kontes burung di tiap kota di Jabar seperti Kabupaten Cianjur dan Kabupaten/Kota Sukabumi. Tujuannya nanti peserta dari kontes yang kami gelar bisa menuju event tingkat nasional yang akan kami gelar dalam waktu dekat,” jelas Daday.

Event nasional burung berkicau Rajawali BC rencananya akan digelar di Pusdif, Kota Cimahi, Minggu (16/4) mendatang dengan memperebutkan Piala Pasundan. Gelaran tersebut  bertujuan menjalin silatuhrahmi antarkomunitas pengemar burung kicau seluruh Indonesia.

Untuk diketahui Rajawali BC DPD Jabar 1, selama ini juga rutin mengelar berbagi kegiatan atau kontes seperti “Latber Spesial Sabtu Ceria” Desfarindo bersama Radjawali Indonesia yang dilaksanakan tiap Sabtu mulai jam 10.30 WIB di Pertokoan Warung Lobak, Kecamatan Soreang, Kabupaten Bandung.

Selain itu juga rutin dilaksanakan latihan bersama BPPBC Bojongpulus tiap Kamis mulai jam 11.00 WIB. Fazar