Tag : Bisnis

Butuh Perawatan Khusus dan Tekun  Panen Rupiah, Berkah Petani Pepaya California

Butuh Perawatan Khusus dan Tekun Panen Rupiah, Berkah Petani Pepaya California

PANEN : Kebanyakan orang memang belum tahu dan mengenal buah yang secara potensial siap memberi keuntungan petani, seperti Pepaya California. Tanaman yang kecil pohonnya dan memiliki buah yang banyak, ternyata bisa memberikan keuntungan besar untuk para petani.

CIDAUN, waktunews.com – Kebanyakan orang memang belum tahu dan mengenal buah yang secara potensial siap memberi keuntungan petani, seperti Pepaya California. Tanaman yang kecil pohonnya dan memiliki buah yang banyak, ternyata bisa memberikan keuntungan besar untuk para petani di Cidaun, ditambah kondisi iklim dan tanah di Cidaun sangat cocok untuk menanam buah papaya California ini.

Petani ppaya, Enip ( 32 ) warga Kampung Rancagoong, Desa Jaya Pura, Kecamatan Cidaun, kini  mulai merasakan betul nikmatnya berkebun buah Pepaya California. Setiap minggu, dia bisa memanen rata-rata 6 kuintal buah papaya dari kebunnya. Dia menjual papayanya tersebut dengan harga Rp2.000 per buah,  ke seorang tengkulak yang tiap minggu datang ke kebunnya.

“Saya masih menjual ke tengkulak, selain belum punya kenalan untuk menjual ke pasar secara langsung, terus kan panenan papaya dari kebun saya masih terukur sedikit, jadi nanggung kalau dijual langsung ke pasar,” ucap dia

Jika dalam seminggu kebunnya bisa menghasilkan 6 kuintal buah pepaya dengan harga Rp2.000, maka dalam seminggu dia bisa mendapatkan Rp1.200.000 perminggu. Itu berarti dalam sebulan penghasilannya dari berkebun papaya California bisa mencapai Rp4.800.000.

Namun berkebun papaya California bukanlah hal mudah. Meski sudah menggeluti bisnis ini selama satu tahun, dia mengaku masih dalam taraf belajar. Menurutnya, untuk berkebun pepaya California ini tidak bisa dibilang mudah, karena pohon papaya California membutuhkan perawatan khusus dan ketekunan, beda dengan pohon papaya jenis lokal. “Lumayan sih, sebetulnya. Cuma yang namanya bertani itu tidak mudah,” kata dia.

Dia, menjelaskan bahwa kadar air dan kelembaban pohon tersebut harus tetap dijaga.  Selama periode kemarau beberapa bulan yang lalu misalnya, dia harus berusaha agar pasokan air kekebunnya tetap ada, hingga dirinya harus menggunakan pompa untuk menyiram kebun. Agar pohon papaya miliknya tidak mati kekeringan.

Bahkan ketika hujan sudah turun seperti sekarang, dia harus tetap fokus ke kebunnya, dan memastikan parit parit di kebunnya dapat mengalirkan air hujan agar tidak menggenangi kebun nya. “Kalau pohon bisa tumbuh normal, dalam setahun pasti bisa balik modal,”  jelasnya. Asep Hendrayana

Dhy Distro Distronya Anak Gaul

Dhy Distro Distronya Anak Gaul

CIANJUR, waktunews.com – Berbagai pakaian yang disediakan distro selalu menjadi pilihan dalam berbusana bagi anak muda, disamping tergolong murah sesuai dengan kantong anak muda, desain yang ditawarkan oleh berbagai distro membuat kaum muda tampil selalu trendi dan up to date. Oleh sebab itu, pastikanlah anda segera melihat berbagai koleksi kaos distro dengan harga yang sangat terjangkau dan tentunya akan banyak dari anda yang merasa sangat mendambakan berbagai macam koleksi pakaian distro, sebagai pilihan tepat gaya modis kasual anak muda saat ini.

Nah distro yang tepat untuk melengkapi pakaian anak muda dengan harga yang bersahabat adalah Dhy Distro. Dhy Distro menyediakan aneka pakaian yang lengkap, murah dan berkualitas. Bukan hanya untuk remaja saja, tapi distro yang terletak di Kelurahan Pamoyanan Kecamatan Cianjur itu juga menyediakan pakaian anak dan dewasa bagi laki-laki dan perempuan.

Yudi yang merupakan pemilik dari Dhy Distro, menuturkan kesuksesan usaha yang dia rintis semenjak tahun lalu itu dibantu dengan promosi melalui sosial media dan situs jual beli online.

“Ada jaket, switer, celana, hingga sepatu untuk semua kalangan. Saya promosi di sosial media seperti Facebook, BBM, WhatsApp,” paparnya.

Yudi menambahkan, pembelinya bukan hanya dari wilayah perkotaan Cianjur saja. Tetapi hingga luar kota dan provinsi.

“Kalau di luar kota seperti Bandung atau sampai Sumatera saya kirim melalui jasa pengiriman. Kalau di sekitaran Cianjur bisa janjian atau datang ke rumah saya sendiri,” tambahnya.

Harga yang ditawarkan beragam. Mulai dari Rp 25 ribu hingga ratusan ribu tergantung pakaian apa yang dibeli. Saat ini rata-rata para pemuda membeli kaos distro dan celana jeans.

“Untuk harga bersahabat, tapi kualitasnya bagus. Bagi yang ingin lihat koleksi pakaian yang dijual bisa datang ke rumah atau lihat di facebook Dhy Distro Grosir,” tandasnya. Asep Hendrayana

Ingin Belanja Untung di Kawan Baru Aja

Ingin Belanja Untung di Kawan Baru Aja

CIANJUR, waktunews.com  –  Setelah sukses dengan program Late Night Sale pertama,  kini Kawan Baru Super market bahan bangunan terbesar di Cianjur akan segera hadirkan kembali Late Night Sale 2, yang akan di gelar pada hari Sabtu, 29 Juli 2017. Mulai dari pukul 19.00 hingga pukul 21.00. Tentu saja dengan diskon gede–gedean hingga 80 persen dan hadiah uang tunai puluhan juta rupiah juga berbagai hadiahnmenarik lainnya. Selain itu ada juga program beli satu gratis satu.

“Program Late Nigh Sale ini satu–satunya di Cianjur dan ini adalah kali ke dua di Kawan Baru dengan diskon mencapai 80 persen dan hadiah menarik lainnya,” ujar Teguh Yudistira, Supervisor Marketing , Kawan Baru

Teguh menambahkan, selain itu di setiap harinya selalu ada kejutan hadiah tanpa diundi.  Dengan pembelanjaan minimal dua juta lima ratus ribu rupiah, kita dapat kesempatan untuk memilih angpau yang berisi uang tunai jutaan rupiah dan berbagai hadiah menarik lainnya.

“Untuk program ini berlaku kelipatan. Dengan belanja minimal dua juta lima ratus ribu rupiah, kita akan mendapat kesempatan mengambil satu amplop. Nah jika belanja lima juta rupiah maka dapat kesempatan mengambil dua amplop,” tambah dia.

Kemudian ada juga program tahunan dengan hadiah utama liburan ke Malaysa untuk dua orang dengan waktu tiga hari dua malam, kedua sepeda motor dan ketiga liburan ke Bali. Untuk mengikuti program tahunan ini kita harus menjadi member Kawan Baru, kemudian mengisi formulir program hadiah dengan memilih program hadiah yang kita minati, dengan pilihan terkecil lima puluh ribu rupiah hingga lima miliar rupiah.

“Program ini tanpa undian. Dengan pilihan program hadiah mulai dari lima puluh juta rupiah sampai lima miliar rupiah, kita akan mendapatkan hadiah utama tanpa diundi,” jelas dia. Asep Hendrayana

Jelang Lebaran Gallery Collection Banjir Pesanan

Jelang Lebaran Gallery Collection Banjir Pesanan

CIANJUR, waktunews.com – Menyambut lebaran Idul Fitri, permintaan baju (pakaian)  pasti mengalami peningkatan, tak terkecuali bagi para pengusaha fashion di Cianjur. Kondisi ini pun membuat transaksi ritel pakaian di bulan Ramadan dan jelang lebaran meningkat.

Reni Fatmawati (19),  salah seorang admin dari salah satu online shopping, yang mempunyai akun Gallery Collection,  saat ini sudah banyak pemesanan berupa pakaian dari konsumen, hal ini terjadi dari beberapa pekan lalu, hingga kini minat para pembeli masih meningkat.

“Untuk mempromosikan barang dagangan, saya manfaatkan melalui berbagai media sosial, sehingga bisa memudahkan kita untuk menarik perhatian pembeli, yang di dagangkan di online shopping kami, itu adalah barang dari butik Gallery Collection, yang beralamat di Jln. Siliwangi Gg. Delima,” terang Reni

 Menurut dia, bisnis online adalah bisnis yang menjanjikan, terlebih dengan bisnis online memungkinkan kita untuk memperluas pasar, tanpa terbatasi jarak.

“Tidak perlu diragukan lagi , justru melalui media sosial, kita akan memudahkan pelanggan untuk memilih berbagai model tanpa harus datang ke butik,” kata Reni.

Reni menambahkan, bahwa bisnis di dunia fashion ini, sudah dia kelola sejak tahun 2013, bersama sang kakak, Rani Nuraini.

“Kami bersyukur karena setiap tahun, butik kami terus mengalami peningkatan, untuk omzet di bulan ini saja kami mengalami peningkatan 50% jika dibanding bulan Ramadhan tahun lalu,” terang dia.

Menurut Reni, di butik tersebut, ia  menyediakan berbagai model baju untuk wanita seperti, atasan, dres, baju muslim dan berbagai model lainnya.

“Untuk di edisi Ramadhan ini yang paling laris, adalah baju muslim,” singkatnya

Lanjutnya, di minggu ke tiga ini stok di butiknya sudah mulai menipis, selain karena ramainya pesanan, saat ini Gallery Collection, akan melalakukan close order.

“Iya di minggu ke tiga ini kita sudah mulai close order, supaya pas nanti selesai lebaran, Gallery Collection tampil dengan berbagai model fashion trend terbaru,” ucap Dian.

Lebih lanjut, dia mengungkapkan, bahwa dia sangat bersyukur. Di usianya yang masih muda, dia sudah bisa membangun cita–citanya, menjadi seorang pengusaha.

“Segala sesuatu yang saya dapatkan saat ini, tentu saja tak lepas dari peran serta kaka saya, Rani,” tutupnya.Asep Hendrayana

Harga Sayuran dan Cabai Jelang Puasa Hingga Lebaran Aman

Harga Sayuran dan Cabai Jelang Puasa Hingga Lebaran Aman

KARANGTENGAH | Harian Waktu Dinas Pertanian, Perkebunan, Ketahanan Pangan dan Holtikultura (DPPKPH) menjamin harga dan pasokan komoditas sayuran dan cabai selama bulan suci Ramadhan hingga menjelang Idul Fitri aman.

Harga dari petani untuk saat ini pada komoditi cabai merah justru mengalami penurunan harga diangka RP. 9000 dan Rp. 10.000 perkilogram. Hal ini ditenggarai karena adanya keseimbangan antara produksi pertanian dan permintaan pasar yang belum begitu ramai.

Kepala Bidang (Kabid) Holtikultura, U Supriatna Hasan menjelaskan harga tersebut tidak termasuk apabila sudah berada dipasaran.

Menurutnya, keseimbangan harga komoditi sayuran tersebut ditopang juga oleh ketersediaan area tanam yang ideal, yaitu luasan lahan pertanian sayuran berkisar 6.000 hektar area tanam. Area tanam itu diprediksi akan mampu mengimbangi kebutuhan masyarakat selama bulan puasa hingga lebaran nanti.

“Malah kalau untuk kebutuhan masyarakat saja, bisa–bisa surflus,” katanya.

Selama ini, lanjut Kabid yang biasa disapa Bah Hasan, justru pihak Bidang Holtikultura yang dipimpinnya malah sudah memfasilitasi hasil produksi pertanian, terutama cabai merah, dengan pihak swasta seperti beberapa toko modern, koperasi pertanian ataupun lembaga niaga tani lainnya.

 “Dengan demikian itu, prediksi antara kebutuhan masyarakat dan kerjasama dengan swasta untuk komoditi sayuran dari petani akan tercukupi,” tambahnya.

Wilayah–wilayah penghasil sayuran, masih menurut Bah Hasan, tidak ada yang berubah. Tetap difokuskan di Kecamatan Campaka, Campaka Mulya, Takokak, Sukanagar, Pagelaran, Cugenang, Pacet dan Cipanas.

Sementara dari Ketua Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) Multi Tani Jaya Giri (Mujagi) yang fokus menanam jenis cabai merah dikawasan Cipanas Puncak, Suhendar menyatakan bahwa stok untuk menjelang bulan suci Ramadhan hingga Hari Raya Idul Fitri bisa dibilang aman.

Suhendar menjaminnya, karena semenjak bulan Januari dan Pebruari petani sudah mulai menanam cabai. Jadi walaupun pada saat bulan tersebut belum ada momen khusus, para petani yang masuk dalam gabungan kelompok taninya tetap diharuskan untuk menanam cabai.

Dari persiapan waktu tanam itulah, Gapoktan Mujagi, bisa menjamin ketersediaan cabai dinyatakan aman untuk tiga bulan mendang. Dengan catatan selama dalam masa tanamnya tidak terjadi bencana gagal panen yang diakibatkan curah hujan yang terus menerus.

Mengenai soal kisaran harganya sendiri, masih menurut Suhendar, diperkirakan nanti disaat menjelang Hari Raya Idul Fitri akan jatuh pada Rp. 17.000 sampai Rp. 25.000 per kilogramnya.

“Ketika suplai stabil, otomatis harga pun pasti stabil,” pungkasnya. Ruslan Ependi

Ketoprak Betawi Puluhan Tahun Ada di Kota Tauco

Ketoprak Betawi Puluhan Tahun Ada di Kota Tauco

CIANJUR | Harian Waktu Anda pasti sudah kenal dengan makanan asal dari Betapi yang biasa disebut  Ketoprak. Seperti halnya makanan lain, yang namanya berasal dari singkatan bahan–bahan untuk membuat makanan itu, begitu pula dengan ketoprak. Ketoprak adalah singkatan dari ketupat, toge dan digeprak. Memang, ketoprak terdiri dari irisan ketupat, tauge yang sudah direbus, tahu goreng, mentimun, dan bihun lalu diguyur saus kacang, plus kerupuk.

Tahukah anda sejak kapan ketoprak ada di Cianjur dan siapa yang membawa makanan ini ke kota Tauco?

Ternyata Ketoprak hadir di Cianjur, sejak dua puluh tahun lalu dan yang membawa makanan khas Betawi ini ke Cianjur adalah Mbak Assakinah (44) atau yang biasa akrab di panggil Bu Tina. Menurut wanita paruh baya yang berasal dari Berebes ini. Pertama kali dia mengenalkan ketoprak ke warga Cianjur, sama sekali tidak membuat warga Cianjur tertarik. Malah tak jarang dia pulang ke rumah dengan gerobak yang masih terisi utuh.

“Wah dulu itu pas awal saya dagang ketoprak di sini, sangat pahit sekali. Saya sering pulang ke rumah tanpa menjual sepiring ketoprak pun. Yang ada di ketawakan, karena menurut orang yang saya tawari ketopra, ketoprak itu kuda berlari (kotoprak…kotoprak) katanya,” cerita Tina.

Tina menjelaskan, dia butuh waktu satu tahun untuk merintis usahanya. Setelah satu tahun baru bisa merasakan usaha yang stabil. Seiring berjalannya waktu kini ketoprak Bu Tina, sudah terkenal di Cianjur. Malah tak jarang para pelanggannya ini rela mengantri dan datang dari jauh, hanya untuk menikmati ketoprak buatan Bu Tina.

“Alhamdulillah pa, sekarang dalam sehari saya bisa menjual 200 porsi ketoprak, kalo diambil rata–rata omzet saya dari ketoprak ini sekitar Rp. 1.000.000 perharinya, lumayanlah buat kumpul–kumpul menikmati hari tua di kampung,” ucap Tina.

Ketoprak Bu Tina dengan tenda biru  yang biasa kita temui di samping kana jalan dari arah Jln. Taifur Yusuf, Suge. Namun kini berpindah tempat, ke sebuah kedai disebrang tempat semula. Di kedai ketopraknya yang sekarang, dia dibantu oleh sang suami dan dua orang anaknya.

“Sekarang saya dibantu oleh anak dan suami, karena disini Alhamdulillah pelanggannya makin banyak, stok bahan yang biasanya untuk satu hari berjualan. Disini bisa habis dalam setengah hari, jadi saya harus di bantu sama suami dan dua anak saya, supaya tidak keteteran. Kedai ini sekarang buka dua puluh empat jam, jadi memang harus ada yang mengaplus,” katanya.

Rupa dan rasa dari ketoprak Bu Tina ini memang sama dengan ketoprak yang ada di Betawi, namun di ketoprak Bu Tina ini, ada kelezatan yang lebih dari ketoprak pada umumnya.

“Resepnya sih resep turun temurun dari keluarga, mengenai rasa kan memang pembeli yang menilai, saya cuma menerapkan resep dari keluarga tanpa ada yang di kurangi dan di lebihi,” terang Ibu yang murah senyum ini. Asep Hendrayana

TIKTUK GAUL LAHIR DARI KEPERIHATINAN GURU PAUD

TIKTUK GAUL LAHIR DARI KEPERIHATINAN GURU PAUD

CIANJUR | Harian Waktu Cemilan jaman dulu yang sekarang mulai booming lagi salah satunya adalah kue garpuh atau sekarang lebih akrab disebut Tiktuk. Dengan brand Tiktuk Gaul, kini cemilan jadul dengan rasa gaul ini telah merambah ke toko oleh–oleh dan super market di Cianjur dan sekitar nya.

Di tangan Lia Herlina, Ibu dua orang anak, asal Kamp. Pasir Malaka, RW 10 RT 02, Desa. Nangala Mekar Kec. Ciranjang, kini tiktuk tersebut bisa dinikmati dengan aneka variant rasa, seperti  rasa daun jeruk, daun seledri, taucho, keju dan extra hot.

“Saya membuat variant rasa pada Tiktuk Gaul, agar Tiktuk ini banyak  diminati masyarakat, selain untuk melestarikan cemilan jaman dulu, melalui tiktuk ini saya mencoba lestarikan makanan khas Cianjur  juga, yaitu Tiktuk dengan rasa Taucho,” terang Lia.

Menurut Lia,  perusahaan Tiktuk Gaul yang ia kelola Sejak 2010 ini, berawal dari niat membantu para guru PAUD  di PAUD Khaerunisa, untuk mendapatkan penghasilan tambahan setelah selesai mengajar. Tiga orang guru PAUD yang bekerjasama dengan dirinya ini bisa menghasilan 15 Kg tiktuk setiap harinya.

“Mereka mengerjakan pembuatan Tiktuk di rumah masing- masing seusai mengajar, kemudian tiktuk hasil produksi tersebut kami kemas dan saya pasarkan,” ucap Lia.

Selain seorang pengusaha Lia pun tergabung dibeberapa organisasi ke wanitaan dan UMKM. Di tengah kesibukan bisnisnya dengan mobilitas yang tinggi, ternyata Lia tidak melupakan jiwa  sosialnya terhadap orang–orang disekitarnya.

“Besar harapan saya untuk Tiktuk Gaul ini, saya ingin tiktuk semakin banyak order sehingga saya dapat mempekerjakan para tetangga khususnya kaum ibu rumah tangga di sekitar saya, agar mereka mempunyai penghasilan tambahan,  untuk memenuhi kebutuhan rumah tangganya,” harap Lia.

Lia Herlina adalah sosok wanita yang tangguh, selain untuk menghidupi kebutuhan dua orang anaknya, ternyata kerjakerasnya itu, dia dedikasikan juga untuk orang yang ada di sekitarnya, semoga sosok Lia ini dapat menginspirasi  kaum wanita Cianjur. Asep Hendrayana

Sambil Kuliah Coba Kembangkan Usaha Durian Diw Diw

Sambil Kuliah Coba Kembangkan Usaha Durian Diw Diw

CIANJUR | Harian Waktu Untuk menikmati buah durian kupas asal Medan yang terkenal lebih legit dari jenis durian yang biasa dijumpai di pulau Jawa, kini tidak perlu jauh-jauh pergi ke Medan karena bisa dinikmati langsung oleh masyarakat Cianjur di Cianjur. Bahkan penghobi buah durian tidak usah lagi pergi keluar dari rumah. Cukup pesan saja lewat telepon, SMS atau WA maka durian yang dinamai Diw Diw ini akan diantar si penjual ke depan pintu.

Dari dua orang yang merintis bisnis penjualan Durian Diw Diw adalah seorang mahasiswa tingkat akhir di Universitas Suryakencana Cianjur yaitu Tedi Rustandi, warga Jalan Raya Cibeber, Kampung Ciharashas, KM 07, RT. 002 RW. 007, Desa Sirnagalih, Kecamatan Cilaku. Dirinya merasa tertarik terjun ke dunia bisnis ini secara kecil–kecilan dan belum mampu memesan dalam jumlah banyak dari kota asalnya Medan.

“Untuk sekarang, hanya bisa memesan cuma 30 boks saja,” katanya.

Usaha penjualan Duria Diw Diw ini oleh Tedi dijadikan sebagai tumpuan harapan untuk membantunya menyelesaikan study yang sebentar lagi selesai. Dirinya sudah merasa malu bila harus terus bergantung pada orang tuanya. Untuk pelanggannya sendiri, Tedi mengaku masih dalam putaran orang–orang yang dikenalnya dari kalangan politisi, pejabat, mahasiswa dan wartawan.

Kembali pada bisnis Durian Diw Diw, Tedi menjelaskan mengenai harga yang cukup terjangkau. Dengan harga Rp. 90. 000 para pemesan bisa menikmatinya untuk setiap boks ukuran 20 x 14 CM. Harga tersebut sudah disesuaikan antara harga jual dan ongkos pengiriman. ”Kalau awalnya saya jual 100 ribu rupiah. Sekarang turun, karena adanya saingan yang lebih besar modalnya,” ujar Tedi.

Tedi melanjutkan, dari isi setiap boksnya, ada yang berisi 18 biji ataupun 23 biji, tergantung dari besar kecilnya biji Durian Diw Diw. Sedangkan kekuatan penyimpanan bisa sampai satu bulan lebih dalam keadaan beku atau disimpan dalam freezer. Selain nikmat bila disantap langsung, Durian asal Kota Medan ini lezat juga sebagai bahan campuran ice cream ataupun sop buah.

Selain menjual isi buah Durian Diw Diw, Tedi juga mengembangkan usahanya pada jenis olahan yang masih berbahan baku Durian Medan yaitu Pancake Durian Medan. Hal dia lakukan selain untuk menambah penghasilan, karena rasa dari Pancake Durian Medan sangat cocok dilidah masyarakat Cianjur. ”Lain dari yang lain, Pancake ini lebih nikmat rasanya,” tutur Tedi berpromosi.

Jadi bisnis aneka durian medan yang dilakukan Tedi Rustandi sekarang ini ada tiga jenis yakni Durian Kupas seharga Rp. 90.000, Daging Durian tanpa biji Rp. 90.000 dan Pancake Durian berharga Rp. 85.000, semuanya bermerk Diw Diw,” yang berminat bisa kontak saja No saya 083112871293,” tukasnya.

Tedi mengharapkan adanya bantuan dari pemerintah untuk membantunya memajukan bisnis yang dia rintis. Dia mengaku butuh modal usaha untuk mempunyai kontrakan berupa kios di tempat yang refresentatif. ”Jadi usahanya nanti bisa diantar dan juga bisa dikunjungi oleh pembeli,” pungkasnya.  Ruslan Ependi

Ratusan Anak, Ramaikan Lomba Mewarnai dan Fashion Show

Ratusan Anak, Ramaikan Lomba Mewarnai dan Fashion Show

Pemilihan Putri dan Putra Kreatifitas Kartini

CIANJUR | Harian Waktu Ratusan anak usia tiga tahun sampai jenjang SMP, ikut meramaikan lomba mewarnai dan fashion show, yang diselenggarakan Sanggar Lukis Fadli, Sanggar Tunas Kreatif, bersama Citimall di area Citimall, Sabtu (29/4). Acara yang bertajuk Pemilihan Putri dan Putra Kreatifitas Kartini, di ikuti peserta dari siswa-siswi TK, SD, dan SMP dari beberapa sekolah se-Kabupaten Cianjur.

   

Berdasarkan pantauan, area Citimall pun terlihat sangat ramai oleh para siswa-siswi yang mengikuti acara tersebut. Dengan krayon masing-masing, setiap anak mencoba menuangkan kreatifitasnya melalui berbagai warna. Dalam waktu 40 sampai 60 menit, setiap peserta harus sudah selesai mewarnai gambarnya, bahkan setiap anak pun tampak larut dan asyik dengan imajinasi warna masing-masing.

Merah, kuning, biru, dan hijau tampaknya menjadi warna favorit. Sementara di sudut lain, para bunda dan guru melihat dengan sangat antusias sambil mempersiapkan lomba selanjutnya,  asyik dan seru jadinya.

“Setelah selesai lomba mewarnai dilanjutkan dengan lomba Fashion Show dan Fotogenik, lomba ini diselenggarakan masih dalam memperingati hari Kartini sesuai dengan tema yang di usung yaitu Pemilihan Putra Dan Putri Kreativitas Kartini. Melalui ajang ini, kami berharap dapat memacu anak menjadi lebih kreatif dan tetap berimajinasi dalam hal yang positif,” ungkap panitia acara Fadli Basayev kepada Harian Waktu.

Tambah Fadli, pihaknya sejak beberapa tahun silam rutin menyelenggarakan kegiatan-kegiatan lomba seperti ini. “Terbukti dengan diselenggarakannya kegiatan pencarian bakat seperti ini, banyak bakat-bakat luar biasa yang dimiliki oleh siswa – siswi di Cianjur, ada beberapa siswa yang memenangkan perlombaan di daerah lain bahkan sampai ke luar negeri. Besar  harapan kami, agar dinas pariwisata, dinas pendidikan, agar lebih memperhatikan tumbuh kembang bakat anak usia dini. Tentunya untuk mempromosikan Cianjur,” bebernya.

Hal senada diungkapkan Pemilik Sanggar Tunas Kreatif Vera al Hamidah yang fokus di bidang modeling dan acting, bahwa beberapa siswa Cianjur bahkan sudah ada yang menjadi bintang iklan, sinetron sampai layar lebar.

“Untuk hadiah perlombaan kali ini pun selain trophy kami akan memberikan gratis pelatihan akting serta modeling selama satu bulan di sanggar kami, dan yang terbaik akan kami promosikan untuk main sinetron atau film dengan sutradara ternama, tentunya agar siswa – siswi di Cianjur semakin terpacu” pungkasnya. adv

Quinsha Arkananta (Juara Umum Fashion Show Kartini Kreatif 2017)

Urutan Pemenang Fashion Show Kreativitas Kartini 2017

Juara Umum : Quinsha Arkananta

Juara fashion show kategori A
1.ratu zahrani (tk al azhar)
2.puti soraya ( tk al azhar)
3.gerard vergan wijaya (tk al azhar)

Juara fashion show kategori b
1.Nuzila qirana
2.zahra rimasya
3.giesa napisatun nahar

Juara fashion show kategori c
1.Dina silvia
2.calista adistian irawan
3.rifli abiyi

Urutan Pemenang Lomba Mewarnai Kartini 2017 

Kategori SD 
JUARA UMUM
1.Khansa Dzakiyah – SD N IBU JENAB 1
2.Sheinna – SD KANA’AN
3.Xavier Aquilino – SD ISLAM KREATIF

JUARA HARAPAN
1.Kaisar Arkananta – SD AL AZHAR
2.Asyraf – SD AL AZHAR
3.M.Ghathfan – SD AL AZHAR

JUARA BERBAKAT
1.Zaskia Adelia – SD N HANJAWAR 1
2.Rahima Nur – SD ISLAMIC CENTER
3.Fransyah – SD AL AZHAR

JUARA FAVORIT
1.Ilisha Neola – SD IBU JENAB 2
2.M. Rasyiq – SD AL AZHAR
3.Grendi Alfaresya – SD AL AZHAR

JUARA FAVORIT TERBAIK
1.M.Fazhel AR – SD IBU JENAB 2
2.yang Ghena – SD IBU JENAB 1
3.Timmy – SD KANA’AN
4.Maulana Wahabul F – SD IBU JENAB1
5.Syafira – SD AL IKHLAS
6.M. Relvano Alviero – SD AL IKHLAS

Kategori TK B

JUARA UMUM
1.Nayla Aurora Q – RA Al-Quswa cibeber
2.M. Rifky Akbar – TK AL Azhar
3.Finella Quincy – TK KANA’AN

JUARA HARAPAN
1.Nizam Nurghani – TK AL AZHAR
2.Nurah dzakirannisa – TK ISLAMIC CENTER
3.M. Noval fayas Dhika -TK AL AZHAR

JUARA BERBAKAT
1.Gerard Vergan W – TK AL AZHAR
2.Khansa Aulia – TK INSAN HASANAH
3.Salvia – TK SITI MARYAM

JUARA FAVORIT
1.Dzikra Muhammad –
2.Alleyka – TK SITI MARYAM
3.Nazyia – TK CIPANAS

FAVORIT TERBAIK :
1.M. Zahran – TK AL AZHAR
2.Ratu Zahroni – TK ALZHAR

Kusir Sado Hidup Segan Mati Tak Mau

Kusir Sado Hidup Segan Mati Tak Mau

CIANJUR | Harian Waktu – Semakin banyak alat transfortasi umum dan pribadi di Kab. CiaNjur, ternyata  menjadi dilema bagi para kusir dan pemilik delman atau yang lebih akrab di  panggil sado. Semakin jarang  orang yang menggunakan jasa alat transfortasi sado, semakin sulit biaya hidup si kusir sado dan biaya untuk merawat kuda.

Hal itu dialami Pepen Ependi (33) salah seorang kusir sado asal Kamp. Nagrak,  yang biasa mangkal di Jln. Pangeran Hidayatullah, mengakui penghasilan dari sado makin hari semakin berkurang. Akibat banyaknya masyarakat yang saat ini sudah memiliki kendaraan bermotor.

Pepen yang sudah bergelut menjadi seorang kusir delman selama 21 tahun ini, mengungkapkan, pendapatannya selalu menurun setiap tahun sejak 10 tahun terakhir.

”Kalau dulu dalam sehari saya bisa mendapatkan penghasilan mencapai Rp.100.000, tapi sekarang rata–rata nya cuma Rp. 40.000 sehari,” ucapnya saat diajak berbincang Harian Waktu, belum lama ini.

Menurut Pepen, pendapatan Rp. 40.000 tersebut tidak bersih karena masih di kurangi biaya untuk pakan kuda dan biaya lainnya, seperti sepatu kuda yang harus di ganti dua minggu sekali.

“Paling yang di bawa ke rumah cuma Rp. 15.000, saya sih masih beruntung karena sado ini milik saya pribadi, jadi tidak ada setoran tapi kalau teman–teman kebanyakan harus setor ke pemilik sado,” ucapnya.

Menurutnya untuk pendapatan sehari-hari, para kusir delman hanya mengandalkan langganan yang minta diantar pulang ke perumahan  atau anak–anak yang sekedar ingin naik kuda keliling kota.

 “Itupun para kusir delman harus ngetem sampai 2 jam dan kita tidak bisa beroperasi lebih dari 5 jam, karena ketahanan stamina kuda maksimal cuma 5 jam,” tambahnya.

Diakui Pepen, memang jaman sekarang sudah serba sulit bagi kusir maupun pemilik delman. Kendati demikian, dirinya tetap menjalankan usahanya tersebut demi menafkahi keluarganya. Karena tidak ada lagi usaha lain yang bisa dikerjakan.

”Harus bagaimana lagi, saya jalani saja, karena sayah tidak ada keahlian lain. Kalau tidak usaha istri dan dua anak saya mau makan apa,” tutup Pepen yang mengaku sudah menjadi kusir delman sejak usia 12 tahun ini. Asep Hendrayana