Tag : kampus

Firman Mulyadi Dijadikan Nama Gedung Kemahasiswaan di FH UNSUR

Firman Mulyadi Dijadikan Nama Gedung Kemahasiswaan di FH UNSUR

SIGAP : Jajaran Rektorat. Dekan, Dosen, dan Alumni Fakultas Hukum UNSUR Cianjur, tengah jalan bersama menuju lokasi pembangunan gedung kemahasiswaan

CIANJUR, waktunews.com – Pelatakan batu pertama pembangunan Gedung Kemahasiswaan Fakultas Hukum Unsur Cianjur resmi dilaksanakan, Kamis (11/1/18) pagi. Gedung Kemahasiswaan itu dinamai Firman Mulyadi, sebagai bentuk penghargaan terhadap alumni Fakultas Hukum yang telah memperjuangkan dan mengupayakan bantuan untuk pembangunan Gedung Mahasiswa.

Di gedung tersebut, rencananya akan di bangun dua lantai yang diharapkan pada awal ajaran baru sudah bisa dipergunakan.

Dekan Fakuktas Hukum Unsur Cianjur, Dr Henny Nuraeni, menuturkan, pembangunan gedung tersebut merupakan untuk ruang organisasi kemahasiswaan Fakultas Hukum,

“Kami membangun gedung ini untuk menunjang kegiatan kemahasiswaan, agar anak-anaku mahasiswa Fakultas Hukum dapat menyalurkan kreatifitas, mencurahkan gagasan, dan menjadi labolatorium pembelajaran dalam berorganisasi,” ujarnya di sela kegiatan.

Henny menambahkan, Firman Mulyadi merupakan salah seorang alumni Fakultas Hukum yang sukses secara akademis, karir, dan profesi.

“Nantinya gedung ini akan kita berinama Gedung Firman Mulyadi. Profesinya Advokat bekerja di DPR RI (Tenaga Ahli, red) dan secara akademik lulus S2 dan saat ini sedang menempuh Program Doktor di Universitas Jayabaya Jakarta,” tambahnya.

Menurut Henny, Firman patut dicontoh oleh mahasiswa lainnya. “Harus dicontoh oleh anak-anaku mahasiswa fakultas hukum, sosok alumni seperti Kang Firman Mulyadi,” pintanya.

Terpisah, Firman Mulyadi, mengucapkan terima kasih serta merasa bangga dan memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada Dekan Fakultas Hukum yang telah menyematkan namanya di Gedung Kemahasiswaan.

“Terimakasih Bu Dekan Fakultas Hukum, yang telah menyematkan nama saya pada gedung kemahasiswaan (Firman Mulyadi),” ucap pria yang juga Ketua Presidium Kahmi Cianjur itu.

Dia bersyukur adanya gedung kemahasiswaan yang refresentatif. Nantinya, BEM, BLM,UKM bisa memanfaatkan ini untuk lebih aktif dalam berorganisasi membentuk forum-forum diskusi dan kajian.

Di sisi lain, Fakultas Hukum sendiri saat ini sedang gencar gencarnya melakukan pembangunan gedung. Pada tahun 2016 sudah di bangun ruang Auditorium, ruang dosen serta ruang pelayananan administrasi. (**)

Taaruf ala Mahasiswa STIS NU, Pengenalan Akademik Berbasis Ahlusunnah Waljamaah

Taaruf ala Mahasiswa STIS NU, Pengenalan Akademik Berbasis Ahlusunnah Waljamaah

CIANJUR, waktunews.com – Sebanyak 60 mahasiswa baru Sekolah Tinggi Ilmu Syariah Nahdlatul Ulama (STIS NU) mengikuti pengenalan akademik yang disebut ta’aruf, kemarin (13/9). Hal itu dilakukan agar para mahasiswa memahami metode perkuliahan berbasis ekonomi hukum Islam.

Ketua Program Setudi Ilmu Ekonomi Syari’ah STIS NU Cianjur. Encep Sopian, mengatakan bahwa mahasiawa baru yang mengikuti taarufan sebelumnya mengikuti proses penyelesksian. Tujuannya untuk mengukur kemampuan mahasiswa baru dalam mamahami ekonomi syariah.

“Tes tulis yang sebelumnya dilakukan untuk memahami sampai sejauh mana pemahaman siswa baru mengenai ekonomi syari’ah yang nantinya mereka pelajari. Ini supaya fokus perkuliahan pun dapat diarahkan seauai kemampuan,” ucapnya.

Kata dia, mahasiswa baru mengikuti pengenalan akademik yang di sebut Taaruf akademik, dengan mengadakan kuliah umum, membahas mengenai sistem perkuliahan dengan sistem Satuan Kredit Semester. Tentunya berbeda dengan metode belajar di sekolah.

“Pengenalan akademik ini, membahas mengenai sistem SKS dan metode perkuliahan, terutama di STIS NU Cianjur yang mempunyai keunggulan dalam pendalaman keilmuan agama ahlusunnah waljamaah. Selain mata kuliah yang wajib,” ungkapnya.

Selain itu, ia menuturkan, setelah pengenalan akademik dilakukan kembali di hari berikutnya pengenalan keorganisasian intra kampus. Tujuannya supaya mahasiswa baru bisa mengembangkan keahlian dan pengetahuannya didalam kegiatan organisasi.

“Di kampus kami ada organisasi internal yang di sebut Dewan Mahasiswa STISN U Cianjur. Jadi mahasiswa dituntut untuk mengikuti organisasi supaya bisa menimbang antara pengetahuan dan pengalaman mahasiswa sehingga ketika terjun kemasyarakat sudah siap, baik mental maupun pengalaman,” paparnya.

Menurutnya, ritual pengenalan kampus dalam simpul kegiatan kampus yang mereka sebu taarufan tersebut juga akan memberikan pembelajatan kepada mahasiswa STISNU, agar dapat membedakan antara mahasiswa lain terutama keunggulan dalam pemahaman agama ahlusunnah waljamaah annahdiyah. Sesuai dengan lembaga yang menaungi STIS NU Cianjur yaitu Nahdlatul Ulama.

“Mahasiswa kami dicetak untuk mempunyai keunggulan dalam bidang keilmuan dan pengetahuan sesuai dengan jurusan yang ada yang juga sudah terakreditasi B. Namun di sisi lain mahasiswa STIS NU juga bisa mengamalkan ilmu keagamaan sesuai dengan lembaga yang menaunginya,” tandasnya. Ismat Nasrulloh