Tag : SENIMAN

Bupati Lantik Pengurus DKKC, Budayawan dan Seniman Harus Berdaya!

Bupati Lantik Pengurus DKKC, Budayawan dan Seniman Harus Berdaya!

CIANJUR-Bupati Cianjur Irvan Rivano Muchtar melantik pengurus Dewan Kebudayaan Kabupaten Cianjur periode 2017-2021 di Jl. Suroso Kabupaten Cianjur Jumat (5/26). Pelantikan berdasarkan nomor 431.05/KEP.98-Kesbangpol /2017.
 
Bupati memaparkan,  kiranya kepercayaan yang telah diberikan dapat dilaksanakan dengan sebaik-baiknya dan penuh tanggungjawab. Sebab kepercayaan ini tidak hanya dipertanggungjawabkan, baik kepada para anggota maupun seluruh pelaku, penggagas maupun pencinta seni dan budaya. Melainkan dipertanggungjawabkan pula kepada masyarakat, bangsa dan negara, bahkan, kepada Allah SWT. “Mudah – mudahan DKKC dapat melakukan kegiatannya secara mandiri dan Independent serta dapat memberikan sumbangsih pemikiran dan tindakan nyata bagi kepentingan para anggota dan masyarakat,” paparnya.

DILANTIK : Bupati Cianjur Irvan Rivano Muchtar melantik Ketua Dewan Kebudayaan Kabupaten Cianjur periode 2017-2021, Astri Yustiniawati beserta pengurus di aula DKKC Jl. Suroso Kabupaten Cianjur Jumat (5/26). FOTO : DENI ABDUL KHOLIK/HARIAN WAKTU

 

Bupati berharap, DKKC senantiasa mempertahankan eksistensi dan memunculkan keunggulan – keunggulan budaya daerah agar dapat bersaing dengan daerah lain. Jika hal ini dapat dilakukan, maka setidak- tidaknya akan menjadi daya tarik tersendiri bagi sektor kepariwisataan. “Pada gilirannya dapat memberikan dampak secara ekonomi bagi masyarakat.” tegasnya.

Bupati menerangkan, DKKC harus mengisi ruang-ruang yang masih kosong untuk pembangunan bangsa dibidang seni dan budaya, serta bisa mengangkat peluang dalam pemberdayaan dan pembinaan para budayawan dan seniman.
 
Oleh karena itu, DKKC jangan hanya menunggu, tetapi harus lebih pro aktif dalam melaksanakan aktifitas kegiatan. Juga secara terus menerus membangun semangat kerjasama satu sama lain.
 
“Mengimplementasikan program secara bersama-sama guna menciptakan wadah organisasi yang solid, dan mampu menciptakan kader -kader yang memiliki daya nalar tinggi serta karya nyata yang bermanfaat untuk kepentingan masyarakat,” tegasnya.
 
Sementara itu, para pengurus harian DKKC yang dilantik. Ketua  Harian, Astri Yustiniawati, Ketua I . Eden Romansyah, Ketua II Fitri Nurfaida, Ketua III Muhammad Ridwan, Sekretaris Umum, Ihsan Subhan, Sekretaris I, Iwan Kurniawan, Sekretaris II Moch.Ridwan, Bendahara, Rahmat Saeful Anwar, dan Wakil Bendahara, Nurhayati. (Deni Abdul Kholik)
EVENT : Mini Concert Cianjur On7

EVENT : Mini Concert Cianjur On7

CIANJUR | Harian Waktu Segera hadir Mini Concert Cianjur On7 untuk menghibur masyarakat Cianjur, yang akan dilaksanakan di Taman Kreatif Joglo (TKJ), jalan Siliwangi, Cianjur, Minggu  7 Mei 2017. Acara ini diselenggarakan oleh Rock The Vote bekerjasama dengan Humas Pemda Cianjur, Harian Waktu, Info Cianjur dan Dewan Kebudayaan Kabupaten Cianjur (DKKC).

Poster Mini Concert Cianjur On7

Deni Nugraha selaku inisiator kegiatan Mini Concert Cianjur on7 mengatakan, kegiatan tersebut adalah kegiatan yang diselengarakan setiap satu bulan sekali, setiap tangal 7, sebagai salah satu usaha untuk melestarikan budaya lokal Cianjur. “Ini adalah kegiatan rutinan, sebagai salah satu usaha apresiatif untuk para seniman, dan pelaku seni se-Kabupaten Cianjur yang juga akan dihadiri langsung  Bapak Bupati Cianjur H. Irvan Rivano Muchtar”, tuturnya.
Sementara itu,  Ketua pelaksana kegiatan, Verry Verdiana mengatakan, penampilan Mini Concert Cianjur On 7 akan menampilkan para seniman yang terdiri dari berbagai komunitas seni, sanggar dan pelajar sekolah-sekolah yang ada di Kabupaten Cianjur. “Ini adalah persembahan dari pada seluruh pecinta seni se-Kabupaten Cianjur, dimulai dari kesenian-kesenian tradisi sampai kesenian modern, yang terdiri dari kalangan seniman, pelaku seni, pelajar, pemuda atau masyarakat yang memiliki potensi kesenian,” jelasnya. (Ismat/ican)
Pengrajin Wayang Golek Mulai Tersisih

Pengrajin Wayang Golek Mulai Tersisih

CIANJUR | Harian Waktu – Jarang adanya pementasan wayang golek ternyata membawa dampak tersendiri bagi pengrajin wayang golek. Seperti yang dirasakan para pengrajin wayang golek di kampung Sukamulya, Desa Girimulya, Kecamatan Cibeber, sepi orderan.

Menurut H. Supyan (50), sebagai sentra kerajinan wayang golek, Kampung Sukamulya selalu banjir pesanan. Pemesannya tidak hanya dari kalangan dalang, namun juga masyarakat biasa untuk cenderamata atau hiasan interior rumah.

“Tapi itu dulu akhir tahun 90-an, warga (para pengrajin) tidak pernah berhenti membuat wayang. Sekarang nyaris tidak ada pesanan. Pengrajin banyak yang banting setir, ada bertani dan berdagang,” katanya.

Jumlah pengrajin wayang golek di Kampung Sukamulya sendiri, sebut dia mencapai puluhan. Mereka mengerjakan pembuatan wayang berbahan kayu itu di selasar-selasar rumah. “Sekarang di teras-teras rumah sudah sepi,” katanya.

Ditambahkan Supyan, memburuknya bisnis kerajinan wayang golek ini pun tidak terlepas dari minat generasi muda terhadap kebudayaan Sunda yang semakin luntur. Hampir tidak ditemukan, remaja atau pemuda yang memiliki ketertarikan dengan pementasan wayang golek.

“Ditambah pementasannya yang jarang digelar. Dulu, kalau ada wayang golek manggung, lapangan penuh sesak, sampai subuh pun warga tetap menontonnya. Tapi sekarang jamannya sudah lain, sudah berubah,” ujarnya.

Salahseorang pengrajin wayang golek, Dede Wiguna (58) atau akrab disapa wak Ende bercerita sepak terjangnya di dunia bisnis kerajinan wayang golek. 20 tahun yang silam, hari-harinya tak pernah lepas dari pisau serut, membuat wayang golek saking banyaknya pesanan.

“Dulu saya bisa buat ratusan. Sekarang sudah tidak lagi, sudah ditinggalkan oleh generasi sekarang,” katanya.

Selain kesehariannya habis untuk membuat wayang golek pesanan orang, wak Ende juga berprofesi sebagai dalang. Kemahirannya dalam memainkan bonek kayu khas Sunda ini ia dapat secara otodidak.

“Kan kalau bikin wayang itu harus dicoba-coba dulu, nah dari situ saya kadang suka isi suaranya. Lama kelamaan asyik juga, jadinya keterusan. Kalau pesanan sedang sepi, saya suka ngadalang,” ucapnya.

Namun, sambung dia, bisnis ngadalang pun saat ini semakin sepi. Biasanya warga yang menggelar hajatan atau sunatan selalu mengundangnya untuk mementaskan wayang golek. “Sekarang jarang ada yang ngondang, kalah pamor sama organ tunggal,” pungkasnya.

Ditempat lain Ishak Suhendra (52), pemilik sanggar kerajinan wayang golek di Jalan Raya Andir Desa Cibiuk, Kecamatan Ciranjang, Kabupaten Cianjur, juga mengalami hal sama sepi orderan. Namun ia tetap setia menggeluti kerajinan pembuatan wayang golek meski peminatnya semakin menurun.

Tampak terpampang wayang golek hasil karyanya sepertiPandawa Lima, Semar, Si Cepot dan lainnya. Kerajinan terseut pun sudah ditekuni sejak berusia 11 tahun, Pasang surut keberadaan kerajinan pun sudah dialaminya. “Meski permintaan semakin hari semakin menurun, saya ingin wayang golek tetap ada,” katanya. DJ/ Net

Doel Sumbang Gebrak Ribuan Warga Bojongpicung

Doel Sumbang Gebrak Ribuan Warga Bojongpicung

BOJONGPICUNG Harian Waktu – Musisi Sunda, Doel Sumbang tampil memukau di hadapan ribuan warga Bojongpicung pada kegiatan saba lembur “Cianjur Ngawangun Lembur”, Jumat malam (17/3). Sedikitnya enam lagu dibawakan artis asal Bandung ini, di antaranya Ai, Berenyit, Sisi Laut Pangandaran, Were, Aku Rindu Padamu,dan Ema

Seniman dan Budayawan Sunda, Doel Sumbang, mengatakan, warga Cianjur patut bersyukur karena kini memiliki bupati yang mau turun ke bawah. Sehingga pelaksanaan percepatan pembangunan bisa langsung terasa oleh masyarakat.

“Urang Cianjur tangtu kudu bersyukur memiliki bupati nu daek turun ka handap, hayu urang dukung program-programna,” kata pemilik nama Abdul Wahyu Affandi atau lebih dikenal dengan Doel Sumbang itu.

Doel Sumbang mengatakan pihaknya sangat merespon apa yang digagas dan diprogramkan Bupati Cianjur ini. Kegiatan kesenian dan kebudayaan khususnya seni dan budaya sunda sudah sepatutnya berada paling depan dalam menyampaikan program pembangunan agar sesuai dengan nafas rakyat.

“Insyaallah saya sangat mendukung program pak bupati turun ke lapangan, ini tentu saja program yang sangat bagus dan patut dicontoh oleh kepala daerah lainnya khususnya yang ada di Jawa Barat,” kata Kang Doel.

Menurutnya, selama ini dirinya telah beberapa kali turun ke lapangan bersama Bupati Cianjur, Irvan Rivano Muchtar, dalam rangka memimpin program percepatan pembangunan Cianjur Ngawangun Lembur. “Saya terus terang ikut bangga memiliki pemimpin yang langka seperti ini, semoga pak bupati tetap diberi kekuatan dan kesehatan sehingga mampu membawa masyarakat Cianjur lebih maju dan agamis ,” sambungnya.

Berdasarkan pantauan, Bupati Cianjur dan rombongan datang ke Kecamatan Bojongpicung untuk menuntaskan sejumlah program pembangunan di wilayah itu. Termasuk memimpin pelaksanaan berbagai pelayanan kepada masyarakat.  Seperti layanan cepat kependudukan, kesehatan dan perijinan. Ribuan warga sejak pagi hingga acara usai terus berdatangan mengikuti kegiatan yang sangat meriah tersebut.

Sementara itu, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Pemerintah Kabupaten Cianjur, Tedy Artiawan mengatakan, saba lembur Cianjur Ngawangun Lembur merupakan program Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Cianjur. Sedangakan dalam kegiatan tersebut ada beberapa Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Kabupaten Cianjur yang mengikuti kegiatan tersebut.

“Para OPD yang mengikuti kegiatan. Mereka ikut melayani masyarakat, seperti pelayanan Kartu Tanda Penduduk elektronik (KTP el), Kartu Keluarga (KK), dan lainnya, ” kata Tedy. Deni Abdul Kholik